Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC), aset crypto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, menunjukkan tekanan jual signifikan setelah menembus level kritis USD 65.000 dan bergerak lebih rendah dalam beberapa sesi terakhir.
Pergerakan ini mengindikasikan bahwa momentum bullish jangka pendek melemah dan penurunan harga masih berlanjut dalam konteks teknikal. Fenomena tersebut mencerminkan tekanan pasar yang lebih luas terhadap aset cryptocurrency di tengah volatilitas global dan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan koreksi lanjutan. (Referensi: NewsBTC)
Harga Bitcoin turun dan gagal mempertahankan level USD 65.000 sebagai support krusial, menunjukkan tekanan jual yang dominan. Ketika support teknikal penting ditembus, hal ini sering memicu aksi ambil untung dan memicu penjualan lanjutan oleh trader jangka pendek. Penurunan di bawah level ini menandakan bahwa momentum bullish yang sebelumnya mendukung pergerakan harga mulai melemah.
Penurunan harga BTC juga menekan sentimen pasar secara keseluruhan, karena level USD 65.000 dianggap sebagai batas psikologis yang memengaruhi keputusan beli investor. Ketika harga gagal mempertahankan zona ini, kekhawatiran kenaikan lanjutan semakin kuat. Hal ini berdampak tidak hanya pada BTC, tetapi juga pada aset cryptocurrency lain yang korelasinya tinggi.
Baca Juga: Proyeksi Harga Perak 2026 Berdasarkan Outlook J.P. Morgan

Data teknikal menunjukkan bahwa penembusan di bawah USD 65.000 memicu tren bearish jangka pendek. Indikator teknikal seperti Moving Average dan Relative Strength Index (RSI) mulai menunjukkan sinyal negatif. Ketika indikator teknikal mengonfirmasi tekanan jual, trader cenderung menunggu sinyal pembalikan sebelum kembali masuk ke pasar.
Tekanan teknikal juga berarti bahwa area support berikutnya menjadi fokus investor untuk menentukan potensi pembalikan harga. Jika BTC tidak mampu menemukan support kuat di level lebih rendah, kemungkinan tekanan bearish akan terus berlanjut. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan harga masih sangat dipengaruhi oleh struktur teknikal pasar.
Penurunan Bitcoin di bawah USD 65.000 menunjukkan bahwa volatilitas pasar crypto tetap tinggi. Aset crypto seperti BTC sering mengalami fluktuasi harga yang lebih tajam dibandingkan aset tradisional. Volatilitas yang tinggi menciptakan peluang trading jangka pendek, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian, terutama bagi investor yang menggunakan leverage.
Volatilitas pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk berita makro ekonomi, kebijakan suku bunga, dan sentimen investor global. Ketika ekspektasi pasar berubah secara cepat, pergerakan harga BTC dapat mencerminkan reaksi emosional investor terhadap risiko dan peluang yang ada.
Selain faktor teknikal, sentimen pasar juga memainkan peran penting dalam pergerakan harga Bitcoin. Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter global dan data ekonomi makro dapat menjadi katalis penurunan harga. Investor sering kali melihat BTC sebagai aset berisiko, sehingga dalam kondisi risk-off, harga cenderung mengalami tekanan.
Sentimen negatif juga dapat diperkuat oleh aksi jual di pasar saham tradisional atau sektor teknologi, yang berdampak pada aliran modal di pasar crypto. Hubungan korelatif antara pasar ekuitas dan crypto sering kali memperkuat tren penurunan harga ketika suasana pasar menjadi tidak kondusif.
Bagi investor jangka panjang, penurunan harga BTC di bawah USD 65.000 bisa menjadi momen evaluasi ulang portofolio. Menerapkan strategi diversifikasi dan manajemen risiko menjadi penting untuk mengurangi eksposur terhadap volatilitas ekstrem. Investor juga dapat melihat kesempatan ini untuk menambah posisi pada level harga yang lebih rendah dengan mempertimbangkan risk-reward.
Untuk trader jangka pendek, pergerakan ini memberi peluang strategi trading range atau breakout berdasarkan sinyal teknikal terkini. Namun, pendekatan yang disiplin dan penggunaan stop-loss menjadi kunci untuk membatasi potensi risiko. Baik trader maupun investor perlu terus memantau data teknikal dan sentimen pasar untuk mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar crypto.
Baca Juga: 3 Skenario Tambang Emas Martabe & Dampaknya ke Crypto: Harga Bisa Tembus Rp84 Juta per Ons?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.