Jakarta, Pintu News – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam kembali mencatatkan rekor baru pada perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan pantauan pasar, harga emas Antam tetap stabil di level tinggi, mencerminkan kekuatan logam mulia sebagai aset pelindung nilai di tengah dinamika pasar keuangan global. Bagi kamu yang memantau pergerakan crypto maupun cryptocurrency, stabilitas emas sering kali menjadi indikator penting untuk menyeimbangkan portofolio investasi agar tetap aman dari fluktuasi ekstrem.
Jakarta, Pintu News – Berdasarkan data resmi per Senin, 23 Februari 2026, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp3.012.000. Angka ini menunjukkan bahwa emas batangan masih kokoh berada di atas level psikologis Rp3 juta, menjadikannya salah satu periode terkuat bagi pemegang logam mulia. Lonjakan harga ini dipicu oleh tingginya harga emas spot dunia yang sempat menyentuh US$5.166 per troy ons pada sesi perdagangan pagi.
Selain ukuran 1 gram, Antam juga menyediakan berbagai pilihan gramasi yang bisa kamu sesuaikan dengan anggaran investasi. Untuk pecahan 0,5 gram, harga dasar tercatat sebesar Rp1.522.000, sementara untuk ukuran besar seperti 1.000 gram atau 1 kg dipatok pada harga dasar Rp2.884.600.000. Perlu diingat bahwa setiap transaksi pembelian emas batangan akan dikenakan pajak PPh sesuai regulasi pemerintah, sehingga penting bagi kamu untuk membawa identitas diri agar mendapatkan potongan pajak yang lebih rendah.
Baca Juga: Elon Musk Tentang Silver: 5 Fakta, Opini, dan Dampaknya ke Harga Logam Mulia

Kenaikan harga emas domestik secara langsung dipengaruhi oleh performa emas di pasar internasional yang mencatatkan kenaikan tiga hari beruntun hingga akhir pekan lalu. Secara total, harga emas dunia melonjak sekitar 4,71% dalam periode tersebut dan mencapai level tertinggi sejak akhir Januari 2026. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) akibat ketidakpastian ekonomi global dan memanasnya tensi geopolitik di berbagai wilayah.
Selain faktor keamanan, kebijakan bank sentral berbagai negara yang gencar menambah cadangan emas fisik turut memperkuat harga. Sentimen de-dolarisasi atau upaya negara-negara berkembang untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS menjadi katalis jangka panjang yang menopang harga logam mulia. Bagi investor, kondisi ini memberikan keyakinan bahwa emas akan terus menjadi instrumen perlindungan kekayaan yang tangguh dibandingkan aset berisiko lainnya.
Melihat harga emas yang stabil di level tinggi, banyak investor mulai menerapkan strategi pembelian bertahap untuk memitigasi risiko fluktuasi harga. Fase ini dipandang sebagai momen yang tepat bagi kamu untuk melakukan akumulasi, terutama jika memiliki visi investasi jangka panjang di atas lima tahun. Emas tetap menjadi jangkar yang stabil saat pasar modal maupun cryptocurrency mengalami koreksi tajam.
Bagi kamu yang baru memulai, pastikan untuk selalu membeli emas di butik resmi atau platform terpercaya guna menjamin keaslian dan kemurnian produk. Selain emas fisik, kamu juga bisa memantau pergerakan harga perak murni yang hari ini menunjukkan tren penguatan ke level Rp54.250 per gram. Diversifikasi antara emas dan perak dapat menjadi kombinasi yang solid untuk menjaga nilai aset kamu tetap bertumbuh secara konsisten di tengah tantangan ekonomi global.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Tether Gold (XAUT), stablecoin berbasis ERC-20 yang didukung emas fisik, di mana 1 token mewakili 1 troy ounce emas murni. Emas disimpan di brankas di Swiss dan setiap token terhubung langsung ke emas batangan bersertifikat. Sistemnya menggunakan algoritma otomatis untuk mengelola alokasi emas dan alamat Ethereum secara efisien.
Token XAUt tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. XAUt juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.