5 Fakta Ethereum (ETH) Alami Likuidasi Terbesar Sejak 2021, Risiko & Dampaknya

Updated
February 13, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Ethereum (ETH), aset crypto terbesar kedua setelah Bitcoin (BTC), menghadapi tekanan pasar yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Data on-chain menunjukkan pasar Ethereum mengalami fase likuidasi berkepanjangan yang paling besar sejak 2021, dengan rata-rata posisi long yang dilikuidasi mencapai ribuan ETH selama periode tersebut. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan ketidakpastian harga jangka pendek tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang risiko leverage dan volatilitas pasar derivatif crypto.

1. Likuidasi Berkepanjangan Paling Lama Sejak 2021

Ethereum mengalami apa yang disebut sebagai fase likuidasi paling berkepanjangan sejak pertengahan 2021, terutama di pasar derivatif. Data menunjukkan bahwa rata-rata likuidasi posisi long di bursa mencapai sekitar 9.000 ETH selama 7 hari, menandakan tekanan jual terus menerus. Fase ini berbeda dari likuidasi tajam satu hari, karena mencerminkan proses deleveraging yang berulang dan melemahkan sentimen pasar.

Posisi long yang dilikuidasi secara bertahap berarti banyak trader berleverage tinggi terpaksa menutup posisi mereka saat harga bergerak ke bawah. Situasi seperti ini biasanya terjadi ketika pasar kehilangan momentum bullish dan mengalami berbalik arah. Kondisi ini mempersempit likuiditas dan memicu volatilitas yang lebih tinggi di pasar spot maupun derivatif.

Baca Juga: Proyeksi Harga Perak 2026 Berdasarkan Outlook J.P. Morgan

2. Ethereum Terus Diperdagangkan di Bawah US$2.000

Selama fase likuidasi ini, Ethereum gagal merebut kembali level psikologis penting di sekitar US$2.000. Ketidakmampuan untuk bertahan di atas level tersebut menimbulkan tekanan tambahan pada harga dan menahan sentimen bullish. Harga yang stagnan atau turun di bawah level kunci sering kali memicu lebih banyak likuidasi karena margin call pada posisi leveraged.

Pergerakan harga di bawah US$2.000 juga memperkuat risiko bagi trader yang menggunakan leverage tinggi, karena setiap koreksi minor dapat memicu hutang margin mereka. Seiring harga ETH tetap di bawah tekanan, beberapa analis menilai pasar sedang mencari titik keseimbangan baru sebelum arah jangka pendek dapat ditentukan.

3. Tekanan Derivatif Menandakan Deleveraging

Likuidasi yang berkepanjangan ini merupakan indikasi bahwa pasar derivatif sedang mengalami deleveraging atau pengurangan posisi berleverage. Dalam konteks ini, trader yang sebelumnya memegang posisi long besar dipaksa tutup saat harga turun. Akibatnya, banyak posisi leveraged yang hilang dari pasar, yang pada gilirannya dapat mengurangi volatilitas di masa mendatang.

Deleveraging yang berkelanjutan menghapus sebagian besar ekses spekulatif di pasar Ethereum. Hal ini bisa dipandang positif dalam jangka panjang karena mengurangi risiko akumulasi posisi berisiko tinggi yang dapat memperburuk penurunan harga. Namun dalam jangka pendek, dampaknya sering kali masih berupa tekanan harga negatif sampai sentimen stabil.

4. Pelajaran Manajemen Risiko bagi Trader Crypto

Fase likuidasi besar ini menjadi pengingat penting bahwa penggunaan leverage di pasar crypto mampu mempercepat kerugian dalam kondisi bearish. Trader yang menggunakan margin dan leverage tinggi harus paham risiko likuidasi otomatis apabila pasar bergerak melawan mereka. Manajemen risiko seperti menetapkan stop-loss dan memperhatikan tingkat leverage menjadi sangat penting di tengah volatilitas tinggi.

Bagi investor pemula maupun berpengalaman, memahami bahwa fase likuidasi berkepanjangan bisa terjadi bahkan pada aset utama seperti ETH adalah bagian dari strategi investasi yang bijak. Diversifikasi portofolio dan penempatan eksposur yang hati-hati menjadi strategi penting untuk mengurangi dampak volatilitas ekstrem.

5. Masa Depan Ethereum & Prospek Pemulihan

Meski likuidasi berkepanjangan mencerminkan tekanan pasar, proses deleveraging dapat membuka peluang bagi pemulihan harga apabila permintaan spot kembali meningkat. Harga Ethereum dapat menerima dukungan jika ada pembalikan trend dan meningkatnya minat beli di bawah level kunci. Namun semua itu bergantung pada kondisi likuiditas global, sentimen pasar crypto, dan katalis makro ekonomi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, fase likuidasi ini menunjukkan bahwa pasar crypto tetap rentan terhadap tekanan harga dan arah volatilitas jangka pendek. Investor perlu menyeimbangkan antara potensi keuntungan dan risiko signifikan di pasar yang masih sangat dipengaruhi oleh leverage dan ekspektasi makro.

Baca Juga: 3 Skenario Tambang Emas Martabe & Dampaknya ke Crypto: Harga Bisa Tembus Rp84 Juta per Ons?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8