4 Sinyal Jual Bitcoin Muncul Lagi! Harga BTC Berisiko Turun?

Updated
February 25, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Memasuki akhir Februari 2026, pasar cryptocurrency sedang berada dalam fase yang cukup krusial bagi para investor ritel maupun institusi global. Bitcoin (BTC) baru-baru ini dilaporkan menunjukkan empat sinyal jual teknis yang sangat identik dengan pola yang pernah muncul pada tahun 2024 silam. Kamu perlu memahami dinamika ini dengan saksama agar tidak terjebak dalam euforia pasar yang mungkin akan segera mengalami fase koreksi sehat dalam waktu dekat.

Munculnya 4 Sinyal Jual Teknis pada Bitcoin (BTC)

Indikator teknis menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) telah memicu empat sinyal jual yang sangat jarang terjadi secara bersamaan dalam periode waktu singkat. Sinyal-sinyal ini didasarkan pada data historis yang sering kali menjadi pendahulu dari penurunan harga yang cukup signifikan di masa lalu. Kamu harus tetap waspada karena pola grafik saat ini mencerminkan adanya potensi pengulangan sejarah yang bisa berdampak pada portofolio digitalmu.

Analisis mendalam terhadap data on-chain menunjukkan adanya tekanan distribusi yang mulai meningkat di antara para pemegang besar atau sering disebut “whale”. Kondisi pasar saat ini mencerminkan adanya kejenuhan beli yang sangat tinggi sehingga bisa memicu aksi ambil untung massal oleh para pelaku pasar. Jika pola sejarah ini benar-benar berulang, maka seluruh pasar crypto mungkin akan menghadapi volatilitas yang sangat ekstrem dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga: Top 3 Crypto Februari 2026: Pippin (PIPPIN) Meroket Fantastis 98,70%!

Perbandingan Strategis dengan Pergerakan Harga Tahun 2024

Sejarah mencatat bahwa setiap kali empat sinyal jual ini muncul secara kolektif, harga Bitcoin (BTC) cenderung mengalami koreksi tajam antara 10% hingga 15% dari harga puncaknya. Pada tahun 2024, pola serupa sempat menyebabkan kepanikan singkat di kalangan investor sebelum akhirnya harga menemukan level dukungan baru yang lebih kokoh. Kamu bisa mempelajari tren masa lalu ini untuk mengatur ulang strategi manajemen risiko agar tetap mampu bertahan di tengah fluktuasi pasar.

Ketidakpastian kebijakan moneter global saat ini turut memberikan tekanan tambahan bagi aset-aset berisiko tinggi di dalam ekosistem cryptocurrency. Meskipun fundamental teknologi blockchain tetap terlihat sangat kuat, sentimen jangka pendek sangat dipengaruhi oleh indikator teknis yang cenderung mengarah pada posisi jual. Kamu sangat disarankan untuk tidak terlalu agresif dalam melakukan pembelian aset di harga tertinggi saat ini guna menghindari potensi kerugian modal.

Prediksi Harga BTC Jika Terjadi Koreksi Signifikan

Jika saat ini harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran $91.000, maka nilainya setara dengan Rp1.531.621.000 jika kamu menggunakan nilai konversi Rp16.831 per Dollar AS. Apabila terjadi penurunan sebesar 10% sesuai sinyal yang muncul, maka harga kemungkinan akan meluncur ke level $81.900 atau sekitar Rp1.378.458.000 dalam waktu singkat. Kamu perlu terus memantau level dukungan psikologis ini sebagai area potensial untuk mulai melakukan akumulasi atau pembelian kembali secara bertahap.

Penurunan harga pada raja kripto ini biasanya akan secara otomatis menyeret aset digital besar lainnya seperti Ethereum (ETH) atau Ripple (XRP) ke zona merah. Fenomena korelasi pasar ini merupakan hal yang sangat wajar terjadi dalam siklus pasar crypto yang dikenal sangat dinamis dan sering kali penuh dengan kejutan tak terduga. Selalu pastikan kamu memiliki ketersediaan dana cadangan yang cukup untuk menghadapi berbagai skenario terburuk yang mungkin terjadi di pasar keuangan global.

Dampak Sinyal Jual Terhadap Altcoin Seperti XRP dan PEPE

Munculnya sinyal jual yang kuat pada Bitcoin (BTC) biasanya memberikan dampak psikologis yang cukup besar terhadap koin-koin alternatif lainnya di pasar. Aset seperti Ripple (XRP) sering kali menunjukkan pergerakan harga yang cukup erat hubungannya dengan tren utama yang sedang dialami oleh Bitcoin (BTC). Kamu sebaiknya memperhatikan dengan teliti apakah lonjakan volume jual pada aset utama ini akan segera menular ke pasar altcoin secara menyeluruh.

Di sisi lain, koin meme populer seperti Pepe Coin (PEPE) mungkin akan mengalami tingkat volatilitas yang jauh lebih ekstrem jika dibandingkan dengan koin utama lainnya. Sifat spekulatif yang sangat tinggi pada Pepe Coin (PEPE) membuatnya sangat rentan terhadap perubahan sentimen mendadak yang terjadi di media sosial maupun pasar global. Kamu harus tetap disiplin dalam menjaga batasan kerugian agar modal investasi yang telah kamu tanamkan tetap berada dalam kondisi aman.

Strategi Investasi Bijak di Tengah Gejolak Pasar Kripto

Menghadapi munculnya sinyal jual yang cukup kuat, strategi investasi terbaik bagi kamu adalah melakukan diversifikasi aset secara bijaksana dan tidak emosional. Membagi modal ke dalam berbagai jenis instrumen investasi yang berbeda dapat membantu mengurangi tingkat risiko saat pasar cryptocurrency sedang mengalami gejolak. Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk menyimpan sebagian kecil aset dalam bentuk stablecoin untuk menjaga likuiditas di tengah ketidakpastian harga.

Tetaplah memperbarui informasi dari berbagai sumber berita terpercaya agar kamu tidak tertinggal mengenai perkembangan regulasi dan adopsi blockchain di tingkat dunia. Pemahaman yang mendalam tentang fundamental teknologi ini akan memberimu tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi saat harga sedang mengalami tekanan teknis. Ingatlah bahwa di dalam setiap fase koreksi harga selalu terdapat peluang baru yang sangat menarik bagi para investor yang bersikap sabar.

Baca Juga: Top 3 Crypto Sepekan: Solana Mobile Seeker (SKR) Pimpin Reli 32,27%!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8