Jakarta, Pintu News – Di tengah kondisi pasar kripto yang penuh tantangan pada akhir Februari 2026, jaringan Ripple (XRP) justru menunjukkan anomali data on-chain yang sangat mengejutkan para investor profesional. Laporan terbaru dari U.Today mengungkapkan adanya lonjakan volume pembayaran di XRP Ledger (XRPL) yang menembus angka 2,5 miliar XRP dalam waktu hanya 24 jam saja. Fenomena ini terjadi saat harga aset digital tersebut masih tertahan di zona merah, memicu diskusi hangat mengenai kemungkinan adanya akumulasi besar-besaran oleh institusi di balik layar.
Jaringan XRP Ledger baru saja mencatatkan lonjakan volume pembayaran sebesar 200% dibandingkan dengan rata-rata aktivitas penyelesaian harian biasanya di awal tahun 2026. Data on-chain menunjukkan bahwa lebih dari 2,5 miliar unit koin telah berpindah tangan dalam satu hari, yang menandai salah satu lonjakan volume terbesar sepanjang tahun ini. Aktivitas luar biasa ini sering kali dikaitkan dengan redistribusi likuiditas yang dilakukan oleh institusi besar, arus pengiriman uang internasional, atau restrukturisasi dompet berskala masif.
Meskipun aktivitas jaringan sedang “panas,” harga koin XRP di pasar spot justru masih terjebak dalam struktur teknis yang cukup kompleks dan cenderung menurun. Peningkatan penggunaan jaringan ini menunjukkan bahwa utilitas fundamental dari aset tersebut tetap kuat meskipun sentimen pasar secara umum sedang mengalami tekanan. Kamu harus memperhatikan bahwa lonjakan seperti ini biasanya menjadi indikator awal dari pergerakan harga yang signifikan di masa depan bagi pemegang jangka panjang.
Baca Juga: Top 3 Crypto Februari 2026: Pippin (PIPPIN) Meroket Fantastis 98,70%!

Saat ini, terjadi divergensi yang sangat kontras antara aktivitas jaringan yang sangat “bullish” dengan struktur grafik harga yang masih terlihat cukup “bearish.” Di tengah volume transaksi yang meledak, harga XRP diperdagangkan di kisaran $1,36 atau jika dikonversi setara dengan Rp22.890 menggunakan kurs tetap Rp16.831 per satu Dollar AS. Ketidakmampuan harga untuk merespons lonjakan volume ini mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar masih cukup kuat untuk meredam minat beli retail.
Banyak analis berpendapat bahwa divergensi ini merupakan bukti adanya akumulasi tersembunyi yang dilakukan oleh para pemain besar saat harga sedang mengalami diskon. Ketika volume pembayaran meningkat tanpa kenaikan harga, sering kali ini menjadi persiapan bagi terjadinya penilaian ulang harga yang dipicu oleh katalis tertentu. Kondisi pasar seperti ini justru menjadi incaran bagi kamu yang ingin mengoleksi aset cryptocurrency di saat mayoritas publik masih merasa ragu.
Secara teknikal, pergerakan harga XRP masih terperangkap di dalam saluran menurun yang telah terbentuk sejak awal bulan Februari 2026. Level penyangga atau support kritis saat ini berada di zona $1,25 hingga $1,30, atau sekitar Rp21.038 sampai Rp21.880, yang menjadi benteng pertahanan terakhir bagi para pembeli. Para trader saat ini sedang menunggu apakah harga mampu kembali menembus ke atas level resistensi $1,47 (Rp24.741) untuk membalikkan tren jangka pendek menjadi lebih positif.
Kekuatan fundamental jaringan ini sebenarnya memberikan landasan yang cukup kokoh agar harga tidak jatuh lebih dalam ke level di bawah satu Dollar. Kamu perlu memantau indikator Moving Average (MA) 200 hari yang masih memberikan tekanan berat di atas harga pasar saat ini. Jika level support psikologis di Rp22.000 mampu dipertahankan, maka peluang untuk terjadinya rebound teknis menuju area Rp26.000 akan terbuka sangat lebar dalam beberapa pekan ke depan.
Dalam ekosistem crypto yang lebih luas, kinerja XRP sering kali dibandingkan dengan koin utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Saat Bitcoin (BTC) berusaha mempertahankan level psikologisnya, XRP menunjukkan daya tahan yang unik berkat adopsi teknologinya di sektor perbankan global. Di sisi lain, aset spekulatif seperti Pepe Coin (PEPE) cenderung mengalami volatilitas yang jauh lebih ekstrem dibandingkan dengan koin Ripple yang memiliki utilitas dunia nyata.
Perbedaan utama terletak pada penggunaan XRPL sebagai jalur pembayaran internasional yang telah terintegrasi dengan banyak lembaga keuangan di berbagai benua. Meskipun koin meme seperti Pepe Coin (PEPE) bisa memberikan keuntungan cepat, fundamental yang dimiliki XRP menawarkan keamanan investasi yang lebih terukur bagi kamu. Strategi diversifikasi yang tepat biasanya melibatkan aset dengan rekam jejak utilitas yang jelas seperti koin buatan Ripple Labs ini.
Rencana pengembangan Ripple untuk tahun 2026 mencakup integrasi fitur verifikasi identitas pada bursa desentralisasi mereka untuk menarik lebih banyak modal institusi. Hal ini diprediksi akan meningkatkan efisiensi transaksi pada XRPL secara drastis dan memperkuat posisi XRP sebagai jembatan likuiditas antar mata uang. Dengan regulasi yang semakin jelas di berbagai negara, potensi kenaikan nilai aset ini tetap menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh komunitas global.
Kamu disarankan untuk tetap mengikuti perkembangan berita mengenai implementasi sistem pembayaran baru yang sedang diuji coba oleh mitra-mitra strategis Ripple. Lonjakan transaksi sebesar 200% ini hanyalah puncak gunung es dari aktivitas ekonomi digital yang sedang dibangun di atas teknologi blockchain mereka. Tetaplah disiplin dalam mengelola risiko investasi kamu dan jangan mudah terpengaruh oleh gejolak harga harian yang bersifat sementara di pasar global.
Baca Juga: Top 3 Crypto Sepekan: Solana Mobile Seeker (SKR) Pimpin Reli 32,27%!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.