Jakarta, Pintu News – Nama Elon Musk kerap memengaruhi pasar keuangan setiap kali ia menyampaikan opini di ruang publik. Sebagai CEO Tesla dan tokoh teknologi global, pernyataannya tentang aset, energi, dan komoditas sering dikaitkan dengan pergerakan harga pasar. Silver atau perak, sebagai logam industri sekaligus aset investasi, juga pernah masuk dalam diskursus yang melibatkan Musk dan industri kendaraan listrik.
Silver memiliki peran penting dalam industri teknologi, termasuk kendaraan listrik dan panel surya. Logam ini digunakan dalam komponen elektronik karena konduktivitas listriknya yang tinggi. Dalam konteks ini, Tesla sebagai produsen kendaraan listrik tentu bergantung pada pasokan logam industri, termasuk silver.
Meskipun Elon Musk tidak secara konsisten mengeluarkan pernyataan khusus tentang silver sebagai instrumen investasi, kebutuhan industri terhadap logam ini menjadi bagian dari rantai pasok teknologi. Permintaan dari sektor energi terbarukan dan EV dapat berdampak tidak langsung pada harga silver global. Oleh karena itu, perkembangan bisnis Tesla sering dikaitkan dengan prospek permintaan logam tersebut.
Baca Juga: 7 Fakta Satoshi Nakamoto: Sosok Misterius di Balik Bitcoin yang Mengubah Dunia
Pasar keuangan dikenal sangat sensitif terhadap komentar Elon Musk, terutama di media sosial. Pengalamannya dengan Bitcoin (BTC) dan Dogecoin (DOGE) menunjukkan bahwa satu unggahan dapat memicu volatilitas signifikan. Meskipun belum ada kampanye eksplisit Musk untuk silver seperti pada crypto, sentimen pasar tetap memperhatikan pandangannya terhadap komoditas.
Dalam beberapa kesempatan, Musk menekankan pentingnya material mentah untuk mendukung transisi energi global. Silver termasuk dalam kategori logam yang relevan untuk teknologi bersih. Pernyataan umum semacam ini dapat memengaruhi persepsi investor terhadap prospek jangka panjang logam industri.

Berbeda dengan emas yang lebih dominan sebagai aset lindung nilai, silver memiliki dua karakter utama: aset safe haven dan komoditas industri. Hal ini membuat harga silver lebih volatil dibanding emas. Ketika permintaan industri meningkat, harga silver bisa terdorong naik meskipun kondisi ekonomi global belum sepenuhnya pulih.
Elon Musk lebih dikenal membahas inovasi teknologi dan energi dibanding investasi logam mulia. Namun, hubungan antara ekspansi industri teknologi dan kebutuhan bahan baku seperti silver menciptakan korelasi tidak langsung. Investor sering mengaitkan pertumbuhan perusahaan teknologi besar dengan potensi kenaikan permintaan logam industri.
Setiap perkembangan signifikan dalam industri kendaraan listrik atau energi terbarukan berpotensi memengaruhi harga silver. Jika Tesla atau perusahaan sejenis meningkatkan produksi, kebutuhan material konduktif dapat meningkat. Permintaan yang lebih tinggi dari sektor industri biasanya mendukung harga dalam jangka menengah hingga panjang.
Namun, harga silver juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan pergerakan Dolar AS. Oleh karena itu, meskipun opini Elon Musk dapat membentuk sentimen, pergerakan harga tetap ditentukan oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal. Investor perlu membedakan antara sentimen jangka pendek dan tren struktural.
Bagi investor, silver dapat menjadi instrumen diversifikasi portofolio, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi. Volatilitasnya yang lebih tinggi dibanding emas memberikan peluang sekaligus risiko yang lebih besar. Oleh karena itu, pendekatan berbasis analisis fundamental dan manajemen risiko tetap diperlukan.
Komentar atau arah bisnis Elon Musk dapat menjadi salah satu indikator sentimen terhadap sektor teknologi dan energi. Namun, keputusan investasi silver sebaiknya tidak hanya didasarkan pada opini figur publik. Evaluasi terhadap permintaan industri, kebijakan moneter, dan kondisi global tetap menjadi faktor utama dalam menentukan arah harga logam mulia.
Secara keseluruhan, Elon Musk tidak secara langsung mempromosikan silver sebagai instrumen investasi, tetapi aktivitas industrinya memiliki implikasi terhadap permintaan logam tersebut. Hubungan ini bersifat struktural dan jangka panjang, bukan semata reaksi pasar jangka pendek. Investor disarankan memahami konteks industri dan ekonomi sebelum mengambil keputusan terkait investasi silver.
Silver ETF Tertokenisasi (SLVon) adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.
Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?
Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
Quartz / The Times of India. ‘This is not good’, says Elon Musk as silver prices soar ahead of China’s new export rules.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.