6 Dampak Perang Timur Tengah ke Harga Emas & Perak di Maret 2026

Updated
March 4, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Harga emas dan perak global mengalami tekanan tajam setelah meningkatnya konflik di Timur Tengah memicu gejolak besar di pasar keuangan global. Lonjakan harga energi serta penguatan dolar Amerika Serikat membuat investor menjual berbagai aset, termasuk logam mulia. Kondisi ini kembali menyoroti perbedaan karakter investasi antara emas dengan aset digital seperti crypto dan cryptocurrency, termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Pepe Coin (PEPE).

1. Harga Emas dan Perak Turun Saat Dolar AS Menguat

Harga emas dan perak mengalami penurunan ketika dolar Amerika Serikat melonjak tajam. Indeks dolar AS (DXY) tercatat naik sekitar 1,1%, yang merupakan kenaikan terbesar sejak Mei tahun sebelumnya.

Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Akibatnya, permintaan terhadap logam mulia cenderung menurun sehingga menekan harga emas di pasar global.

Baca Juga: 7 Alasan Emas On-Chain Naik Daun: Trading 24/7 Saat Pasar Tutup, XAUT-USDT Jadi Incaran

2. Perak Anjlok Hingga 19% dari Level Tertinggi

Pergerakan harga perak bahkan mengalami penurunan yang lebih tajam dibanding emas. Logam tersebut turun hingga 19% dari level tertinggi empat minggu sebelumnya.

Harga perak sempat jatuh di bawah US$80 per troy ounce. Jika dikonversi menggunakan kurs 1 USD = Rp16.907, maka nilai tersebut setara sekitar Rp1.352.560 per troy ounce.

3. Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Krisis geopolitik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi global. Harga minyak Brent naik hingga lebih dari US$83 per barel, meningkat sekitar 37,1% sejak awal tahun.

Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Dalam situasi tersebut, investor cenderung mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga yang dapat mengurangi daya tarik emas.

4. Pasar Saham Global Ikut Terkoreksi

Ketegangan geopolitik juga memicu tekanan besar pada pasar saham global. Sejumlah indeks utama dunia mencatat penurunan signifikan dalam satu hari perdagangan.

Beberapa indeks yang mengalami penurunan antara lain:

  • Nikkei Jepang turun sekitar 3,0%
  • Indeks CSI300 China turun 1,5%
  • DAX Jerman turun 4,2%
  • FTSE All-Share Inggris turun 3,3%
  • S&P 500 Amerika Serikat turun 2,2%

Penurunan ini menunjukkan meningkatnya sentimen risk-off di pasar global.

5. Obligasi Juga Turun, Yield Naik Tajam

Selain saham, pasar obligasi global juga mengalami tekanan. Investor menuntut imbal hasil lebih tinggi sebagai kompensasi atas meningkatnya risiko inflasi.

Yield obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun tercatat naik sekitar 0,13 poin persentase dalam dua hari. Kenaikan ini merupakan yang terbesar dalam sembilan bulan terakhir.

6. Investor Jual Aset untuk Menambah Likuiditas

Di tengah volatilitas pasar, banyak investor memilih menjual berbagai aset untuk meningkatkan likuiditas. Langkah ini sering terjadi ketika pasar mengalami tekanan besar secara bersamaan.

Beberapa analis menyebut aksi jual ini sebagai bagian dari strategi pengambilan keuntungan setelah kenaikan harga sebelumnya. Situasi ini juga menunjukkan bahwa emas tidak selalu langsung naik meskipun terjadi konflik geopolitik.

Kesimpulan

Pergerakan harga emas dan perak saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik, penguatan dolar AS, serta kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi. Kondisi tersebut memicu aksi jual di berbagai kelas aset mulai dari saham hingga logam mulia.

Dalam beberapa tahun terakhir, investor juga mulai mempertimbangkan diversifikasi ke aset digital seperti cryptocurrency. Meski memiliki volatilitas tinggi dibanding emas, crypto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menawarkan potensi pertumbuhan yang berbeda dari instrumen investasi tradisional.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Crypto Berbasis Emas: Ketika Aset Fisik Bertemu Teknologi Kripto

buy gold bar
Sumber: Dr Wealth

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.

Salah satu yang paling populer adalah Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.

Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8