Jakarta, Pintu News – Pasar kripto tengah memasuki masa penuh ketidakpastian, namun satu tanggal kini menjadi sorotan utama: 1 Maret. Banyak pelaku pasar dan investor menantikan momen ini sebagai potensi awal dari reli besar altcoin. Isu regulasi yang selama ini membayangi industri kripto di Amerika Serikat tampaknya akan menemukan titik terang. Menurut Coinpedia, jika benar terjadi, perubahan ini bisa menjadi katalis utama yang menggerakkan pasar altcoin menuju level baru.
Tanggal 1 Maret menjadi sangat penting karena pemerintah Amerika Serikat telah menetapkan tenggat waktu untuk menyelesaikan sengketa terkait imbal hasil stablecoin. Sengketa ini selama berbulan-bulan telah menghambat pengesahan RUU struktur pasar kripto yang dikenal sebagai Clarity Act.

RUU ini bertujuan memberikan kepastian hukum bagi seluruh ekosistem kripto di Amerika Serikat, sesuatu yang sangat dinantikan oleh pelaku industri. Dengan adanya kepastian regulasi, pasar diharapkan akan bergerak lebih stabil dan menarik minat investor institusi. Menurut prediksi pasar, peluang Clarity Act disahkan menjadi undang-undang pada tahun 2026 mencapai 83%.
CEO Ripple (XRP), Brad Garlinghouse, bahkan menyatakan keyakinannya bahwa peluang RUU ini lolos sebelum April berada di kisaran 80 hingga 90%. Jika RUU ini benar-benar disahkan, maka salah satu hambatan terbesar bagi pertumbuhan industri kripto akan terangkat. Hal ini tentu saja dapat membuka jalan bagi masuknya dana besar dari institusi ke pasar altcoin.
Baca juga: Harga Bitcoin Terburuk Sejak 2022, Ini 3 Hal yang Perlu Diketahui!
Permasalahan utama yang memperlambat pengesahan RUU ini adalah terkait imbal hasil stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC). Bank-bank tradisional khawatir jika platform kripto menawarkan imbal hasil tinggi pada saldo stablecoin, maka dana nasabah akan berpindah dari bank ke platform kripto. Hal ini dianggap dapat mengancam stabilitas sistem keuangan konvensional dan mengurangi daya saing bank.
Di sisi lain, perusahaan kripto berpendapat bahwa pelarangan imbal hasil pasif akan menghambat inovasi dan membuat Amerika Serikat tertinggal dari negara lain dalam pengembangan teknologi blockchain.
Kini, kompromi mulai terbentuk dengan usulan agar imbal hasil hanya diberikan pada aktivitas tertentu, seperti transaksi atau partisipasi aktif, bukan sekadar menyimpan stablecoin. Jika solusi ini disepakati sebelum 1 Maret, maka proses pengesahan RUU Clarity Act bisa berjalan lebih cepat dan mulus.
Baca juga: Harga Emas Digital Hari Ini, Selasa 24 Februari 2026

Ketidakpastian regulasi selama ini menjadi alasan utama mengapa investor institusi masih ragu untuk masuk ke pasar kripto, termasuk altcoin seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Dogecoin (DOGE), dan Pepe Coin (PEPE). Institusi keuangan besar cenderung menghindari area abu-abu hukum dan menunggu kepastian dari otoritas seperti SEC dan CFTC sebelum mengucurkan dana dalam jumlah besar.
Jika Clarity Act mulai menunjukkan kemajuan signifikan, kepercayaan institusi diprediksi akan meningkat drastis. Pasar kripto dikenal sering bergerak lebih dulu sebelum berita resmi diumumkan. Oleh karena itu, banyak analis memperkirakan bahwa pergerakan harga altcoin bisa terjadi pada akhir Februari hingga awal Maret, seiring dengan perkembangan pembahasan RUU ini.
Jika benar terjadi, reli altcoin bisa melibatkan lonjakan harga pada berbagai token utama dan memperluas partisipasi investor ritel maupun institusi. Momentum ini juga dapat membawa Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) ke level harga baru, sekaligus mendorong kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.
Dengan semakin dekatnya tenggat waktu 1 Maret, seluruh mata pelaku pasar kini tertuju pada perkembangan regulasi di Amerika Serikat. Jika kompromi terkait imbal hasil stablecoin tercapai dan Clarity Act bergerak maju, potensi reli altcoin semakin terbuka lebar. Kejelasan regulasi akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri kripto di masa depan. Bagi investor, momen ini bisa menjadi peluang emas untuk menyaksikan perubahan besar dalam ekosistem aset digital.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.