Jakarta, Pintu News – Harga Ethereum (ETH) mengawali bulan Maret dalam kondisi tertekan. Di tengah meningkatnya ketegangan global dan melemahnya selera risiko, investor mulai meninjau ulang eksposur terhadap aset berbeta tinggi seperti crypto. Saat ini, ETH bergerak mendekati area dukungan struktural yang telah menjadi penopang tren naik makro selama hampir lima tahun.
Pada saat yang sama, data on-chain menunjukkan dompet-dompet whale mulai masuk ke posisi rugi yang belum terealisasi (unrealized losses). Sinyal semacam ini, secara historis, lebih sering muncul ketika pasar mendekati area dasar (bottom) dibandingkan sebagai penanda awal dari penurunan panjang yang berkelanjutan.
Dengan demikian, pertanyaan kuncinya adalah: apakah “crash” harga Ethereum ini merupakan awal dari penurunan yang lebih dalam, atau justru fase akhir koreksi sebelum memasuki periode pemulihan? Sejumlah indikator mengisyaratkan bahwa situasi ini bukan sekadar penurunan sesaat.

Pada 3 Maret 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $2,012 atau setara dengan Rp33.957.686 mengalami kenaikan 4,10% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp32.506.225 dan level tertingginya di Rp34.996.250.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp4.143 triliun, dengan volume perdagangan harian yang naik 16% menjadi Rp441,89 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Kembali Naik ke $68.000 Hari Ini (3/3/26): Tekanan Jual BTC Kini Menurun?
Analitik on-chain yang memantau alamat Ethereum dengan kepemilikan 1.000 hingga 10.000 ETH menunjukkan rasio keuntungan belum terealisasi turun ke bawah nol. Ini berarti porsi signifikan dari pemegang besar kini berada dalam posisi “boncos” dibandingkan rata-rata harga perolehan (cost basis) mereka.
Secara historis, kondisi whale dengan keuntungan belum terealisasi yang bertahan negatif kerap muncul pada periode:

Ketika whale masuk ke wilayah rugi, hal ini umumnya lebih merefleksikan koreksi tahap akhir ketimbang awal kerusakan tren yang lebih dalam. Pemegang besar jarang melakukan distribusi agresif saat posisi mereka masih jauh di bawah cost basis.
Sebaliknya, fase ini sering menandakan kelelahan pelaku yang lebih lemah, sementara “tangan kuat” mulai menstabilkan posisi. Pembacaan saat ini mengindikasikan Ethereum memasuki zona tekanan tinggi yang, secara historis, kerap berkaitan dengan titik pembalikan (inflection point).
Meski demikian, kondisi ini belum dapat dianggap sebagai konfirmasi bahwa pasar sudah menyentuh dasar. Namun, data tersebut mengisyaratkan bahwa tekanan struktural sedang meningkat.
Dari sudut pandang teknikal, harga Ethereum sedang mengalami kompresi di sekitar trendline bulanan yang menanjak, yang sejak reset siklus sebelumnya berperan menopang struktur makro secara keseluruhan. Trendline ini sebelumnya berfungsi sebagai:
Baca juga: Prediksi Harga Solana Maret 2026: Apakah Harga SOL akan Jatuh ke $59?

Poin pentingnya, ETH belum menunjukkan penembusan impulsif ke bawah area support ini. Alih-alih, pergerakan harga memperlihatkan konsolidasi yang semakin rapat tepat di atas level tersebut. Kompresi di area support struktural berbeda secara signifikan dari breakdown.
Jika terjadi penutupan candle bulanan yang terkonfirmasi di bawah trendline, narasi “crash” Ethereum akan menguat dan berpotensi membuka ruang retracement yang lebih dalam. Namun selama level ini tetap bertahan, struktur makro secara teknikal masih dapat dianggap utuh.
Latar pasar yang lebih luas masih rapuh. Meningkatnya ketegangan geopolitik dan berkurangnya likuiditas di pasar global mendorong volatilitas lebih tinggi pada aset berisiko.
Di sisi lain, positioning derivatif kripto merefleksikan kehati-hatian ini. Funding rate cenderung netral hingga negatif, yang mengindikasikan minat spekulatif untuk posisi long mulai mendingin, bukan justru bertambah.

Kondisi semacam ini umumnya selaras dengan strategi defensif, bukan euforia berlebihan. Secara historis, pembentukan dasar (bottom) besar sering terjadi ketika:
Konfigurasi Ethereum saat ini lebih mendekati pola tersebut dibandingkan karakteristik euforia pada fase awal bull cycle. Karena itu, harga Ethereum perlu mempertahankan support struktural lima tahunnya untuk menepis skenario “crash” yang lebih dalam. Untuk saat ini, Ethereum berada di persimpangan makro.
Pada sisi atas, keberhasilan merebut kembali zona resistance jangka dekat di $2.200 akan menjadi sinyal penguatan yang kembali muncul dan menggeser momentum jangka pendek menuju fase pemulihan.
Pada sisi bawah, penembusan tegas di bawah zona support makro $1.700 dapat membuka jalan menuju area demand historis yang lebih dalam di sekitar $1500, sekaligus memperkuat narasi penurunan tajam harga Ethereum.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.