Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) kini telah memasuki apa yang disebut oleh analis Doctor Profit sebagai Tahap 4 dari siklus bear market enam fase. Ia menjelaskan bahwa struktur ini mengindikasikan adanya mekanika likuiditas yang berulang, penempatan posisi leverage, serta perilaku manusia saat berada di bawah tekanan.
Kerangka kerja tersebut disusun menyusul anjloknya harga Bitcoin dari level tertinggi $125.000 menuju kisaran $60.000 hanya dalam waktu beberapa minggu. Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 23 Februari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $64,979 atau setara dengan Rp1.096.015.764 mengalami penurunan 4,73% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.092.064.012 dan harga tertingginya di Rp1.150.941.528.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp21.767 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 58% menjadi Rp504,54 triliun.
Baca juga: Panduan Arkham: 6 Cara Cerdas Ubah Kerugian Jadi Keuntungan di Masa Bear Market Crypto
Menurut Doctor Profit, Tahap 1 terjadi di kisaran $115.000 hingga $125.000, di mana pembelian yang didorong oleh euforia mendominasi pasar. Ia menjelaskan bahwa pergerakan harga sideways yang berkepanjangan saat itu menutupi penggunaan leverage yang berlebihan dan keserakahan ekstrem (extreme greed).
Khususnya, para pendatang baru meyakini bahwa risiko telah hilang seiring dengan meningkatnya prediksi bullish.
Namun, Tahap 2 dimulai segera setelah Bitcoin kehilangan level psikologis $100.000. Analis tersebut mendeskripsikan penembusan harga tersebut terjadi secara cepat dan terukur. Ia menyoroti peristiwa crash pada 10 Oktober, yang memicu aksi likuidasi terbesar dalam sejarah kripto hanya dalam hitungan jam.
Tahap 3 menyusul dengan apa yang ia sebut sebagai fase paling brutal. Harga Bitcoin terjun bebas dari $97.000 pada Januari menjadi $60.000 pada Februari—sebuah penurunan sebesar 50% dalam waktu 30 hari saja. Ia mencatat bahwa hampir separuh dari total kapitalisasi pasar Bitcoin menguap selama periode tersebut.
Saat ini, ia menempatkan kondisi pasar pada Tahap 4. Fase ini ditandai dengan pergerakan sideways yang lama dalam rentang harga yang terdefinisi. Doctor Profit mengatakan bahwa periode ini lebih bersifat “menguras energi” para partisipan pasar alih-alih mengejutkan mereka.
Lebih lanjut, ia menyebutnya sebagai zona penjualan bagi para weak-hands (investor yang mudah panik). Data on-chain, tambahnya, menunjukkan adanya peningkatan kapitulasi dari pemegang jangka pendek dalam beberapa hari terakhir.
Ia memperkirakan penembusan ke bawah (breakdown) dari rentang harga saat ini akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, bukan dalam hitungan minggu. Untuk saat ini, ia telah memasang order beli (buy orders) di kisaran $57.000 hingga $60.000 dengan mengantisipasi adanya pantulan harga jangka pendek.
Meski demikian, ia tetap mempertahankan target penurunan harga yang lebih luas untuk jangka panjang.
Doctor Profit awalnya memproyeksikan titik terendah (bottom) di kisaran $50.000 hingga $60.000 saat harga BTC berada di level $120.000. Namun, pada bulan Januari, ia merevisi rentang tersebut menjadi $40.000 hingga $50.000.
Baca juga: 3 Altcoin Ini Berpotensi Rebound Kuat Setelah Februari 2026, Kok Bisa?
Dengan mempertimbangkan data makro saat ini serta tekanan nyata di pasar likuiditas, ia kini mengidentifikasi level $35.000 hingga $45.000 sebagai skenario titik terendah akhir (ultimate bottom).
Ia melabeli Tahap 5 sebagai fase ketakutan total dan kapitulasi. Bitcoin, catatnya, dapat merosot hingga 50% atau 70% dari rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) sebelum kepanikan mencapai puncaknya. Setelah itu, Tahap 6 akan menggabungkan volatilitas dengan stabilisasi struktural.
Ia menyatakan bahwa para whales (investor besar) melakukan akumulasi besar-besaran selama periode tersebut. Sementara itu, para trader ritel sering kali terjebak menantikan target harga yang sangat ekstrem sehingga akhirnya melewatkan kesempatan di titik terendah.
Analis Crypto Tice menunjuk pada data historis kejatuhan (crash) harga BTC yang pernah mencapai 84%, 77%, dan 70%. Namun, ia menekankan bahwa tren struktural, bukan sekadar angka persentase semata, yang mendefinisikan sebuah siklus.
Ia menambahkan bahwa institusi terus membangun eksposur mereka dan kerangka regulasi terus mengalami kemajuan. Terlebih lagi, ia mencatat adanya pengetatan pasokan jangka panjang meskipun pasar tengah mengalami volatilitas.
Sementara itu, Captain Faibik menyatakan bahwa para bulls Bitcoin masih berupaya mempertahankan level EMA200 mingguan di kisaran $68.000. Ia mengantisipasi adanya potensi pantulan harga menuju $80.000 dari level tersebut.
Di sisi lain, analis Ted memaparkan data likuidasi yang krusial. Ia mengungkapkan bahwa posisi short senilai $9,37 miliar akan terlikuidasi jika harga Bitcoin naik 20%. Sebaliknya, penurunan harga sebesar 20% akan melikuidasi posisi long senilai $2,24 miliar.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.