Jakarta, Pintu News – Tren investasi logam mulia kini tidak lagi hanya terfokus pada emas, melainkan mulai merambah secara masif ke komoditas perak yang menawarkan potensi keuntungan luar biasa bagi investor.
Sebagai instrumen yang memiliki kegunaan industri tinggi sekaligus sebagai aset pelindung nilai, perak menjadi primadona baru di tengah volatilitas pasar crypto dan cryptocurrency global yang dinamis. Melalui artikel ini, kamu akan diajak untuk memahami peta kekuatan saham perak serta melihat bagaimana pergerakan harga fisiknya di pasar domestik sebagai referensi dalam menyusun strategi keuangan yang lebih kokoh di tahun ini.
Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga perak murni hari ini menunjukkan penguatan yang cukup signifikan di pasar domestik Indonesia. Perak murni ukuran 250 gram kini dibanderol dengan harga dasar Rp12.687.500, namun jika sudah termasuk PPN 11%, harga totalnya mencapai Rp14.083.125. Sementara itu, untuk ukuran yang lebih besar yaitu 500 gram, investor harus merogoh kocek sebesar Rp24.575.000 sebagai harga dasar sebelum ditambahkan komponen pajak yang berlaku.
Selain perak batangan standar, kamu juga bisa melirik koleksi Perak Heritage yang memiliki nilai estetika dan sejarah yang lebih tinggi bagi kolektor. Perak Heritage ukuran 31,1 gram dijual dengan harga dasar Rp2.076.370, sedangkan untuk ukuran 186,6 gram harganya berada di level Rp11.336.686. Ketersediaan produk perak fisik ini memberikan opsi yang sangat terjangkau bagi pemula yang ingin mulai membangun benteng kekayaan dengan aset fisik yang nilainya terus terjaga.
Baca Juga: Elon Musk Tentang Silver: 5 Fakta, Opini, dan Dampaknya ke Harga Logam Mulia

Bagi kamu yang lebih menyukai investasi di pasar modal, terdapat beberapa emiten pertambangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memiliki lini bisnis produksi perak cukup besar. Salah satu pemain utamanya adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mengelola tambang emas dan perak di Tujuh Bukit, Banyuwangi, dengan kapasitas produksi yang terus meningkat. Saham ini seringkali menjadi pilihan utama karena fundamentalnya yang kuat serta ekspansi bisnis yang agresif di sektor pengolahan logam mulia terpadu.
Selain itu, kamu juga bisa memantau pergerakan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang tidak hanya memproduksi emas, tetapi juga perak murni berkualitas tinggi. Emiten pelat merah ini memiliki keunggulan pada jaringan distribusi dan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap kualitas produk batangan yang mereka hasilkan. Terakhir, terdapat PT United Tractors Tbk (UNTR) yang melalui anak usahanya, PT Agincourt Resources, mengoperasikan Tambang Emas Martabe yang juga menghasilkan perak dalam jumlah signifikan setiap tahunnya.

Banyak analis memprediksi bahwa perak akan mengalami fase “bull run” karena adanya kesenjangan antara permintaan industri yang meningkat dan pasokan tambang yang terbatas. Jika kamu membandingkan volatilitas Bitcoin (BTC) dengan perak, komoditas fisik ini cenderung lebih tahan terhadap guncangan regulasi global yang sering menghantui pasar aset digital.
Oleh karena itu, mengombinasikan perak ke dalam portofolio investasi kamu merupakan langkah diversifikasi cerdas untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang. Silver ETF Tertokenisasi (SLVON) adalah token digital yang diterbitkan oleh Ondo Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.
Setiap SLVon memiliki nilai yang setara dengan saham SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.