Jakarta, Pintu News – Rumor mengenai kemungkinan Ripple (XRP) untuk membeli sebuah bank secara langsung kembali memanas setelah CEO Brad Garlinghouse memberikan pernyataan terbaru dalam sebuah forum ekonomi bergengsi.
Di tengah perkembangan regulasi crypto yang semakin progresif di Amerika Serikat, spekulasi ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan investor institusi maupun ritel. Langkah ini dianggap sebagai strategi pamungkas Ripple untuk benar-benar menyatukan infrastruktur keuangan tradisional dengan teknologi blockchain yang selama ini menjadi fokus utama perusahaan.
Dalam wawancaranya di Economic Club of New York pada 18 Februari 2026, Brad Garlinghouse menanggapi pertanyaan mengenai rencana akuisisi bank dengan jawaban yang sangat diplomatis. Ia memilih untuk tidak memberikan jawaban “ya” atau “tidak” secara langsung, namun menegaskan kembali bahwa strategi Ripple sejak awal adalah merangkul perbankan sebagai mitra utama, bukan musuh. Pendekatan ini sempat membuat Ripple kurang populer di komunitas crypto awal yang cenderung anti-pemerintah, namun kini terbukti menjadi keunggulan strategis yang tak tertandingi.
Garlinghouse menekankan bahwa Ripple selalu memposisikan diri sebagai jembatan antara keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Untuk memperkuat posisi ini, Ripple telah mengantongi berbagai lisensi penting, termasuk lisensi trust dari Departemen Layanan Finansial New York dan piagam kondisional dari OCC. Dengan regulasi yang ketat, Ripple ingin memastikan bahwa mitra institusional mereka tidak lagi memiliki keraguan terhadap keamanan dan transparansi aset digital seperti Ripple (XRP) maupun stablecoin RLUSD yang baru saja diluncurkan.
Baca Juga: Warren Desak Fed dan Treasury Tolak Bailout Miliarder Crypto, Takut Untungkan Trump?

Optimisme Ripple di tahun 2026 ini juga didorong oleh pengesahan undang-undang “Genius Act” oleh Presiden Trump pada Juli 2025, yang memberikan kerangka hukum jelas bagi stablecoin pembayaran di AS. Garlinghouse mengungkapkan bahwa sejak aturan tersebut berlaku, terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan pada layanan berbasis stablecoin dan pembayaran melalui XRP Ledger (XRPL). Kepastian hukum ini dianggap sebagai “kunci pembuka” bagi para CFO dan dewan direksi bank besar untuk mulai mengadopsi teknologi blockchain secara lebih agresif dalam operasional harian mereka.
Saat ini, harga Ripple (XRP) diperdagangkan di kisaran $1,40 atau setara dengan Rp23.641, di mana para analis memantau ketat level dukungan teknis pada grafik mingguan. Meskipun harga sempat mengalami volatilitas, dukungan regulasi seperti rencana “Clarity Act” di masa depan diprediksi akan semakin memperkuat fundamental aset ini. Bagi para investor, kejelasan aturan ini jauh lebih berharga daripada spekulasi harga jangka pendek, karena memberikan landasan bagi adopsi massal di sektor pengiriman uang lintas batas yang lebih cepat dan murah.
Selain pembayaran, Brad Garlinghouse juga menyatakan persetujuannya dengan pandangan CEO BlackRock, Larry Fink, mengenai masa depan tokenisasi aset. Ia percaya bahwa persentase yang sangat besar dari aset global akan segera berpindah ke blockchain, meskipun prosesnya akan terjadi secara bertahap di berbagai sektor. Ripple sendiri terus memperluas ekosistemnya melalui akuisisi strategis di bidang kustodian dan infrastruktur pasar modal guna memastikan XRP tetap menjadi “jantung” dari pergerakan nilai di era digital ini.
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan dunia cryptocurrency, manuver Ripple di tahun 2026 ini menunjukkan kedewasaan perusahaan dalam menavigasi sistem keuangan global. Alih-alih mencoba meruntuhkan bank, Ripple memilih untuk menjadi penyedia infrastruktur yang membuat bank bekerja lebih efisien selama 24 jam sehari, bahkan di hari Minggu. Fokus pada kegunaan nyata dan kepatuhan regulasi ini dipandang sebagai langkah paling realistis untuk membawa teknologi kripto masuk ke dalam arus utama sistem moneter dunia yang sedang bertransformasi.
Baca Juga: Menilik Kejayaan Tron (TRX) di 2026: Raja Transaksi dan Infrastruktur Pembayaran Digital
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.