Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) saat ini berada pada fase yang krusial setelah mengalami penurunan berkepanjangan. Meski demikian, sejumlah indikator makroekonomi dan on-chain mengindikasikan peluang pembalikan arah yang kuat. Bahkan, banyak analis memperkirakan pemulihan dalam jangka menengah yang dapat berlangsung selama beberapa bulan.
Berikut tiga alasan utama mengapa banyak analis menilai skenario pemulihan ini cukup kuat. Sebelumnya, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 4 Maret 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $68,115 atau setara dengan Rp1.152.434.564 mengalami koreksi 0,15% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.123.786.286 dan harga tertingginya di Rp1.166.907.784.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp23.084 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 11% menjadi Rp909,39 triliun.
Baca juga: Steak ’n Shake Bagikan Bonus Bitcoin untuk Karyawan Per Jam!
Pertama, ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat mencatat ekspansi untuk bulan kedua berturut-turut. Berdasarkan laporan terbaru Institute for Supply Management (ISM), PMI Februari 2026 berada di 52,4%. Angka ini turun tipis dari 52,6% pada bulan sebelumnya, tetapi tetap melampaui ekspektasi pasar di 51,8%.
Kondisi tersebut menandai pembacaan kedua secara beruntun di atas ambang 50, sekaligus mengakhiri periode kontraksi manufaktur AS yang berlangsung sekitar tiga tahun. Kenaikan indeks ini umumnya dibaca sebagai sinyal membaiknya sentimen siklus dan meningkatnya toleransi risiko investor, sehingga membuka ruang bagi aliran modal menuju aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Analis Joe Consorti turut menyoroti keterkaitan pergerakan indeks ini dengan dinamika harga Bitcoin pada siklus-siklus sebelumnya. Ia menilai konfigurasi saat ini konsisten dengan peluang pembalikan tren. Ia menambahkan bahwa, secara historis, fase seperti ini kerap bertepatan dengan tahap awal pasar bullish Bitcoin, dengan pengecualian tahun 2022.
Kedua, analis CW menilai indikator Inter-Exchange Flow Pulse (IFP) Bitcoin berpotensi membentuk “golden cross” dalam waktu dekat, yang kerap dibaca sebagai sinyal pergeseran sentimen pasar.
Menurut CryptoQuant, platform analitik data on-chain, IFP mengukur arus perpindahan Bitcoin antara bursa spot dan bursa derivatif. Data arus ini digunakan untuk menangkap kecenderungan psikologis pasar. Ketika volume Bitcoin yang berpindah ke bursa derivatif meningkat, indikator tersebut umumnya mengarah pada fase bullish, karena pelaku pasar memindahkan koin untuk membuka posisi long di pasar derivatif.
Sebaliknya, ketika arus Bitcoin bergerak dari bursa derivatif menuju bursa spot, indikator biasanya mengindikasikan awal fase bearish. Kondisi ini sering berkaitan dengan penutupan posisi long dan langkah investor besar untuk menurunkan eksposur risiko.
Baca juga: Konflik Iran Memanas: Berikut 2 Saham yang Berisiko Melemah Minggu Ini

Secara historis, sinyal serupa pernah muncul sebelum terjadinya pemulihan yang kuat pada periode 2023 hingga 2025. Saat ini, setelah sekitar satu tahun fase koreksi, kemunculan golden cross dinilai semakin dekat. Apabila persilangan tersebut terkonfirmasi, interpretasinya adalah kemungkinan dimulainya siklus bullish baru bagi Bitcoin.
CW menyatakan bahwa golden cross pada IFP Bitcoin sudah sangat dekat, dan setelah satu tahun koreksi, harga dinilai memiliki ruang untuk kembali naik.
Ketiga, kemunculan lima candle merah bulanan secara beruntun tergolong sangat jarang. Bitcoin menutup Februari 2026 dengan candle merah bulanan kelima berturut-turut, dan rangkaian seperti ini baru tercatat untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.
Kejadian pertama berlangsung pada periode 2018–2019, ketika Bitcoin sempat membukukan enam candle merah bulanan berturut-turut. Setelah fase tersebut, Bitcoin mencetak lima candle hijau bulanan beruntun, lalu harganya melonjak lebih dari 300% dari sekitar $3.400 ke $14.000.
Meski jumlah sampel historis masih terbatas, rangkaian candle merah yang panjang umumnya dibaca sebagai sinyal bahwa tekanan jual mendekati titik jenuh. Pembalikan arah yang kuat dapat terjadi ketika permintaan beli kembali meningkat.
Analis Satoshi Flipper menekankan bahwa perdebatan apakah rangkaian itu berjumlah lima atau enam candle merah tidak lagi krusial, karena sebagian besar penurunan dinilai telah terjadi, sementara potensi kenaikan masih terbuka.
Secara historis, kombinasi sinyal seperti ini kerap mengonfirmasi tren kenaikan yang bertahan beberapa bulan. Laporan terbaru dari laman BeInCrypto juga memperkuat skenario bahwa Bitcoin memasuki fase pembentukan dasar, meskipun sebagian analis masih menilai ada kemungkinan penurunan lanjutan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.