Jakarta, Pintu News – Kenaikan tarif impor Amerika Serikat yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 21 Februari lalu langsung mengguncang pasar keuangan global, termasuk aset kripto seperti Bitcoin (BTC). Dalam beberapa jam setelah pengumuman tersebut, Bitcoin (BTC) sempat melonjak mendekati $68.000, namun tidak mampu mempertahankan momentum positifnya.
Ethereum (ETH) dan indeks TOTAL3, yang melacak kapitalisasi pasar kripto tanpa Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), juga mengalami penurunan, menandakan tekanan jual melanda hampir seluruh altcoin. Kondisi ini memperlihatkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap kebijakan ekonomi makro dan sentimen global.

Kebijakan Trump menaikkan tarif impor global menjadi 15% secara langsung memicu penguatan Dolar AS dan membuat investor beralih ke aset yang lebih aman. Menurut Wenny Cai, COO SynFutures, pergerakan Bitcoin (BTC) yang turun ke kisaran $65.000 bukan hanya soal sentimen negatif, melainkan juga akibat perubahan posisi investor yang kini lebih memilih instrumen berisiko rendah.
Kenaikan tarif ini sendiri terjadi setelah pengadilan membatasi penggunaan kekuatan darurat oleh Trump, meski ia tetap menggunakan undang-undang perdagangan lain sebagai dasar hukum. Namun, sejumlah pengamat hukum seperti Adam Cochran menilai bahwa aturan tersebut membatasi durasi dan cakupan penerapan tarif, sehingga efek jangka panjangnya masih diperdebatkan.
Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat juga mengalami pelemahan, sementara permintaan terhadap instrumen kas dan obligasi jangka pendek meningkat. Hal ini menandakan bahwa pelaku pasar tengah mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Indeks Fear and Greed pun turun ke level “extreme fear”, menandakan investor semakin waspada dan cenderung menahan diri dari aksi beli. Situasi ini memperkuat tekanan pada pasar kripto, yang selama ini dikenal sebagai aset berisiko tinggi dan sangat dipengaruhi oleh likuiditas global.
Baca Juga:Â Elon Musk Tentang Silver: 5 Fakta, Opini, dan Dampaknya ke Harga Logam Mulia

Meskipun sentimen pasar saat ini sangat negatif, data historis menunjukkan bahwa tekanan seperti ini tidak selalu berlangsung lama. Ekonom Timothy Peterson mengungkapkan melalui platform X bahwa sejak 2011, ketika setidaknya separuh dari dua tahun terakhir mencatatkan performa positif, Bitcoin (BTC) cenderung naik dalam 10 bulan berikutnya sebanyak 88% dari waktu yang diamati. Rata-rata, kenaikan harga pada periode tersebut bisa mencapai 82%, memberikan harapan bagi investor jangka panjang.
Peterson bahkan memperkirakan bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi menembus $122.000 dalam beberapa waktu ke depan jika pola historis ini kembali terulang. Analisis ini memberikan perspektif berbeda di tengah kepanikan pasar, di mana banyak investor memilih keluar sementara waktu. Meski tekanan jangka pendek masih terasa, peluang rebound tetap terbuka lebar jika sentimen global mulai membaik dan likuiditas kembali mengalir ke aset kripto.
Sejarah membuktikan bahwa Bitcoin (BTC) kerap pulih dengan cepat setelah periode volatilitas tinggi, terutama ketika didukung oleh tren positif dalam jangka panjang. Oleh karena itu, investor yang mampu bertahan di tengah badai biasanya akan menikmati hasil yang signifikan di masa mendatang.

Dengan mempertimbangkan data historis dan analisis para ahli, peluang pemulihan harga Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya masih sangat terbuka. Jika pola kenaikan pasca tekanan seperti yang terjadi di masa lalu kembali terulang, maka target harga $122.000 bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai faktor eksternal seperti kebijakan moneter, geopolitik, dan perubahan regulasi yang dapat memicu volatilitas baru. Diversifikasi portofolio dan manajemen risiko menjadi kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian pasar saat ini. Selain itu, perkembangan teknologi blockchain dan adopsi institusional juga akan menjadi katalis penting bagi pertumbuhan pasar kripto ke depan.
Jika sentimen global mulai membaik dan arus modal kembali mengalir ke aset digital, maka pemulihan harga bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan. Namun, penting untuk diingat bahwa pasar kripto sangat dinamis dan rentan terhadap perubahan mendadak, sehingga keputusan investasi harus selalu didasarkan pada analisis yang matang. Dengan demikian, peluang rebound tetap ada, namun kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama.
Meskipun tekanan akibat kebijakan tarif dan sentimen global masih membayangi, data historis dan analisis para ahli menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) dan pasar kripto secara umum masih memiliki peluang besar untuk bangkit. Investor yang mampu bertahan dan mengambil keputusan berdasarkan data serta analisis jangka panjang berpotensi meraih keuntungan signifikan di masa depan.
Dengan volatilitas yang tinggi, pasar kripto memang penuh risiko, namun juga menawarkan peluang luar biasa bagi mereka yang siap menghadapi tantangan. Pada akhirnya, hanya waktu yang akan membuktikan seberapa kuat Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya dalam menghadapi badai ekonomi global.
Baca Juga:Â Cara Bermain Bitcoin di HP untuk Pemula di 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.