Jakarta, Pintu News – Keputusan Mahkamah Agung untuk melarang kebijakan tarif Donald Trump secara diam-diam telah menggeser sentimen pasar global. Pasar saham bereaksi lebih awal, namun para whale kripto tampaknya mulai ikut bergerak.
Analis dari laman BeInCrypto yang melacak aliran blockchain telah mengidentifikasi akumulasi dini pada tiga altcoin, yang menandakan penempatan posisi menjelang potensi pergeseran likuiditas.
Penghapusan tarif dapat meredakan tekanan inflasi dan meningkatkan selera risiko (risk appetite), kondisi yang biasanya menguntungkan aset-aset spekulatif. Hal ini menunjukkan bahwa para whale crypto mungkin sudah mulai bersiap menghadapi fase berikutnya dari momentum kripto yang didorong oleh faktor makro, asalkan sentimen positif ini terus bertahan.
Para whale crypto terpantau sedang memborong Pump.fun (PUMP), salah satu pemain infrastruktur awal yang berkaitan erat dengan aktivitas spekulatif. Platform seperti Pump.fun cenderung menjadi pihak yang pertama kali diuntungkan saat selera risiko (risk appetite) pasar membaik, karena posisinya yang berada di pusat peluncuran token-token berisiko tinggi.
Baca juga: Sinyal “Diskon” Muncul di Aset Crypto Bluechip: Akankah BTC, ETH, XRP, ADA, & LINK Rebound?
Data on-chain menunjukkan bahwa kepemilikan para whale naik sebesar 1,16% dalam 24 jam (21/2), sehingga total simpanan mereka menjadi 12,23 miliar PUMP. Ini berarti para whale telah menambah sekitar 140 juta token PUMP hanya dalam satu hari.

Pada harga saat ini (21/2), jumlah tersebut setara dengan akumulasi senilai sekitar $280.000. Meski bukan merupakan lonjakan yang agresif, hal ini menandakan penempatan posisi dini (early positioning) alih-alih mengejar harga di akhir (late chasing), yang mencerminkan sikap optimisme yang hati-hati.
Alasan di balik perilaku ini mungkin terletak pada grafik harga. PUMP saat ini sedang membentuk pola inverse head-and-shoulders pada grafik 12 jam. Ini merupakan struktur pembalikan bullish yang muncul ketika tekanan jual mulai mereda dan pembeli mulai mengambil alih kendali.
Resistensi neckline berada di kisaran $0,0022, dan jika terjadi penembusan (breakout) yang terkonfirmasi di atas level ini, jalan menuju $0,0035 akan terbuka, yang mewakili potensi kenaikan lebih dari 55%.

Momentum juga sudah mulai terbentuk. PUMP kini tengah menguji Exponential Moving Average (EMA) periode 20, indikator yang melacak harga rata-rata dengan memberikan bobot lebih pada pergerakan harga terbaru. Para trader menggunakan level ini untuk mengukur kekuatan jangka pendek.
Terakhir kali PUMP berhasil merebut kembali EMA ini pada 13 Februari, harganya melonjak hampir 15% tak lama kemudian. Reli serupa dapat mendorong harga PUMP melewati garis neckline.
Namun, risiko tetap membayangi. Penurunan di bawah $0,0019 akan memperlemah momentum, sementara kejatuhan di bawah $0,0016 akan membatalkan seluruh skenario bullish tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa para whale kripto melakukan akumulasi secara bertahap; mereka tampaknya bersiap lebih awal untuk lonjakan harga PUMP, namun tetap waspada terhadap struktur pasar saat ini.
Para whale crypto terpantau sedang memborong Synthetix (SNX), namun pengamatan lebih dalam menunjukkan bahwa pergerakan ini utamanya dipimpin oleh para mega whale. Pergeseran ini terjadi setelah keputusan Mahkamah Agung yang melarang kebijakan tarif Trump meningkatkan selera risiko (risk appetite) pasar. Ketika ketidakpastian makro mereda, investor besar sering kali melakukan rotasi ke token DeFi ber-beta tinggi yang memiliki potensi kenaikan lebih cepat.
Synthetix cocok dengan profil ini karena platform tersebut mendukung aset sintetis, yang cenderung menarik aktivitas tinggi saat para trader mengharapkan momentum pasar yang lebih kuat.
Data mengonfirmasi adanya akumulasi selektif ini. 100 alamat teratas meningkatkan kepemilikan mereka sebesar 1,47%, sehingga total simpanan mereka mencapai 312,22 juta SNX. Ini berarti mereka telah menambah sekitar 4,52 juta token SNX (21/2). Pada harga saat ini, jumlah tersebut setara dengan akumulasi senilai sekitar $1,83 juta.

Hal ini menjadi penting karena para mega whale membeli saat kondisi harga sedang kuat, bukan saat lemah. Ini biasanya menjadi sinyal penempatan posisi untuk kelanjutan tren (continuation), bukan sekadar membeli saat harga turun (dip buying).
Grafik harga menjelaskan alasan di baliknya.
SNX tampaknya sedang membentuk pola cup and handle, yang merupakan struktur kelanjutan bullish. Pola ini dimulai dengan pemulihan yang melengkung, diikuti oleh penarikan harga (pullback) yang lebih kecil yang disebut sebagai handle. Bagian handle ini mungkin akan segera terbentuk, yang berarti konsolidasi kemungkinan akan terjadi sebelum pergerakan besar berikutnya.
Level penembusan (breakout) kunci berada di angka $0,42. Jika SNX berhasil menembus dan menunjukkan penerimaan di atas level tersebut, proyeksi pola ini menyarankan kemungkinan reli sebesar 72% menuju $0,73. Potensi inilah yang menjelaskan mengapa para mega whale mengambil posisi lebih awal; mereka kemungkinan besar bersedia menunggu selama masa konsolidasi, sementara para whale yang lebih kecil cenderung ragu-ragu.
Baca juga: Bitcoin Vs Emas: Aset Mana yang akan Meledak di 2026?

Dari sisi penurunan, $0,36 dan $0,32 adalah level dukungan (support) penting selama masa konsolidasi. Level-level ini memungkinkan pola handle terbentuk secara normal. Namun, penurunan di bawah $0,24 akan membatalkan pola bullish tersebut sepenuhnya.
Onyxcoin (XCN) menjadi token ketiga di mana para whale crypto secara diam-diam meningkatkan eksposur mereka setelah keputusan Mahkamah Agung terkait larangan tarif Trump. Kepemilikan para whale naik dari 48,84 miliar menjadi 48,96 miliar XCN, dengan penambahan 120 juta token dalam satu hari. Pada harga saat ini (21/2), jumlah tersebut setara dengan akumulasi senilai sekitar $612.000 dalam bentuk XCN.
Aksi beli ini terjadi meskipun performa XCN belakangan ini tergolong lemah, yang menunjukkan bahwa para whale kemungkinan sedang memosisikan diri lebih awal untuk sebuah pembalikan tren (reversal), alih-alih sekadar bereaksi terhadap kekuatan harga yang sudah ada.

Salah satu alasan potensial terletak pada peran inti Onyxcoin. Proyek ini berfokus pada infrastruktur keuangan berbasis blockchain, termasuk sistem pembayaran dan penyelesaian (settlement). Jika pembatasan tarif mereda dan perdagangan global membaik, permintaan terhadap jaringan penyelesaian blockchain dapat meningkat.
Para whale mungkin melihat XCN sebagai taruhan yang diperkuat (leveraged bet) terhadap pergeseran makro jangka panjang tersebut.
Grafik harga XCN juga mendukung strategi penempatan posisi dini ini. Antara 4 November hingga 19 Februari, XCN membentuk titik terendah yang lebih rendah (lower low) pada harga, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) justru membentuk titik terendah yang lebih tinggi (higher low).

RSI berfungsi mengukur momentum. Ketika RSI naik saat harga turun, itu merupakan sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah. Pola ini sering kali muncul sebelum terjadinya pembalikan tren. Yang terpenting, titik terendah RSI sebelumnya berada jauh di zona jenuh jual (oversold), yang semakin memperkuat sinyal pembalikan tersebut.
Beberapa pemulihan pun sudah mulai terlihat. Level penembusan (breakout) kunci berikutnya berada di $0,0065. Jika XCN mampu bergerak di atas level ini, ia bisa menargetkan $0,0098, yang selaras dengan level Fibonacci retracement kunci. Ini akan mewakili potensi reli sebesar 92% dari level harga saat ini.
Namun, risiko tetap membayangi. Jika XCN jatuh di bawah $0,0045, struktur pembalikan akan melemah, dan penurunan lebih dalam menuju $0,0041 bisa saja menyusul.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.