Jakarta, Pintu News – Pasar crypto kembali diramaikan oleh prediksi ambisius yang menyebut Bitcoin (BTC) berpotensi menembus USD 120.000 pada Maret 2026. Dengan kurs 1 USD = Rp16.835, level tersebut setara sekitar Rp2.020.200.000 per BTC. Di tengah gejolak geopolitik dan dinamika makro global, proyeksi ini memicu perdebatan: apakah cryptocurrency terbesar ini siap mencetak rekor baru?
Makroekonom Henrik Zeberg memproyeksikan Bitcoin (BTC) bisa berada di kisaran USD 110.000–120.000 pada Maret 2026. Dalam rupiah, rentang ini setara sekitar Rp1,85 miliar hingga Rp2,02 miliar. Target tersebut didasarkan pada kombinasi faktor makro dan arus modal institusional.
Kembalinya selera risiko investor global menjadi salah satu pendorong utama. Jika ketegangan geopolitik mereda dan likuiditas meningkat, arus dana ke aset berisiko seperti crypto dapat melonjak. Dalam skenario ini, level USD 100.000 bukan lagi sekadar psikologis, melainkan fondasi menuju rekor baru.
Baca Juga: 5 Hal Penting Mengenai Gold Bullion, Instrumen Safe Haven Paling Solid Selain Crypto!

Arus masuk dana ke produk ETF spot Bitcoin (BTC) dinilai memperketat pasokan di pasar. Ketika permintaan meningkat sementara suplai terbatas, tekanan kenaikan harga menjadi lebih kuat. Efek ini semakin terasa seiring meningkatnya partisipasi manajer aset besar.
Banyak perusahaan publik kini mulai memasukkan Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari strategi diversifikasi. Permintaan struktural dari institusi menciptakan fondasi yang lebih stabil dibanding siklus sebelumnya. Hal ini memperkuat narasi bahwa cryptocurrency semakin matang sebagai kelas aset global.
Selain target utama, terdapat peluang 25% untuk siklus bullish yang lebih panjang. Dalam skenario ini, Bitcoin (BTC) berpotensi mencapai USD 140.000–150.000 atau sekitar Rp2,35–Rp2,52 miliar. Proyeksi ini bergantung pada kelanjutan momentum positif dan kondisi makro yang mendukung.
Faktor seperti kebijakan moneter longgar dan regulasi yang lebih jelas dapat memperpanjang reli. Inovasi blockchain dan peningkatan adopsi juga menjadi katalis tambahan. Namun, volatilitas tetap tinggi dan risiko koreksi tajam tidak bisa diabaikan.
Prediksi optimistis juga mencakup Ethereum (ETH) dan Solana (SOL). Ethereum diperkirakan berada di kisaran USD 10.000–12.000 atau sekitar Rp168 juta–Rp202 juta. Kenaikan ini didorong oleh utilitas jaringan smart contract dan adopsi institusional yang terus berkembang.
Sementara itu, Solana (SOL) diproyeksikan menyentuh USD 350–500 atau sekitar Rp5,89 juta–Rp8,41 juta. Ekosistem yang aktif dan biaya transaksi rendah menjadi daya tarik utama. Namun, karakter volatil SOL membuatnya berisiko lebih tinggi dibanding Bitcoin (BTC).
Meski proyeksi terlihat ambisius, investor tetap perlu mempertimbangkan risiko. Pasar crypto sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga, likuiditas global, dan sentimen risiko. Koreksi tajam dapat terjadi bahkan dalam tren bullish jangka panjang.
Bagi kamu yang mempertimbangkan investasi cryptocurrency, strategi manajemen risiko menjadi kunci. Diversifikasi dan disiplin dalam membaca tren makro dapat membantu mengurangi dampak volatilitas. Prediksi Rp2 miliar per BTC mungkin menarik, tetapi keputusan tetap harus berbasis analisis rasional.
Secara keseluruhan, Maret 2026 bisa menjadi momen penting bagi pasar crypto jika faktor makro dan arus dana institusional selaras. Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) memiliki potensi pertumbuhan signifikan dalam skenario optimistis. Namun, keseimbangan antara peluang dan risiko tetap menjadi fondasi utama dalam mengambil keputusan investasi.
Baca Juga: 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Coinpedia. Bitcoin Price Prediction March 2026: Macroeconomist Says BTC Will Hit $100K. Diakses pada tanggal 2 Maret 2026.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.