Jakarta, Pintu News – Dilansir dari Coinpedia, harga XRP (XRP) sedang bergerak dalam fase penyempitan (kompresi) di sekitar area support penting yang berhasil dipertahankan saat gelombang penurunan terbaru.
Saat ini, XRP masih tertahan dalam struktur support menurun yang sudah berlangsung berbulan-bulan, yakni level yang berulang kali berperan sebagai pijakan kuat dan bersifat struktural.
Baca juga: Solana (SOL) Siap Melejit? Inflow ETF $3,78 Juta Dorong Harga Menuju $90!
XRP sempat diperdagangkan di sekitar $1,36, naik sekitar 2,83% pada 25 Februari. Kenaikan ini terjadi seiring pemulihan pasar yang lebih luas, dengan dorongan utama datang dari Bitcoin (BTC) yang menguat sekitar 2,97%.
Dari sisi sentimen, terdapat tambahan katalis moderat setelah SBI Ripple Asia mengumumkan inisiatif riset bersama DSRV Labs untuk mengeksplorasi pemanfaatan XRP Ledger dalam pembayaran lintas negara Jepang–Korea. Meski perkembangan ini berpotensi memperkuat narasi utilitas jangka panjang, pergerakan harga jangka pendek masih cenderung ditentukan oleh faktor teknikal.
Dengan indikator teknikal yang semakin mengerucut dan XRP menunjukkan kekuatan relatif, pertanyaannya adalah apakah aset ini mampu menembus batas atas area pergerakan saat ini.
Sejak harga XRP sempat mencapai puncak di atas $3 pada 2025, pergerakannya cenderung terjebak dalam descending channel. Reli yang terbentuk menghasilkan rangkaian lower high dan lower low secara konsisten, menandakan dominasi tekanan bearish setelah penolakan di area puncak tersebut. Walaupun harga mulai memantul dari area support channel, pergerakannya masih terbatas di dalam rentang yang sama.

Bollinger Bands mulai menyempit setelah harga недавно menyentuh pita bawah. Secara historis, fase penyempitan seperti ini di dekat support struktural kerap menjadi sinyal awal sebelum volatilitas kembali melebar.
Arah pelebaran itu akan sangat ditentukan oleh kemampuan pembeli mempertahankan $1,30, atau sebaliknya membiarkan harga turun menuju area yang berisiko memicu breakdown.
Baca juga: Harga Dogecoin Meledak 8% Hari Ini (26/2): Apa yang Terjadi?
Di sisi lain, RSI harian berada di sekitar 37 dan sempat mendekati zona jenuh jual. Momentum memang terlihat mengarah naik, namun dibutuhkan kenaikan yang tegas melewati level 50 agar pergeseran momentum lebih meyakinkan. Tekanan jual mulai mereda, tetapi dorongan bullish belum sepenuhnya mengambil alih.
Karena itu, selama harga belum menembus batas atas channel di sekitar $1,90, tren yang lebih besar masih tergolong bearish.
Per 25 Februari, XRP sempat berada sedikit di atas support struktural terdekat, sementara penurunan di bawah $1,15 dapat memperkuat sinyal breakdown. Jika harga jatuh di bawah $1, posisi bearish berpotensi semakin dominan. Sebaliknya, apabila harga mampu naik menuju $1,50, pergerakan tersebut dapat memicu breakout minor.
Namun, untuk membuka ruang kenaikan lebih lanjut, harga perlu bertahan di atas garis tengah channel di sekitar $1,65. Jika level ini berhasil diamankan, peluang pengujian kembali garis atas descending channel di kisaran $1,90 menjadi lebih terbuka.
Apabila terjadi breakout yang didukung volume beli kuat dan sentimen pasar yang membaik, XRP berpotensi menembus $2, dengan target lanjutan yang kerap disebut berada di sekitar $2,20 hingga $2,60. Untuk saat ini, penutupan bulanan di atas $1,50 dipandang krusial guna menjaga peluang penguatan; jika gagal, harga berisiko melanjutkan konsolidasi menurun di dalam channel.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.