Sentimen Pasar Crypto Jatuh ke Level Extreme Fear: Peluang Emas atau Sinyal Bahaya?

Updated
February 13, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Indeks Crypto Fear & Greed (Crypto Fear & Greed Index) turun ke level 5 pada hari Kamis (12/2), menandakan memburuknya sentimen pasar secara tajam seiring berlanjutnya penurunan harga aset kripto.

Penurunan ini mencerminkan kepanikan yang semakin meningkat di kalangan investor, dengan selera terhadap risiko terus menyusut di tengah ketidakpastian pasar global yang lebih luas.

Sentimen Crypto Tenggelam Lebih Dalam ke Zona “Extreme Fear”

Indeks Crypto Fear & Greed mengukur kondisi emosi pasar kripto secara keseluruhan dalam rentang angka 0 hingga 100. Nilai 0–24 dikategorikan sebagai Extreme Fear (ketakutan ekstrem), 25–49 sebagai Fear (ketakutan), angka 50 menunjukkan kondisi netral, 51–74 mencerminkan Greed (ketamakan), dan 75–100 menandakan Extreme Greed (ketamakan ekstrem).

Baca juga: Prediksi Harga XRP: Sinyal Break-Even Muncul di Tengah Fase Reset Pasar

Dengan berada di level 5, indeks ini menempatkan pasar kripto sangat jelas di zona Extreme Fear. Penurunan terbaru ini terjadi setelah beberapa minggu berturut-turut di mana sentimen pasar terus melemah.

Sekitar sebulan lalu, indeks masih berada di level 26, yang sudah termasuk kategori Fear. Angkanya kemudian turun menjadi 12 seminggu yang lalu, dan tercatat di 11 hanya sehari sebelum jatuh ke posisi terendah saat ini. Laju kemerosotan ini menunjukkan betapa cepatnya rasa percaya diri pelaku pasar runtuh seiring terus turunnya harga aset kripto.

Anjloknya sentimen di pasar kripto ini bertepatan dengan meningkatnya kegelisahan ekonomi global yang tercermin dalam World Uncertainty Index. Indeks tersebut mengukur seberapa sering kata “uncertainty” (ketidakpastian) muncul dalam laporan negara yang disusun oleh Economist Intelligence Unit.

Indeks ini mencakup lebih dari 140 negara dan diterbitkan tiap kuartal. Ia banyak digunakan dalam penelitian makroekonomi dan analisis risiko global sebagai indikator lintas negara.

Pada kuartal ketiga 2025, World Uncertainty Index melonjak ke rekor tertinggi, menembus angka 100.000. Di kuartal keempat, indeks tersebut tercatat di 94.947.

Level ini kira-kira dua kali lipat dari puncak ketidakpastian yang terlihat pada krisis-krisis besar sebelumnya, termasuk pandemi COVID-19, Brexit, dan krisis utang Zona Euro.

“Ketegangan geopolitik yang meningkat, volatilitas pasar, dan ketidakpastian kebijakan mendorong lonjakan ini, ketika investor kesulitan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya,” tulis Coin Bureau.

Angka indeks yang tinggi ini mengindikasikan kecemasan global yang semakin besar di berbagai pasar, saat investor bergulat dengan kondisi ekonomi dan politik yang sulit ditebak. Dalam konteks tersebut, jatuhnya pasar kripto ke zona Extreme Fear bukan hanya mencerminkan penurunan harga, tetapi juga mundurnya minat terhadap aset berisiko di seluruh dunia.

Kapitalisasi Pasar Crypto Turun 22% pada 2026, Bitcoin dan Ethereum Lanjut Melemah

Keputusan investor untuk menjauh dari risiko terjadi seiring pasar kripto yang terus bergerak turun. Sepanjang 2026, total kapitalisasi pasar kripto sudah menyusut lebih dari 22%, menghapus kembali optimisme yang sempat menguat di awal tahun.

Bitcoin (BTC), yang memulai bulan Januari dengan posisi lebih kuat, justru menutup bulan tersebut dengan koreksi lebih dari 10%. Hingga sejauh ini di bulan Februari, harganya masih lanjut turun sekitar 14,6%.

Ethereum (ETH) juga tidak luput dari tekanan, dengan penurunan sekitar 33,8% sejak awal tahun. Koreksi berkelanjutan ini menekan aktivitas pasar dan memperburuk sentimen pelaku di ekosistem kripto.

Baca juga: Harga Ethereum Bertahan di $1.900 Hari Ini (13/2): Outflow ETF Meningkat, ETH di Ujung Tanduk?

Analis Menimbang Arah Berikutnya Pasar Crypto

Di tengah kondisi pasar bearish saat ini, komunitas kripto masih diliputi ketidakpastian soal langkah pasar selanjutnya. Analis Kyle Chassé menyinggung pola sejarah, dengan mencatat bahwa level depresi sentimen seperti sekarang di Crypto Fear & Greed Index juga pernah terjadi pada 2018, Maret 2020, dan setelah runtuhnya FTX pada 2022.

“Setiap kali itu terjadi, selalu menjadi jendela peluang besar. Tidak, ini bukan jaminan bahwa itu adalah titik dasar (bottom). Tapi secara historis, puncak rasa takut adalah tempat peluang asimetris muncul,” ujarnya.

Sejumlah analis lain berpendapat bahwa penurunan saat ini bisa jadi merupakan fase shakeout sebelum potensi breakout terjadi. Namun, belum ada kepastian kapan — atau bahkan apakah — pemulihan besar pasar kripto akan benar-benar menyusul.

Ray Youssef, CEO NoOnes, memproyeksikan bahwa pergerakan Bitcoin bisa saja cenderung sideways hingga musim panas 2026. Ia menekankan bahwa posisi pasti titik bottom Bitcoin masih belum jelas, dan dinamika saat ini semakin mengindikasikan bahwa pasar telah memasuki fase penilaian ulang risiko yang panjang.

Youssef menyoroti sejumlah faktor struktural, termasuk siklus politik dan moneter di AS, tekanan inflasi yang berkepanjangan, aliran modal ritel yang melemah, serta sikap hati-hati dari institusi setelah menanggung kerugian besar.

Menurut Youssef, rebound semacam itu bisa cukup kuat, di kisaran 20% hingga 30%, dan mungkin berlangsung cukup lama. Namun ia memperingatkan, reli tersebut pada akhirnya berpotensi hanya menjadi bull trap.

Ia menambahkan bahwa secara historis, pasar kripto cenderung berada dalam fase akumulasi panjang di dalam satu rentang harga sebelum memasuki awal bull market yang sebenarnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8