Jakarta, Pintu News – Harga Dogecoin (DOGE) sempat bertahan di atas $0.095 setelah mencatat kenaikan 2,86% pada 2 Maret. Pasar crypto yang lebih luas juga ikut menguat 4,03% hingga mencapai $2,38 triliun, sehingga menopang pemulihan ringan di level global. Sementara itu, harga Bitcoin (BTC) mendekati $70,000, dan altcoin cenderung stabil ketika investor memantau perkembangan perang Iran–AS.
Mari menelusuri 5 faktor historis yang kerap menjelaskan mengapa harga Dogecoin belum mengalami kenaikan berarti. Pada saat yang sama, pertanyaan kuncinya bergeser: apakah penurunan harga Ethereum (ETH) ini merupakan awal dari pelemahan yang lebih dalam, atau justru tahap akhir koreksi sebelum memasuki fase pemulihan? Data mengindikasikan bahwa pergerakan ini bukan sekadar penurunan sesaat seperti biasanya.

Pada 3 Maret 2026, harga Dogecoin tercatat mengalami koreksi 0,51% dalam waktu 24 jam, diperdagangkan pada harga $0.09253 atau setara dengan Rp1.560. Dalam periode 24 jam terakhir, harga DOGE bergerak dalam kisaran Rp1.532 hingga ke Rp1.638.
Saat penulisan, market cap Dogecoin berada di sekitar Rp263,29 triliun, dengan volume perdagangan di sekitar Rp21,42 triliun dalam waktu 24 jam.
Baca juga: Harga Ethereum Capai Level $2.000 Hari Ini (3/3) Sinyal Tekanan ETH Kini Ada di Fase Akhir?
Dogecoin kerap bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan. Pelemahan pasar yang lebih luas masih memberi tekanan pada Dogecoin. Harga Bitcoin tetap berada di bawah level kunci $70,000 dan menunjukkan momentum yang terbatas.
Aset berkapitalisasi besar seperti XRP (XRP) dan ETH juga masih bergerak dalam fase konsolidasi, yang mengindikasikan menurunnya selera risiko di kalangan trader. Sentimen yang melemah seperti ini umumnya membuat penurunan pada token meme menjadi lebih tajam. Dogecoin biasanya menguat ketika pasar menunjukkan kepercayaan diri.
Aset spekulatif semacam ini cenderung tidak cepat pulih saat investor bersikap lebih berhati-hati. Meski tidak ada kabar buruk yang signifikan terkait Dogecoin, tren pasar secara umum tetap menahan potensi kenaikannya.
Total kapitalisasi pasar kripto global berada di sekitar 2,38 triliun, yang mencerminkan aktivitas perdagangan yang lebih rendah di sebagian besar sektor.
Pelemahan pada sejumlah meme coin seperti Shiba Inu (SHIB), Bonk (BONK), Pump.fun (PUMP), MEME, CORE, dan Pudgy Penguins (PENGU) dapat menyeret turun kinerja pasar meme coin secara keseluruhan.
Ketika minat trader terhadap meme coin menurun, likuiditas dan euforia ikut menghilang. Akibatnya, tekanan jual menyebar ke seluruh sektor, dan bahkan Dogecoin pun menjadi sulit untuk mengalami kenaikan.
Aksi ambil untung serta pengaruh pemegang besar dapat membuat upaya penembusan harga terhambat. Secara historis, Dogecoin beberapa kali mengalami fase ketika pergerakan harga yang besar didahului oleh gelombang penjualan yang masif.
Baca juga: Harga Bitcoin Kembali Naik ke $68.000 Hari Ini (3/3/26): Tekanan Jual BTC Kini Menurun?
Sebagian hal ini merupakan pola umum berupa profit-taking setelah kenaikan cepat, tetapi DOGE juga kerap dipengaruhi oleh dompet-dompet berukuran sangat besar.
Ketika harga sudah naik terlalu tinggi dan mencapai titik krusial tertentu, aksi jual dari whale maupun trader jangka pendek dapat membatasi kelanjutan kenaikan. Kondisi ini dapat membentuk “batas atas” berulang, yakni situasi ketika harga berkali-kali tertahan dan sulit melanjutkan kenaikan.
Seperti banyak koin lama lainnya, Dogecoin pernah berada pada periode ketika sebagian suplai dikuasai oleh jumlah dompet besar yang relatif sedikit.
Dalam konteks historis, struktur kepemilikan seperti ini berpotensi menciptakan plafon harga. Saat harga mulai naik, pemegang besar yang merealisasikan keuntungan dapat menambah tekanan jual yang signifikan. Bahkan ekspektasi bahwa whale akan menjual saja dapat melemahkan minat beli investor jangka panjang.
Harga DOGE sempat diperdagangkan di sekitar $0.09477 ketika pasar bergerak dalam rentang sempit yang belakangan menjadi acuan pergerakan.
RSI berada dekat 52, sehingga indikator ini masih berada di wilayah netral. Garis MACD telah melintasi garis sinyal dengan kemiringan tipis, yang dapat dibaca sebagai optimisme bullish yang masih berhati-hati. Histogram juga menampilkan batang positif yang kecil, yang sering diartikan sebagai tanda awal terbentuknya kekuatan dalam pasar yang bergerak lambat.

Jika pembeli berhasil merebut kembali area $0.10, prospek Dogecoin berpeluang mencoba naik menuju $0.11, yaitu area yang sebelumnya menjadi titik tertahan reli. Penembusan yang lebih kuat dapat membuka peluang pengujian zona resistensi $0.120.
Sebaliknya, apabila harga turun menembus $0.09, pasar berpotensi melakukan retrace ke kisaran bawah di sekitar $0.088, yakni area yang sebelumnya beberapa kali menjadi titik pantul (support) melalui ekor candlestick. Penurunan lebih jauh dari level tersebut dapat meningkatkan tekanan dan merusak sentimen jangka pendek.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.