Jakarta, Pintu News – Pasar aset kripto global saat ini sedang berada dalam tekanan besar setelah analis on-chain Willy Woo memberikan peringatan keras mengenai dimulainya fase awal bear market. Penurunan likuiditas yang signifikan digabungkan dengan lonjakan volatilitas menjadi sinyal kuat bahwa aset digital ini menghadapi rintangan berat untuk kembali ke jalur hijau.
Kondisi ini diperparah dengan data internal yang menunjukkan minat beli investor mulai mencapai titik jenuh di pasar global. Bayang-bayang koreksi lebih dalam kini menghantui para pemegang aset di seluruh dunia karena melemahnya struktur pasar secara makro.
Willy Woo menjelaskan bahwa lonjakan volatilitas saat ini menunjukkan Bitcoin (BTC) telah resmi memasuki tahap pertama dari tiga fase kejatuhan pasar. Ia berargumen bahwa peningkatan ketidakpastian ini menunjukkan pelemahan tren yang biasanya mencapai puncak pada pertengahan siklus sebelum akhirnya stabil.
Model aliran modal internal miliknya kini memberikan konfirmasi yang selaras dengan lonjakan volatilitas yang terjadi di pasar cryptocurrency. Penurunan likuiditas yang dimulai sejak kuartal ketiga tahun 2025 menjadi pemicu utama mengapa harga aset digital ini bereaksi sangat sensitif.
Fase kedua dari siklus ini diprediksi terjadi saat pasar ekuitas global mulai ikut memerah karena berkurangnya selera risiko para investor. Menurut Woo, pasar saham bergerak lebih lambat namun akan memberikan konfirmasi final terhadap kelemahan ekonomi makro yang sedang berlangsung.
Sementara itu, fase ketiga akan ditandai dengan stabilnya likuiditas setelah terjadi peristiwa kapitulasi massal di mana investor menjual aset mereka. Strategi ini menuntut kewaspadaan tinggi bagi pegiat crypto karena volatilitas sekunder sering kali muncul sebagai jebakan sebelum harga menyentuh dasar.
Baca juga: Ethereum Siapkan Gebrakan Besar 2026: Apakah Harga ETH Akan Meledak?
Data Glassnode memperkuat sentimen negatif dengan mengungkapkan adanya kelelahan permintaan setiap kali harga mencoba menembus level Rp1.173.620.000 ($70.000). Meskipun terdapat realisasi keuntungan mencapai Rp83,83 miliar ($5 juta) per jam, harga BTC tetap gagal mempertahankan posisi dan terus mengalami penolakan.
Kondisi likuiditas yang sangat tipis membuat pergerakan harga menuju rentang Rp1,17 miliar hingga Rp1,34 miliar menjadi sangat sulit secara struktural. Hal ini sangat kontras dengan fase euforia tahun 2025 di mana realisasi profit mencapai Rp3,35 triliun hingga Rp5,86 triliun.
Selain masalah likuiditas, ancaman komputasi quantum mulai memengaruhi valuasi jangka panjang Bitcoin (BTC) terhadap aset aman seperti emas secara signifikan. Para investor mulai mengkhawatirkan datangnya “Q Day” di mana mesin quantum mampu memecahkan enkripsi kunci publik yang melindungi jaringan cryptocurrency.
Willy Woo mencatat bahwa sejak risiko quantum ini disadari luas, tren valuasi aset digital ini terhadap emas justru bergerak ke arah berlawanan. Ketidakpastian regulasi membuat investor besar seperti Ran Neuner memilih mengurangi eksposur dan fokus pada posisi defensif guna menghadapi penurunan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.