Jakarta, Pintu News – Pasar crypto pada awal 2026 benar-benar bergerak bak naik-turun ekstrem. Setelah euforia pada akhir 2025—ketika Bitcoin (BTC) sempat mendekati level $130.000—sebuah “campuran luas kekhawatiran makro” mendorong harga mengalami koreksi tajam.
Hingga akhir Februari 2026, Bitcoin telah turun hampir 50% dari All-Time High-nya dan bergerak di kisaran $63.000 hingga $70.000.
Berdasarkan pola siklus historis, koreksi 50% hingga 70% kerap dipandang sebagai “pembersihan” yang menyingkirkan trader dengan leverage berlebihan. Dengan posisi Bitcoin yang saat ini berada sekitar diskon 50% dari puncaknya, rasio risiko-imbalan untuk Maret 2026 dinilai semakin menguntungkan pihak bullish.
Baca juga: 3 Altcoin yang Diam-Diam Diburu Whale Crypto untuk Potensi Maret 2026
Seiring ketegangan geopolitik serta ketidakpastian tarif yang mulai mereda, arus modal diperkirakan kembali beralih ke aset berisiko (risk-on). Investor yang tertinggal pada reli 2025 kini memperoleh peluang kedua untuk masuk ke pasar.
Jika tujuan kamu membangun portofolio, melakukan diversifikasi ke lima proyek tersebut dapat memberikan kombinasi stabilitas, kegunaan, dan potensi pemulihan agresif.

Meski berbagai proyek yang sering disebut sebagai “pembunuh Ethereum” terus bermunculan, Ethereum (ETH) tetap menjadi ekosistem utama bagi Decentralized Finance (DeFi) dan tokenisasi Real-World Asset (RWA). Pada 2026, peluncuran upgrade “Prague” yang berjalan mulus semakin menekan biaya Layer-2, sehingga jaringan menjadi jauh lebih skalabel dibanding sebelumnya.
Alasan Membeli Sekarang: ETH ikut terkoreksi mengikuti penurunan Bitcoin, dari puncak 2025 di $4.950 menjadi di bawah $2.000.
Katalis: Institusi keuangan besar seperti BlackRock dan JPMorgan semakin aktif memanfaatkan Ethereum untuk uji coba tokenisasi deposito. Pada harga saat ini, investor pada dasarnya membeli “lapisan penyelesaian transaksi internet” dengan diskon sekitar 60%.

Solana (SOL) menunjukkan daya tahan setelah sempat diragukan akibat isu reliabilitas jaringan pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan upgrade Firedancer yang pada 2026 sudah terintegrasi penuh, Solana diklaim mampu memproses lebih dari 1 juta transaksi per detik.
Status: Pada bull run terakhir, SOL sempat menyentuh $260, tetapi kini diperdagangkan jauh lebih rendah, menciptakan “celah” harga yang sering menjadi incaran trader berpengalaman.
Kegunaan: Solana semakin kuat sebagai jaringan utama untuk aplikasi konsumen yang menggabungkan AI dan kripto, serta untuk aktivitas perdagangan berfrekuensi tinggi.
Baca juga: Solana Berbalik usai Fakeout: Bear Terjebak, Sinyal Bullish Divergence Muncul!

Ekosistem DeFi tidak dapat berjalan tanpa data yang akurat, dan Chainlink (LINK) diklaim menguasai sekitar 90% pasar oracle. Pada 2026, Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) miliknya semakin mapan sebagai standar untuk kebutuhan institusi perbankan dalam memindahkan data antara blockchain privat dan publik.
Daya tariknya: LINK sering tertinggal pada fase awal kenaikan BTC, tetapi cenderung menguat signifikan ketika aktivitas ekosistem mulai matang. Menjelang Maret, token utilitas “blue-chip” ini diposisikan sebagai salah satu aset yang dinilai relatif undervalued.

Sui (SUI) tampil sebagai Layer-1 yang menonjol dalam siklus 2025–2026. Dengan bahasa pemrograman Move, Sui menawarkan karakter keamanan dan eksekusi paralel yang lebih kompetitif dibanding sejumlah chain generasi sebelumnya.
Potensi pertumbuhan: Total Value Locked (TVL) Sui disebut tetap stabil meski pasar terkoreksi pada Februari, yang mengindikasikan basis pengembang dan pengguna yang cukup solid. Saat sentimen membaik, SUI diproyeksikan berpeluang menjadi salah satu performer teratas.

Tahun 2026 sering diposisikan sebagai fase ekspansi “AI Agents”. Fetch.ai (FET)—melalui Artificial Superintelligence Alliance—ditempatkan sebagai pemain penting dalam tren ini. Agen otonomnya dilaporkan mulai digunakan untuk skenario praktis seperti logistik dan jaringan energi terdesentralisasi.
Mengapa fokus ke Maret 2026: tema “AI + Kripto” dipandang sebagai tren struktural paling kuat di pasar. Karena FET ikut turun bersama koreksi pasar yang lebih luas, aset ini menjadi opsi berisiko lebih tinggi (high-beta) bagi investor yang berspekulasi pada keberlanjutan gelombang adopsi AI.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.