Jakarta, Pintu News – Emas semakin populer sebagai instrumen lindung nilai dan investasi jangka panjang. Namun, masih banyak orang yang belum memahami perbedaan antara cicil emas dan nabung emas—dua metode yang sekilas terlihat mirip, tetapi memiliki mekanisme, risiko, dan tujuan finansial yang berbeda.
Kesalahan memilih skema bisa berdampak pada arus kas hingga hasil investasi di masa depan. Karena itu, sebelum memutuskan, penting untuk memahami cara kerja masing-masing agar strategi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan kamu.
Menabung emas adalah cara membeli emas secara bertahap dengan menyetorkan uang tunai melalui lembaga atau platform resmi. Dana yang kamu setorkan akan otomatis dikonversi menjadi saldo emas batangan berdasarkan harga emas 24 karat yang berlaku saat transaksi dilakukan.
Baca juga: Harga 1 Gram Emas di Indonesia Hari Ini, 16 Februari 2026
Keunggulannya, nominal setoran sangat fleksibel, bahkan kamu bisa mulai dari jumlah kecil, bahkan di beberapa layanan cukup mulai dari sekitar Rp10 ribu. Namun perlu diingat, karena konversi mengikuti harga emas pada saat setor, jumlah gram emas yang kamu peroleh bisa berbeda-beda meski nominal setoran sama.
Contohnya, pada 12 Januari 2026, harga emas tercatat Rp1.894.000 per gram. Jika kamu menyetor Rp947.000 di hari yang sama, kamu akan mendapatkan sekitar 0,5 gram. Tetapi ketika dua minggu kemudian, Senin, 26 Januari 2026, harga emas naik menjadi Rp2.000.000 per gram, setoran Rp947.000 pada tanggal tersebut hanya akan menghasilkan gramasi di bawah 0,5 gram.
Modal Awal Fleksibel
Bisa mulai dari nominal kecil, bahkan belasan ribu rupiah, sehingga cocok untuk pemula atau yang ingin investasi bertahap.
Mudah dan Praktis
Transaksi bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi atau lembaga resmi tanpa harus langsung membeli emas fisik.
Cocok untuk Investasi Jangka Panjang
Strategi setor rutin membantu menerapkan konsep dollar cost averaging, sehingga risiko membeli di harga puncak bisa lebih terkontrol.
Likuiditas Tinggi
Saldo emas biasanya bisa dijual kembali kapan saja sesuai harga pasar yang berlaku.
Membantu Disiplin Finansial
Karena dilakukan rutin, menabung emas bisa menjadi cara membangun kebiasaan investasi secara konsisten.
Terpengaruh Fluktuasi Harga
Karena konversi mengikuti harga saat setor, gram emas yang didapat bisa berbeda meskipun nominal setoran sama.
Spread Harga Beli dan Jual
Selisih harga beli dan jual (spread) bisa mengurangi potensi keuntungan, terutama jika dijual dalam jangka pendek.
Biaya Tambahan
Beberapa platform mengenakan biaya administrasi, penyimpanan, atau cetak emas fisik.
Tidak Langsung Memegang Emas Fisik
Jika berbentuk saldo digital, emas fisik baru bisa dicetak setelah memenuhi syarat tertentu.
Kurang Optimal untuk Jangka Pendek
Karena ada spread dan fluktuasi harga, menabung emas lebih ideal untuk tujuan jangka menengah hingga panjang.
Berbeda dengan menabung emas, mencicil emas dilakukan dengan “mengunci” pembelian emas pada jumlah gram tertentu sejak awal, lalu pembayarannya dicicil secara bertahap dalam tenor yang disepakati—mirip seperti skema cicilan pada produk lainnya.
Baca juga: Harga Jual Emas Perhiasan 9 Karat hingga 23 Karat Hari Ini, Senin 16 Februari 2026
Skema ini umumnya ditujukan untuk orang yang ingin memiliki emas dalam jumlah tertentu, tetapi belum memiliki dana cukup untuk membayar secara tunai. Jadi, kepemilikan emas tetap bisa direncanakan, sementara pembayarannya disesuaikan dengan kemampuan cash flow bulanan.
Contohnya, kamu membeli emas 5 gram melalui lembaga yang menyediakan produk cicil emas, misalnya Pegadaian. Jika harga emas saat transaksi Rp1,9 juta per gram, total nilai pembelian menjadi Rp9,5 juta. Lalu kamu memilih tenor 10 bulan, sehingga cicilan pokoknya sekitar Rp950 ribu per bulan.
Namun, biasanya ada biaya tambahan (misalnya administrasi, margin, atau biaya layanan), sehingga total pembayaran atau cicilan per bulan bisa lebih tinggi dari hitungan pokoknya. Emas 5 gram tersebut umumnya baru bisa kamu terima setelah seluruh cicilan dinyatakan lunas.
Bisa Mengunci Harga di Awal
Harga emas biasanya ditetapkan saat akad atau transaksi awal. Jika harga emas naik di tengah tenor cicilan, kamu tetap membayar sesuai harga yang sudah disepakati.
Tidak Perlu Dana Besar Sekaligus
Cocok untuk yang ingin memiliki emas dalam jumlah tertentu tetapi belum memiliki dana tunai penuh.
Perencanaan Keuangan Lebih Terstruktur
Cicilan tetap per bulan membantu mengatur arus kas dan target kepemilikan emas secara jelas.
Potensi Untung Saat Harga Naik
Jika setelah lunas harga emas lebih tinggi dari harga awal pembelian, ada potensi capital gain.
Akses Mudah melalui Lembaga Resmi
Banyak lembaga keuangan menyediakan produk cicil emas dengan sistem yang sudah terstandarisasi.
Ada Biaya Tambahan
Biasanya terdapat biaya administrasi, margin, atau biaya layanan sehingga total pembayaran lebih besar dari harga emas tunai.
Risiko Gagal Bayar
Jika terjadi keterlambatan atau gagal bayar, bisa dikenakan denda atau bahkan pembatalan transaksi.
Emas Diterima Setelah Lunas
Umumnya emas fisik baru bisa diambil setelah seluruh cicilan selesai.
Kurang Fleksibel
Berbeda dengan menabung emas yang bisa setor bebas, cicilan memiliki nominal dan tenor tetap.
Terikat Komitmen Jangka Waktu
Kamu harus konsisten membayar hingga akhir tenor, sehingga perlu memastikan kondisi keuangan stabil.
Memilih nabung emas atau cicil emas sebenarnya tergantung tujuan dan kondisi keuangan kamu. Jika kamu butuh cara yang lebih fleksibel—bisa setor nominal kecil kapan saja, tidak ingin terbebani komitmen bulanan, dan ingin punya opsi jual cepat saat butuh dana—nabung emas biasanya lebih cocok.
Sementara itu, cicil emas pas untuk kamu yang sudah punya target gramasi tertentu dan penghasilan stabil, karena kamu bisa “mengunci” pembelian emas sejak awal lalu membayarnya bertahap. Namun, perlu diingat cicil emas umumnya memiliki biaya tambahan dan emas baru diterima setelah lunas, jadi pastikan cicilannya benar-benar sesuai kemampuan agar tidak mengganggu arus kas.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUT), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.
Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.