Jakarta, Pintu News – Pembelian Bitcoin (BTC) dalam jumlah besar kembali mencuri perhatian dunia keuangan global. Sebuah perusahaan ternama baru saja menuntaskan pembelian ke-100 Bitcoin (BTC) senilai hampir $40 juta, menambah total kepemilikan menjadi 717.722 BTC.
Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap strategi treasury berbasis aset kripto yang telah dijalankan sejak 2020. Dengan nilai akumulasi mencapai puluhan miliar dolar, perusahaan ini semakin memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin (BTC) korporasi terbesar di dunia.
Pada pekan lalu, perusahaan yang dikenal dengan strategi agresifnya dalam mengakumulasi Bitcoin (BTC) kembali membuat gebrakan. Mereka membeli 592 Bitcoin (BTC) dengan nilai sekitar $39,8 juta, menandai transaksi ke-100 sejak pertama kali mengadopsi strategi treasury berbasis kripto pada Agustus 2020.
Pembelian ini dilakukan dengan harga rata-rata $67.286 per koin, sudah termasuk biaya dan pengeluaran terkait. Dana untuk pembelian tersebut diperoleh dari penjualan 297.940 saham kelas A melalui program penawaran saham di pasar terbuka (ATM), menghasilkan dana segar sekitar $39,7 juta.
Langkah ini mempertegas konsistensi perusahaan dalam menambah portofolio Bitcoin (BTC) secara rutin, bahkan di tengah fluktuasi harga pasar. Dalam pengumuman resminya, perusahaan menyatakan tidak menjual saham preferen selama periode pelaporan, menandakan fokus penuh pada akumulasi aset digital.
Michael Saylor, Executive Chairman perusahaan, sempat mengisyaratkan pencapaian ini melalui unggahan di platform X, menyebutnya sebagai “The Orange Century” yang merujuk pada optimisme jangka panjang terhadap Bitcoin (BTC). Strategi ini telah membawa perusahaan menjadi sorotan utama di kalangan pelaku pasar aset digital global.
Sejak pertama kali mengalokasikan dana sebesar $250 juta untuk membeli Bitcoin (BTC) pada Agustus 2020, perusahaan ini terus memperluas kepemilikan di berbagai siklus pasar. Kini, total kepemilikan mencapai 717.722 Bitcoin (BTC) dengan nilai akumulasi pembelian sebesar $54,56 miliar.
Namun, dengan harga pasar saat ini, nilai portofolio tersebut berada di kisaran $47,5 miliar, menandakan adanya fluktuasi harga yang cukup signifikan. Meski demikian, perusahaan tetap konsisten melakukan pembelian mingguan, bahkan ketika harga Bitcoin (BTC) berada di bawah rata-rata harga beli keseluruhan sebesar $76.020 per koin.
Baca juga: 4 Agenda Ekonomi AS yang Siap Guncang Harga Bitcoin (BTC) di Akhir Februari!
Pendanaan untuk akumulasi Bitcoin (BTC) ini sebagian besar berasal dari penerbitan saham baru dan instrumen pasar modal lainnya. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk terus menambah aset digital tanpa harus mengorbankan likuiditas operasional.
Tidak hanya itu, perusahaan juga tidak melakukan penjualan saham preferen selama periode pelaporan, memperlihatkan komitmen jangka panjang terhadap Bitcoin (BTC). Dengan strategi ini, perusahaan berhasil menjadi pemegang Bitcoin (BTC) terbesar di antara perusahaan publik di seluruh dunia.
Keputusan perusahaan untuk terus menambah kepemilikan Bitcoin (BTC) menjadi bagian sentral dari strategi korporasi dan struktur modalnya. Hampir enam tahun sejak pembelian pertama, eksposur terhadap Bitcoin (BTC) tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan aset perusahaan.
Michael Saylor, sebagai tokoh sentral di balik strategi ini, secara terbuka menyatakan keyakinannya terhadap potensi harga Bitcoin (BTC) di masa depan. Dalam salah satu unggahan di X pada 20 Februari, Saylor menegaskan, “Jika tidak menuju nol, maka akan menuju satu juta.”
Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan kuat bahwa Bitcoin (BTC) memiliki potensi pertumbuhan luar biasa dalam jangka panjang. Dengan terus menambah kepemilikan, perusahaan berharap dapat memaksimalkan keuntungan dari kenaikan harga di masa mendatang.
Strategi ini juga memberikan sinyal kuat kepada pasar bahwa Bitcoin (BTC) bukan sekadar aset spekulatif, melainkan bagian integral dari strategi keuangan perusahaan modern. Keberhasilan perusahaan ini bisa menjadi inspirasi bagi korporasi lain yang ingin memanfaatkan potensi aset digital dalam memperkuat struktur modal mereka.
Pencapaian pembelian Bitcoin (BTC) ke-100 oleh perusahaan ini menandai babak baru dalam sejarah investasi korporasi global. Dengan total kepemilikan 717.722 BTC dan nilai portofolio mencapai puluhan miliar dolar, perusahaan ini membuktikan bahwa strategi akumulasi aset digital dapat menjadi pilar utama dalam pengelolaan keuangan modern.
Konsistensi, keberanian, dan keyakinan terhadap masa depan Bitcoin (BTC) menjadi kunci utama keberhasilan strategi ini. Langkah perusahaan ini diyakini akan terus menjadi sorotan dan inspirasi bagi pelaku pasar di seluruh dunia.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.