Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengguncang pasar keuangan global. Konflik yang melibatkan Iran memicu lonjakan harga energi sekaligus memperkuat dolar Amerika Serikat (AS). Dampaknya terasa luas, mulai dari saham global, emas, hingga komoditas industri yang mengalami tekanan signifikan.
Kondisi ini memicu perubahan sentimen investor di berbagai pasar keuangan. Banyak pelaku pasar mulai mengurangi eksposur pada aset berisiko dan mencari instrumen yang dianggap lebih likuid, termasuk uang tunai dan beberapa aset crypto seperti Bitcoin (BTC) yang sering mengalami volatilitas tinggi saat terjadi gejolak global.
Lonjakan harga energi menjadi pemicu utama gejolak pasar global. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga sekitar $83 per barel atau setara Rp1.403.281, naik sekitar 37,1% sejak awal tahun. Sementara itu, harga gas alam di pasar TTF Eropa juga melonjak tajam hingga 27,8% dalam mata uang Euro.
Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah. Serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas. Situasi tersebut membuat pasar energi menjadi sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik.
Kenaikan harga energi juga meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Ketika biaya energi meningkat, biaya produksi di berbagai sektor ikut naik dan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
Baca Juga: 7 Alasan Emas On-Chain Naik Daun: Trading 24/7 Saat Pasar Tutup, XAUT-USDT Jadi Incaran

Lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik memicu aksi jual besar di pasar saham global. Investor global mulai melepas saham untuk mengurangi risiko portofolio di tengah situasi yang tidak pasti.
Beberapa indeks saham utama dunia mencatat penurunan signifikan, antara lain:
Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terbesar pasar saham global sejak pertengahan tahun lalu. Investor khawatir bahwa konflik geopolitik dapat memperburuk kondisi ekonomi global yang sudah menghadapi tekanan inflasi dan suku bunga tinggi.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu dampak utama dari gejolak pasar global. Indeks dolar (DXY) tercatat naik sekitar 1,1%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak Mei tahun lalu.
Kuatnya dolar membuat harga logam mulia seperti emas dan perak menjadi kurang menarik bagi investor internasional. Harga emas sebelumnya sempat menyentuh sekitar $5.600 per troy ounce atau sekitar Rp94.679.200, setelah sempat menembus $5.000 atau sekitar Rp84.535.000.
Namun tekanan jual membuat harga emas kembali melemah. Sementara itu, harga perak juga mengalami koreksi tajam hingga menyentuh sekitar $80 per troy ounce atau sekitar Rp1.352.560, turun sekitar 19% dari puncak empat minggu sebelumnya.
Gejolak pasar tidak hanya terjadi pada saham dan logam mulia. Pasar obligasi global juga mengalami tekanan setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik sekitar 0,13 poin persentase dalam dua hari.
Kenaikan imbal hasil ini menjadi yang tercepat dalam sembilan bulan terakhir. Hal tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap inflasi yang dipicu oleh lonjakan harga energi. Ketika inflasi meningkat, bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Komoditas industri juga terkena dampaknya, terutama logam dasar yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi global. Beberapa penurunan harga yang tercatat antara lain:
Selain itu, pasar crypto dan cryptocurrency juga mengalami volatilitas tinggi. Aset digital seperti Ethereum (ETH) dan Ripple (XRP) sering mengalami fluktuasi tajam ketika terjadi ketidakpastian geopolitik dan perubahan sentimen investor global.
Perang Iran menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dapat memberikan dampak besar terhadap pasar keuangan global. Lonjakan harga energi, penguatan dolar AS, serta tekanan pada emas, perak, dan komoditas industri menciptakan efek domino di berbagai sektor investasi.
Investor kini menghadapi tantangan besar dalam mengelola portofolio di tengah ketidakpastian yang tinggi. Ke depan, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan perkembangan konflik geopolitik akan menjadi faktor penting yang menentukan stabilitas pasar global, termasuk pergerakan aset crypto dan cryptocurrency.
Baca Juga: 5 Keunggulan Deposito Emas Pegadaian
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.