Jakarta, Pintu News – Kamu mungkin melihat lonjakan harga Bitcoin (BTC) baru-baru ini sebagai sinyal positif, namun kritikus vokal Peter Schiff justru memberikan peringatan keras. Schiff meragukan keberlanjutan reli ini yang terjadi tepat sebelum pidato State of the Union (SOTU) Presiden Donald Trump. Menurutnya, pergerakan di pasar crypto ini lebih didorong oleh spekulasi jangka pendek daripada fundamental yang kuat, sehingga kamu perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi saat ini.
Peter Schiff berpendapat bahwa kenaikan harga Bitcoin (BTC) sebesar $2.000 atau sekitar Rp33.518.000 (kurs Rp16.759) hanyalah strategi spekulan menjelang pidato kenegaraan. Kamu harus memahami istilah “sell the news”, di mana harga aset sering kali anjlok tepat setelah berita atau peristiwa yang dinanti-nantikan benar-benar terjadi. Schiff memperingatkan bahwa jika Trump tidak menyebutkan cryptocurrency dalam pidatonya, kekecewaan pasar bisa memicu aksi jual besar-besaran yang merugikan investor ritel.
Bahkan jika Trump memberikan referensi positif terhadap aset digital, Schiff tetap meyakini bahwa penurunan harga akan tetap terjadi karena para orang dalam (insiders) akan segera mencairkan keuntungan. Harga Bitcoin (BTC) yang sempat menyentuh level $66.000 atau setara Rp1.106.094.000 per koin berisiko kembali jatuh ke level yang lebih rendah. Kamu disarankan untuk tidak terjebak dalam euforia sesaat yang bisa berujung pada kerugian signifikan jika pasar tiba-tiba berbalik arah secara drastis.
Baca Juga:Â 5 Alasan Sinyal Bullish BTC Muncul Lagi: Coinbase Premium Positif, BTC Tembus Rp1,5 Miliar?

Sebagai pendukung setia emas, Peter Schiff terus mendorong investor untuk memilih logam mulia dibandingkan aset crypto yang ia sebut sebagai “emas digital” palsu. Ia berargumen bahwa emas memiliki nilai intrinsik yang jauh lebih stabil dan terbukti selama ribuan tahun dibandingkan volatilitas Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH). Kamu perlu mempertimbangkan bahwa dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu, emas fisik sering kali dianggap sebagai perlindungan nilai yang lebih aman dan terukur.
Schiff menyatakan bahwa para pendukung cryptocurrency mencoba meyakinkan pembeli emas untuk beralih ke aset digital yang sangat berisiko. Padahal, menurut pantauannya, harga emas dunia cenderung lebih konsisten di pasar forex dibandingkan koin-koin seperti Ripple (XRP) atau Pepe Coin (PEPE). Dengan memahami perbedaan mendasar ini, kamu bisa lebih bijak dalam menentukan porsi alokasi aset antara instrumen tradisional dan teknologi blockchain demi keamanan masa depan finansialmu.
Pidato SOTU Trump yang berfokus pada agenda ekonomi dan keterjangkauan biaya hidup ternyata tidak secara eksplisit membahas sektor crypto secara mendalam. Hal ini mengakibatkan optimisme awal investor mulai memudar, dan harga Bitcoin (BTC) terpantau kembali bergerak di kisaran level $64.000 atau sekitar Rp1.072.576.000. Kamu harus selalu memantau bagaimana kebijakan politik Amerika Serikat dapat mempengaruhi likuiditas global yang berdampak langsung pada portofolio investasi digital yang kamu miliki.
Ketidakpastian ini diperkuat dengan peringatan dari pakar keuangan lain yang melihat adanya kemiripan situasi pasar saat ini dengan krisis finansial 2008. Kamu disarankan untuk tetap melakukan riset mandiri dan tidak hanya mengandalkan rumor yang beredar di media sosial mengenai masa depan cryptocurrency. Selalu gunakan perspektif netral dalam menganalisis berita agar kamu tidak mudah terpengaruh oleh opini ekstrem, baik yang terlalu optimistis maupun yang terlalu pesimistis seperti pandangan Schiff.
Baca Juga:Â 5 Alasan BlackRock Serok Bitcoin & Ethereum Rp2,52 Triliun, Sinyal Bullish Akhir Februari 2026!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin (BTC), USDT (USDT) to IDR dan harga saham Nvidia (NVDA) tertokenisasi lewat Pintu Market. Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.