Jakarta, Pintu News – Harga emas melemah pada Selasa (3/3), turun hampir 4% dan diperdagangkan di sekitar $5,075 (Rp85.742.125) setelah reli kuat selama empat hari berturut-turut. Koreksi ini terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS di tengah sesi perdagangan yang volatil.
Perak tetap menjadi aset yang menonjol, dengan harga spot naik melampaui $90 (Rp1.520.550) per ons, mencerminkan minat yang solid terhadap aset safe-haven alternatif. Sentimen pasar yang lebih luas turut bergeser ketika investor mempertimbangkan risiko geopolitik terbaru serta menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter global.
Harga emas melemah setelah harga minyak mentah melonjak, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi. Kenaikan biaya energi membuat pelaku pasar memperkirakan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.
Baca juga: 3 Alasan Grayscale Yakin Sekarang adalah Waktu yang Tepat untuk Investasi Crypto Jangka Panjang
Sejumlah analis menilai Federal Reserve memiliki ruang gerak kebijakan yang lebih besar dibandingkan Bank Sentral Eropa (ECB) maupun Bank of England apabila inflasi kembali berakselerasi.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, keyakinan pasar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret meningkat. Probabilitas skenario “tahan suku bunga” untuk Juni naik mendekati 60%, dari kurang dari 45% pada pekan sebelumnya.
Perubahan kondisi ini mendorong pelaku pasar meninjau ulang proyeksi pemangkasan suku bunga pada 2026, setidaknya dua kali. Pada Selasa, ekspektasi terjadinya pelonggaran lebih awal turut menurun.

Pasar kripto global melemah 1,45% menjadi $2,34 triliun (Rp39.534,3 triliun) seiring meningkatnya tekanan geopolitik. Bitcoin (BTC) bergerak mendatar di kisaran $68.000 (Rp1.148.860.000), selaras dengan pelemahan pasar saham ketika investor cenderung mengalihkan dana ke aset berisiko rendah. Pergerakan ini kembali menegaskan bahwa kinerja aset kripto masih kuat dipengaruhi sentimen pasar secara umum.
Di Timur Tengah, eskalasi berlangsung cepat. Iran dilaporkan memblokir Selat Hormuz serta melakukan serangan terhadap beberapa pangkalan militer AS dan Israel. Serangan drone juga disebut terjadi di sekitar Kedutaan Besar AS di Riyadh, yang memperbesar ketidakpastian regional.
Situasi semakin memburuk pada akhir pekan setelah pasukan AS dan Israel melakukan serangan bersama yang menargetkan sejumlah pemimpin Iran. Perkembangan tersebut meningkatkan risiko meluasnya konflik dan mendorong investor meninjau ulang eksposur terhadap aset berisiko.
Meski gejolak geopolitik umumnya mendukung aset lindung nilai seperti emas, pada sesi ini penguatan permintaan dolar serta perubahan ekspektasi suku bunga membatasi arus masuk ke aset safe-haven.
Baca juga: Harga Kalung Emas Hari Ini, 4 Maret 2026
Harga emas tidak mampu bertahan di atas $5,200 (Rp87.854.000), yang berperan sebagai batas atas jangka pendek. Area resistensi yang lebih kuat terbentuk di sekitar $5,311 (Rp89.729.345), karena beberapa reli terbaru berulang kali berbalik arah dari zona tersebut.
Indikator momentum ikut melemah seiring penurunan intraday yang semakin dalam. Sementara itu, level psikologis 5,000 dipandang sebagai “garis pembatas” bagi pelaku pasar yang berharap pelemahan lanjutan dapat dibatasi.
Menjelang akhir Maret, pelaku pasar mengincar area dukungan 5,050 hingga 5,000, yakni sekitar $5,050 (Rp85.319.750) sampai $5,000 (Rp84.475.000). Di rentang ini, pembeli berpotensi mencoba menahan tekanan dan membangun stabilisasi. Namun, apabila harga turun berkelanjutan di bawah 5,000, risiko aksi jual tambahan meningkat dan sentimen pasar berpeluang semakin tertekan.

Jika dukungan mampu bertahan, emas berpeluang memantul dan setidaknya kembali menuju $5,180 (Rp87.516.100) sebagai pemulihan sementara. Untuk memperkuat pemulihan, dibutuhkan pergerakan naik yang tegas melampaui $5,200 (Rp87.854.000), yang dapat membuka ruang menuju $5,260 (Rp88.867.700) sekaligus menantang tekanan tren bearish yang baru terbentuk.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.