Jakarta, Pintu News – Pasar keuangan bereaksi terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sehingga investor kembali meninjau ulang tingkat eksposur risiko mereka.
Secara khusus, serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran—yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei—memicu serangan balasan rudal dari Teheran serta meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi sekitar 20–26% pengiriman minyak mentah global, turut mendorong kenaikan harga minyak. Eskalasi ini memperkuat sentimen risk-off, menekan kontrak berjangka saham, sekaligus mengangkat aset lindung nilai seperti emas dan saham sektor pertahanan.
Dalam konteks ini, beberapa saham diperkirakan lebih rentan sepanjang pekan ini karena paparan terhadap kenaikan biaya energi, potensi gangguan rantai pasok, serta tekanan pasar yang lebih luas. Berikut dua saham yang mungkin sebaiknya dihindari oleh investor.
Tesla (TSLAX) kerap mengalami tekanan ketika terjadi lonjakan ketegangan geopolitik, karena investor biasanya mengurangi eksposur pada saham berorientasi pertumbuhan dan beralih ke sektor defensif seperti energi dan utilitas.
Baca juga: Prediksi Harga Meme Coin: Dogecoin, Shiba Inu, dan Pepe Beri Sinyal Bearish di Level Krusial
Kerentanan rantai pasok Tesla—terutama terkait material baterai dan komponen yang bersumber secara global—dapat semakin memburuk apabila konflik mengganggu jalur pengiriman atau memicu inflasi.
Pergerakan kontrak berjangka pasar mengindikasikan potensi aksi jual yang lebih luas pada indeks yang sarat saham teknologi seperti Nasdaq, yang tercatat turun 1,5% pada perdagangan prapasar. Sejumlah analis juga memperkirakan adanya rotasi dari saham berkapitalisasi kecil dan saham teknologi menuju saham yang volatilitasnya lebih rendah.
Sejumlah analisis terbaru menilai sektor teknologi dan consumer discretionary menghadapi tekanan yang meningkat. Dalam kondisi ini, valuasi Tesla yang tergolong premium menyisakan ruang kesalahan yang terbatas, terlebih ketika suku bunga berisiko naik akibat kekhawatiran inflasi yang dipicu kenaikan harga minyak.
Dengan kontrak berjangka S&P 500 yang mengarah pada penurunan 1,1% saat pembukaan, menunda untuk masuk atau menahan Tesla dapat membantu investor mengurangi risiko kerugian dari koreksi yang terutama didorong oleh sentimen pasar.

Pada 2 Maret, saham TSLA berada di 402 dan telah turun lebih dari 8% secara year-to-date. Di perdagangan prapasar hari Senin, Tesla juga bergerak negatif, turun 2,3% ke 393.
Maskapai penerbangan termasuk sektor yang paling terpukul saat konflik Timur Tengah meningkat, karena lonjakan harga minyak secara langsung menaikkan biaya avtur. Padahal, bahan bakar dapat menyumbang porsi besar dari biaya operasional.
Baca juga: Harga Emas Diprediksi Tembus Rp106 Juta di 2026! Simak Analisis dan Faktor Pendorongnya
Delta Air Lines (NYSE: DAL), salah satu maskapai utama di Amerika Serikat, berada dalam posisi rentan mengingat porsi rute internasionalnya yang luas serta ketergantungannya pada kelancaran logistik global.
Analis menilai, jika gangguan berlangsung lama, dampaknya dapat berupa pembatalan penerbangan, perubahan rute, dan margin keuntungan yang tertekan. Dalam situasi risk-off, investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman, sehingga tekanan turun pada saham DAL berpotensi semakin kuat.
Indikator prapasar juga sudah menunjukkan saham-saham sektor perjalanan melemah. Jika Selat Hormuz mengalami pembatasan, volatilitas harga bahan bakar dapat mendorong saham Delta memasuki koreksi yang lebih dalam.

Pada penutupan sesi terakhir, saham DAL berakhir di 65,70, turun 6,8%. Secara year-to-date, saham ini sudah melemah hampir 5%. Di perdagangan prapasar, harga saham Delta turun 6% ke 61.
Sebagai penutup, investor sebaiknya memantau perkembangan situasi secara ketat. Konflik yang singkat dan terkendali dapat membuka peluang pemulihan cepat, tetapi eskalasi lanjutan berpotensi memperdalam pelemahan pasar.
Bayangkan kamu bisa beli saham perusahaan besar seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), hingga Meta (METAX) dalam bentuk token hanya dengan modal belasan ribu rupiah. Kabar baiknya, kini kamu bisa melakukan jual/beli token saham AS tertokenisasi dari xStocks dan Ondo di Pintu.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, sekarang kamu dapat menikmati proses penyelesaian transaksi untuk saham AS tertokenisasi yang lebih cepat, modal awal yang lebih terjangkau, serta pengalaman investasi yang lebih global.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.