Jakarta, Pintu News – Harga tembaga 1kg di pasar domestik Indonesia hari ini menunjukkan lonjakan yang signifikan, menyentuh level tertinggi baru di kisaran Rp212.000 per kilogram untuk kualitas super. Jika dikonversikan ke dalam nilai global, angka ini mencerminkan harga sekitar $12,59 (kurs Rp16.829), didorong oleh ketatnya pasokan konsentrat tembaga di tingkat internasional.
Bagi para kolektor logam maupun pelaku industri manufaktur, fluktuasi harga yang dinamis ini menjadi sinyal penting untuk segera melakukan aksi beli sebelum nilai komoditas ini merangkak naik lebih jauh di akhir kuartal.
Lonjakan harga tembaga 1kg pada pertengahan Februari 2026 ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan Harga Patokan Ekspor (HPE) yang baru saja ditetapkan pemerintah. Keputusan menteri terbaru mencatat kenaikan signifikan pada nilai referensi logam industri, yang secara otomatis mengerek harga jual di tingkat pengepul dan distributor lokal secara merata. Selain itu, tingginya permintaan dari sektor energi terbarukan di pasar Asia turut memperparah defisit stok tembaga murni yang tersedia saat ini.
Kondisi geopolitik di negara-negara produsen utama seperti Chili dan Peru juga memberikan tekanan tambahan pada harga pasar yang sudah sangat volatil. Gangguan distribusi logistik global menyebabkan biaya pengiriman material mentah meningkat drastis, sehingga beban biaya tersebut dibebankan pada harga ritel tembaga per kilogram. Investor kini mulai melihat tembaga bukan sekadar limbah industri, melainkan aset strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi di tengah ketidakpastian kondisi finansial global.
Baca Juga: Harga Emas 5 Tahun Terakhir: Grafik, Tren, & Analisa Pergerakan 2021–2026

Di era keuangan digital, banyak investor mulai membandingkan performa tembaga fisik dengan aset digital populer seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH). Meskipun instrumen crypto menawarkan potensi imbal hasil yang sangat masif, tembaga memberikan perlindungan nilai (hedging) yang lebih stabil terhadap inflasi mata uang fiat. Investasi dalam sektor cryptocurrency memang sedang naik daun, namun memegang komoditas fisik tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mengutamakan keamanan jangka panjang.
Strategi diversifikasi portofolio antara logam industri dan cryptocurrency menjadi kunci bagi para pemilik modal untuk menjaga keseimbangan risiko mereka secara optimal. Anda dapat menempatkan sebagian dana pada tembaga 1kg sebagai basis aset tetap dan sebagian lagi pada koin crypto untuk mengejar pertumbuhan modal yang lebih agresif. Sinergi antara aset tradisional dan teknologi blockchain ini terbukti mampu memberikan imbal hasil yang lebih konsisten dibandingkan hanya bergantung pada satu jenis instrumen saja.
Penting bagi pembeli untuk memahami bahwa harga tembaga 1kg sangat bervariasi tergantung pada tingkat kemurnian dan jenis material yang ditawarkan di pasar rongsok. Tembaga super atau tembaga kabel kupas selalu memiliki nilai tertinggi karena tidak memerlukan proses pemurnian ulang yang rumit bagi pabrik peleburan logam besar. Untuk jenis tembaga bakar atau tembaga sisa komponen elektronik, harganya biasanya dipatok 20% hingga 30% lebih rendah dibandingkan harga tembaga murni standar.
Transparansi harga di tingkat pengepul saat ini sudah semakin baik berkat akses informasi digital yang memungkinkan penjual memantau harga harian secara real-time. Sebelum melakukan transaksi, pastikan Anda menimbang material secara akurat dan memisahkan kotoran atau lapisan plastik yang menempel pada kabel tembaga tersebut. Ketelitian dalam memilah jenis tembaga ini akan sangat menentukan besaran keuntungan bersih yang bisa Anda bawa pulang dari setiap kilogram logam yang dijual.
Para ahli komoditas memprediksi bahwa tren kenaikan harga tembaga akan terus berlanjut seiring dengan masifnya transisi dunia menuju kendaraan listrik yang membutuhkan banyak kabel. Permintaan untuk komponen konduktor listrik diperkirakan akan tumbuh dua kali lipat dalam lima tahun ke depan, sementara pembukaan tambang baru membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini menciptakan celah keuntungan yang sangat menarik bagi siapa saja yang mulai menimbun stok tembaga 1kg sejak saat ini.
Selain faktor industri, kebijakan moneter global terkait suku bunga juga akan memainkan peran krusial dalam menentukan arah harga tembaga di pasar berjangka. Jika inflasi terus meroket, maka harga logam dasar cenderung akan ikut terkerek naik sebagai bentuk pertahanan nilai dari para pelaku pasar modal besar. Oleh karena itu, memantau pergerakan harga tembaga secara rutin harian adalah langkah cerdas bagi investor yang ingin menangkap peluang cuan di tengah momentum transisi energi hijau.
Baca Juga: Harga Perak 1 kg di Tahun 2026: Update & Analisa Tren Terbaru
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.