Jakarta, Pintu News – Sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah melampaui fase euforia awal dan kini memasuki tahap penggunaan komersial yang nyata. Perusahaan dengan berbagai skala pasar saat ini menyediakan peluang konkret bagi investor untuk ikut serta dalam pertumbuhan industri ini.
Lima saham berikut mencakup perusahaan pembuat chip hingga penyedia perangkat lunak untuk kebutuhan bisnis. Masing-masing telah menghasilkan pendapatan riil dari produk berbasis AI, bukan sekadar mengandalkan antusiasme pasar.

NVIDIA (NVDAX) menguasai sekitar 80% pasar chip AI. Unit pemrosesan grafis (GPU) H100 dan H200 milik perusahaan ini telah menjadi standar industri untuk melatih model bahasa berskala besar.
Baca juga: Cara Bermain Crypto untuk Pemula Secara Aman di 2026
Arsitektur terbaru yang akan datang, Blackwell, menjanjikan peningkatan kinerja lebih lanjut. NVIDIA juga membangun keunggulan kompetitif yang kuat melalui platform perangkat lunak CUDA, yang digunakan para pengembang sebagai standar dalam pengembangan AI.
Penyedia layanan komputasi awan besar seperti Microsoft, Amazon, dan Google terus membeli chip NVIDIA untuk memperkuat kemampuan AI mereka. Selain itu, perusahaan ini juga memperluas bisnisnya ke chip AI untuk kebutuhan inferensi serta menjalin kemitraan baru di sektor pusat data.

Microsoft (MSFTON) telah mengintegrasikan AI ke seluruh lini produknya. Perusahaan ini berinvestasi sebesar US$13 miliar di OpenAI, dan investasi tersebut telah menunjukkan hasil yang dapat diukur.
GitHub Copilot kini menghasilkan lebih dari $100 juta pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue/ARR). Sementara itu, Microsoft 365 Copilot semakin banyak diadopsi oleh pelanggan korporat, meskipun harganya lebih tinggi.
Layanan cloud Azure tumbuh lebih cepat berkat fitur-fitur AI. Microsoft memperoleh pendapatan dari dua sisi sekaligus: infrastruktur melalui Azure dan aplikasi melalui perangkat lunak produktivitasnya.
Pendekatan pendapatan ganda ini membuka banyak jalur untuk meraih keuntungan dari meningkatnya adopsi AI. Baik para pengembang maupun pengguna bisnis sama-sama berkontribusi terhadap pertumbuhan AI Microsoft.

Alphabet (GOOGLX) memiliki DeepMind dan Google Brain, sehingga memiliki kemampuan riset AI yang sangat kuat. Model Gemini milik perusahaan ini kini mampu bersaing dengan GPT-4 dari sisi performa.
Alphabet juga menguasai volume data yang sangat besar dari Search, YouTube, dan Android. Data ini menjadi sumber dataset pelatihan yang sulit ditandingi karena kompetitor tidak memiliki akses yang sama.
Google Cloud kembali menunjukkan pertumbuhan seiring semakin banyak bisnis mengadopsi platform Vertex AI. Di saat yang sama, Alphabet menambahkan fitur AI ke Search secara hati-hati sambil tetap menjaga sumber pendapatan utamanya dari iklan.
Menariknya, valuasi Alphabet diperdagangkan lebih murah dibanding Microsoft meskipun kapabilitas AI-nya relatif sebanding. Selisih valuasi ini membuatnya terlihat menarik bagi investor jangka panjang.
Baca juga: Cara Beli Crypto di Indonesia 2026

Palantir (PLTRON) berkembang menjadi salah satu platform AI enterprise terdepan bagi perusahaan yang menghadapi kebutuhan data yang kompleks. Platform Artificial Intelligence Platform (AIP) mereka mendorong pertumbuhan kuat pada pendapatan komersial di AS.
Palantir membantu mengatasi masalah “last mile” yang sering membuat proyek AI berhenti di tahap percobaan dan gagal dipakai dalam produksi. Perusahaan ini membantu organisasi menerapkan AI langsung ke alur kerja yang sudah ada.
Kontrak pemerintah memberi pendapatan yang stabil, sementara ekspansi ke sektor komersial menawarkan laju pertumbuhan yang lebih cepat. Basis pelanggan terus meluas dan efisiensi bisnisnya juga semakin membaik.
Fokus platformnya adalah mengoperasionalkan AI—bukan sekadar menyediakan alat. Pendekatan ini cocok bagi organisasi besar yang membutuhkan implementasi yang benar-benar praktis.
CrowdStrike memanfaatkan AI dari sisi keamanan siber. Platform Falcon menggunakan AI dan machine learning untuk mendeteksi ancaman secara real-time.
Sistemnya memproses triliunan kejadian keamanan setiap minggu untuk menemukan pola yang tidak biasa. Seiring pelaku kejahatan juga memanfaatkan AI untuk menyerang, pertahanan berbasis AI dari CrowdStrike menjadi semakin bernilai.
Perusahaan ini mempertahankan tingkat retensi pelanggan di atas 120%. CrowdStrike juga tetap mencetak laba dan terus menambahkan fitur baru ke dalam platformnya.
CrowdStrike bisa dipandang sebagai cara berisiko lebih rendah untuk berinvestasi pada “infrastruktur” AI dibanding perusahaan yang lebih baru. Fokus keamanan siber memberi stabilitas bisnis yang tidak hanya bergantung pada aplikasi AI semata.
Bayangkan kamu bisa beli saham perusahaan besar seperti Nvidia, Amazon (AMZNX), hingga Meta (METAX) dalam bentuk token hanya dengan modal belasan ribu rupiah. Kabar baiknya, kini kamu bisa melakukan jual/beli token saham AS tertokenisasi dari xStocks dan Ondo di Pintu.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, sekarang kamu dapat menikmati proses penyelesaian transaksi untuk saham AS tertokenisasi yang lebih cepat, modal awal yang lebih terjangkau, serta pengalaman investasi yang lebih global.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.