Jakarta, Pintu News – Kamu mungkin berharap pasar akan segera pulih, namun data terbaru menunjukkan bahwa tekanan bearish pada cryptocurrency kemungkinan besar masih akan bertahan selama enam bulan ke depan.
Sejumlah metrik penting di jaringan blockchain mulai memberikan sinyal peringatan yang tidak bisa diabaikan oleh para investor, baik pemula maupun profesional. Memahami indikator ini sangat krusial bagi kamu agar bisa mengatur strategi keluar atau masuk pasar secara lebih bijak di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus membayangi aset digital saat ini.

Salah satu indikator utama yang menunjukkan potensi pelemahan adalah penurunan volume transaksi aktif pada jaringan utama seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Ketika partisipasi pengguna berkurang, likuiditas di pasar cenderung menipis sehingga harga menjadi lebih rentan terhadap koreksi tajam saat terjadi aksi jual massal. Kamu perlu menyadari bahwa penurunan aktivitas ini sering kali menjadi tanda awal dari fase konsolidasi panjang atau bahkan kelanjutan tren menurun di pasar crypto yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Harga Bitcoin (BTC) saat ini yang berada di kisaran $64.100 atau setara Rp1.074.251.900 (kurs Rp16.759) sedang menguji level dukungan teknis yang sangat krusial di pasar forex. Jika metrik aliran dana keluar dari bursa terus meningkat, ini menandakan bahwa investor besar atau “whale” masih ragu untuk melakukan akumulasi kembali dalam waktu dekat. Dinamika ini memperkuat prediksi bahwa kamu mungkin harus bersiap menghadapi volatilitas rendah namun cenderung menurun hingga pertengahan tahun ini sebelum melihat tanda-tahan pembalikan tren yang nyata.
Baca Juga: 5 Alasan Sinyal Bullish BTC Muncul Lagi: Coinbase Premium Positif, BTC Tembus Rp1,5 Miliar?

Selain faktor internal blockchain, kondisi ekonomi makro seperti kebijakan suku bunga dan inflasi global turut memperberat langkah pemulihan aset cryptocurrency. Investor cenderung beralih kembali ke aset tradisional seperti emas atau dollar saat risiko pasar meningkat, yang secara otomatis mengurangi aliran modal masuk ke koin seperti Ripple (XRP) atau Cardano (ADA). Kamu harus memperhatikan bahwa korelasi antara pasar saham dan aset digital masih sangat kuat, sehingga tekanan pada sektor teknologi juga akan berdampak langsung pada portofolio digitalmu.
Sinyal bearish selama enam bulan ini juga dipengaruhi oleh ketidakpastian regulasi di berbagai negara besar yang membuat investor institusi lebih memilih untuk menunggu (wait and see). Meskipun aset seperti Pepe Coin (PEPE) sesekali mengalami lonjakan spekulatif, secara keseluruhan kapitalisasi pasar global masih menunjukkan pola pertumbuhan yang melambat. Dengan memahami tekanan makro ini, kamu bisa lebih realistis dalam menetapkan target keuntungan dan tidak mudah terjebak dalam euforia sesaat yang sering kali berakhir dengan kerugian bagi mereka yang tidak waspada.
Bagi kamu yang ingin tetap bertahan di pasar, strategi manajemen risiko yang ketat menjadi kunci utama untuk menyelamatkan modal dari depresiasi nilai yang lebih dalam. Mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian aset ke stablecoin atau meningkatkan porsi investasi pada emas fisik bisa menjadi langkah perlindungan yang cerdas selama masa sulit ini. Diversifikasi tetap menjadi senjata terbaik, di mana kamu tidak hanya bergantung pada satu jenis koin tetapi juga memantau peluang pada instrumen lain yang memiliki profil risiko lebih stabil di tengah gempuran tren bearish.
Penting bagi kamu untuk selalu melakukan riset mandiri dan tetap tenang dalam menghadapi fluktuasi harga yang diprediksi akan berlangsung cukup lama ini. Gunakan waktu luang selama fase pasar lesu untuk memperdalam pengetahuan mengenai teknologi blockchain dan cara kerja berbagai alat analisis teknis yang tersedia di platform trading. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman mendalam tentang metrik peringatan ini, kamu akan memiliki kesiapan mental dan finansial yang lebih baik saat pasar akhirnya kembali memasuki siklus bullish di masa depan.
Baca Juga: 5 Alasan BlackRock Serok Bitcoin & Ethereum Rp2,52 Triliun, Sinyal Bullish Akhir Februari 2026!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin (BTC), USDT (USDT) dan harga saham Nvidia (NVDA) tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.