Jakarta, Pintu News – Fenomena luar biasa tengah terjadi di pasar keuangan India, di mana minat terhadap emas melonjak drastis dan menggeser dominasi instrumen investasi lain. Dalam beberapa bulan terakhir, arus dana ke Exchange Traded Fund (ETF) emas di India meningkat hingga 900%, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini menandai perubahan besar dalam preferensi investasi masyarakat India, yang kini lebih memilih emas dibandingkan saham. Fenomena ini memicu pertanyaan besar: apa yang sebenarnya mendorong pergeseran masif ini dan apa dampaknya bagi pasar global?
India kini menjadi sorotan dunia karena pergerakan masif dana ke ETF emas yang mencapai hampir 250 miliar rupee atau sekitar $3.000.000.000. Lonjakan ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global, di mana investor mencari aset yang dianggap lebih aman dan stabil. Menariknya, arus masuk ke ETF emas di India kini telah melampaui dana yang mengalir ke reksa dana saham, sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Hal ini menandakan bahwa emas kini menjadi primadona baru di tengah volatilitas pasar modal. Sejak Juli lalu, pertumbuhan arus dana ke ETF emas di India melonjak hingga 900%, menjadikannya tren investasi paling panas saat ini. Sementara itu, dana yang masuk ke reksa dana saham justru turun hingga 170 miliar rupee, memperlihatkan pergeseran besar dalam strategi alokasi aset investor.
Sebagai konsumen emas terbesar kedua di dunia, India kini memperkuat posisinya sebagai importir emas utama. Pergeseran ini juga menunjukkan perubahan mendasar dalam cara masyarakat India memandang dan mengelola kekayaan mereka.
Baca Juga: 5 Langkah Mudah Cara Membeli Emas di Butik Emas, Investasi Aman Selain Crypto!
Ketidakpastian ekonomi global, mulai dari inflasi hingga fluktuasi nilai tukar, mendorong investor mencari perlindungan pada aset yang lebih stabil. Emas, yang selama ini dikenal sebagai safe haven, kembali menjadi pilihan utama di tengah gejolak pasar. Banyak investor di India kini menganggap emas bukan hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai alat lindung nilai terhadap risiko mata uang fiat.
Hal ini semakin diperkuat dengan meningkatnya permintaan emas fisik maupun produk derivatif seperti ETF emas. Selain itu, tren ini juga dipengaruhi oleh menurunnya kepercayaan terhadap pasar saham yang dinilai terlalu volatil. Banyak investor ritel di India mulai mengalihkan portofolio mereka dari saham ke emas, demi menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian.
Fenomena ini juga didorong oleh kebijakan makroekonomi yang tidak menentu, sehingga emas dianggap sebagai aset yang lebih aman dan tahan terhadap guncangan. Dengan demikian, pergeseran besar-besaran ke ETF emas menjadi sinyal kuat perubahan perilaku investasi di India.
Ray Dalio, mantan CEO Bridgewater Associates, turut memberikan pandangan terkait fenomena lonjakan emas ini. Dalam salah satu unggahan di platform X, Dalio menegaskan pentingnya emas sebagai bagian dari portofolio investasi, terutama sebagai pelindung terhadap inflasi. Menurut Dalio, emas bukan sekadar komoditas untuk spekulasi, melainkan juga berperan sebagai cadangan devisa terbesar kedua di dunia.
Ia menilai emas memiliki peran strategis dalam menjaga nilai kekayaan di tengah risiko yang mengancam mata uang fiat. Dalio juga menyoroti bahwa emas memiliki nilai intrinsik yang tidak tergerus oleh kebijakan moneter atau fluktuasi pasar. Dengan demikian, memasukkan emas ke dalam portofolio menjadi langkah bijak untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Pandangan ini semakin memperkuat tren di India, di mana masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya diversifikasi aset. Emas pun semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang wajib dimiliki, bukan hanya di India, tetapi juga di berbagai belahan dunia.
Lonjakan arus dana ke ETF emas di India hingga 900% menjadi bukti nyata perubahan besar dalam perilaku investasi masyarakat. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada pasar domestik, tetapi juga berpotensi mempengaruhi dinamika pasar emas global. Dengan semakin banyak investor yang beralih ke emas, baik dalam bentuk fisik maupun ETF, tren ini diprediksi akan terus berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi. India kini menjadi contoh nyata bagaimana emas kembali menjadi raja di tengah gejolak pasar keuangan dunia.
Baca Juga: 5 Kabar Baik Status Hukum Ethereum (ETH), Kini Resmi Jadi Komoditas Digital Bukan Sekuritas!
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
Baca Juga: 5 Rahasia Harga Emas Dunia Hari Ini di Pasar Forex, Investor Crypto Wajib Simak!
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.