Jakarta, Pintu News – Minggu ini diprediksi menjadi periode paling volatil sepanjang tahun 2026 bagi pasar kripto. Sejumlah agenda ekonomi dan kebijakan makro Amerika Serikat akan menjadi sorotan utama para investor dan trader.
Mulai dari data inflasi, injeksi likuiditas oleh Federal Reserve, hingga pengumuman ekonomi dari Presiden Donald Trump, semuanya berpotensi mengubah arah pasar secara drastis. Selain itu, perkembangan regulasi terkait RUU struktur pasar kripto juga akan menjadi penentu sentimen di akhir pekan.
Awal pekan ini, perhatian investor tertuju pada rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menjadi acuan utama Federal Reserve. Data terbaru menunjukkan inflasi PCE naik 2,9% secara tahunan, melampaui ekspektasi pasar dan memupus harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Kondisi ini membuat aset berisiko seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) semakin tertekan, karena investor cenderung menghindari risiko di tengah inflasi tinggi. Para pelaku pasar kini menanti apakah laju kenaikan harga akan mulai melambat atau justru semakin menguat.
Selanjutnya, pada hari Selasa, Federal Reserve dijadwalkan melakukan injeksi likuiditas senilai $14.600.000.000 ke pasar keuangan. Langkah ini dipandang sebagai upaya stimulus sementara untuk menstabilkan pasar setelah data makroekonomi yang mengecewakan.
Beberapa analis menilai tambahan likuiditas ini dapat mendorong minat terhadap aset spekulatif seperti Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Pepe Coin (PEPE). Namun, perlu dicatat bahwa injeksi likuiditas ini berbeda dengan kebijakan quantitative easing (QE) penuh yang pernah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: Elon Musk Tentang Silver: 5 Fakta, Opini, dan Dampaknya ke Harga Logam Mulia
Pada hari Rabu, data klaim pengangguran awal (initial jobless claims) akan dirilis dan menjadi indikator penting kekuatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Data terakhir menunjukkan klaim turun menjadi 206.000, menandakan pasar tenaga kerja yang masih solid. Jika tren ini berlanjut, penguatan Dolar AS bisa menekan harga-harga kripto seperti Ripple (XRP) dan Tether (USDT).
Sebaliknya, jika data tenaga kerja melemah, spekulasi terkait pelonggaran kebijakan moneter bisa kembali menguat dan mendorong harga kripto naik. Hari Kamis, fokus pasar akan beralih ke laporan neraca Federal Reserve.
Investor akan mencermati apakah terjadi pengetatan atau pelonggaran likuiditas yang dapat memicu perubahan sentimen risiko secara luas. Bahkan perubahan kecil pada neraca The Fed dapat berdampak signifikan pada volatilitas harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Oleh karena itu, pelaku pasar sangat waspada terhadap setiap sinyal kebijakan yang muncul dari laporan ini.

Selain faktor makroekonomi, perkembangan regulasi juga menjadi perhatian utama minggu ini. Gedung Putih telah menetapkan tenggat waktu 1 Maret untuk mencapai kesepakatan terkait RUU CLARITY Act, yang akan menjadi landasan struktur pasar kripto di Amerika Serikat.
Proses negosiasi antara perwakilan industri aset digital dan perbankan masih menemui jalan buntu, terutama terkait isu pemberian imbal hasil (yield) dan skema reward oleh penerbit kripto. Jika tercapai kompromi, hal ini dapat memberikan kepastian hukum dan mendorong minat investor institusional ke pasar kripto.
Menjelang akhir pekan, pasar juga akan menantikan pengumuman ekonomi dari Presiden Donald Trump yang dijadwalkan pada hari Jumat. Setiap pernyataan atau kebijakan baru dari Gedung Putih berpotensi memicu reaksi cepat di pasar, terutama jika berkaitan dengan regulasi atau stimulus ekonomi. Kombinasi antara data makro, kebijakan moneter, dan perkembangan regulasi membuat minggu ini menjadi salah satu periode paling menentukan bagi masa depan pasar kripto.
Dengan serangkaian agenda penting yang akan berlangsung, pasar kripto diprediksi akan mengalami volatilitas tinggi sepanjang minggu ini. Para pelaku pasar harus mencermati setiap perkembangan data ekonomi, kebijakan Federal Reserve, serta dinamika regulasi yang dapat mengubah arah harga secara tiba-tiba.
Keputusan investor dalam menghadapi minggu penuh ketidakpastian ini akan sangat menentukan posisi pasar di bulan-bulan mendatang. Apakah pasar akan stabil atau justru memasuki fase penurunan baru, semuanya akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Cara Bermain Bitcoin di HP untuk Pemula di 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.