Jakarta, Pintu News – XRP (XRP) mengalami sorotan lagi setelah data on-chain mengindikasikan kemungkinan titik balik dalam sentimen dan posisi pasar.
Laporan “XRP Update” menunjukkan bahwa EMA 30 hari dari Spent Output Profit Ratio (SOPR) XRP mulai turun mendekati level penting 1,0, yang secara luas dipandang sebagai titik “reset” psikologis dan struktural, di mana aktivitas ambil untung dan jual rugi cenderung seimbang.
SOPR sendiri mengukur apakah koin yang berpindah di jaringan dijual dalam kondisi untung atau rugi dibandingkan dengan harga belinya. Nilai di atas 1,0 menunjukkan pelaku pasar mayoritas sedang mengambil untung, sedangkan nilai di bawah 1,0 berarti banyak yang menjual dalam keadaan rugi.
Baca juga: Jelang Upgrade Mainnet 15 Februari: Ke Mana Arah Harga Pi Network?
Ketika SOPR berada di sekitar 1,0, itu menandakan koin berpindah tangan di kisaran harga modal (cost basis)-nya, yang berarti pasar berada di titik impas dan sering kali menjadi momen penting penentuan arah tren berikutnya.
Yang menarik, kembalinya XRP ke area ini terlihat sebagai perubahan perilaku pasar. Alih-alih dominasi aksi ambil untung besar-besaran yang biasanya memicu tekanan jual berkelanjutan, kini banyak trader tampak menutup posisi dekat titik impas.
Hal ini mengisyaratkan terjadinya “shakeout” terhadap pelaku pasar yang lebih lemah, bukan kondisi pasar yang terlalu euforia dan jenuh beli seperti yang kerap muncul di puncak lokal.
Secara historis, reset SOPR biasanya muncul setelah periode volatilitas tajam dan menandakan fase “cooling-off” ketika pasar mulai menyeimbangkan diri kembali.
Pada fase ini, spekulasi berlebihan tertekan keluar, suplai koin cenderung berpindah ke holder jangka panjang, dan harga sering bergerak stabil dalam sebuah rentang. Proses ini kerap disebut analis sebagai “base building” dan bisa menjadi fondasi sebelum tren yang lebih jelas terbentuk.
Meski reset tidak otomatis menjamin harga akan langsung reli, kondisi ini dapat memperkuat struktur pasar. Dengan semakin sedikit holder yang memegang keuntungan mengambang (unrealized gains) dalam jumlah besar, tekanan jual biasanya berkurang. Imbasnya, risiko penurunan mengecil dan harga menjadi lebih responsif terhadap katalis baru seperti kejelasan regulasi, perkembangan ekosistem, atau momentum positif pasar kripto secara umum.
Baca juga: Harga Dogecoin Naik ke $0.92 Hari Ini (13/2/26): Data Menunjukkan DOGE Terancam Anjlok 35%?
Menurut CoinCodex, XRP sempat diperdagangkan di sekitar $1,38 pada 12 Februari 2026, mendekati level psikologis penting. Sinyal on-chain mengindikasikan terjadinya reset pasar, bukan kondisi overheating.

Dukungan (support) yang bertahan kuat, kenaikan SOPR, dan volume yang sehat bisa menjadi tanda fase base-building, sekaligus memberi petunjuk awal apakah XRP akan memasuki fase konsolidasi lebih lama atau bersiap untuk pergerakan besar berikutnya.
Kesimpulan
Kembalinya XRP ke ambang SOPR 1,0 menandakan terjadinya reset pasar, dengan aktivitas jual lebih banyak terjadi di kisaran impas daripada aksi ambil untung agresif. Secara historis, zona ini sering bertepatan dengan meredanya tekanan jual dan awal fase konsolidasi, yang berpotensi membuka jalan bagi aksi harga yang lebih sehat.
Karena itu, memantau metrik on-chain dan area support kunci di sekitar $1,38 dapat memberikan sinyal dini apakah XRP sedang memasuki fase stabilisasi atau justru bersiap membentuk tren besar berikutnya.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.