Jakarta, Pintu News – Maret 2026 diprediksi menjadi bulan yang sangat menentukan bagi pasar aset kripto global. Sejumlah faktor mulai dari kebijakan bank sentral, regulasi baru, hingga event industri besar akan menjadi sorotan utama.
Di tengah ketidakpastian, Bitcoin (BTC) diperkirakan tetap menjadi pusat perhatian, sementara altcoin seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Pepe Coin (PEPE) masih menghadapi tekanan berat. Data on-chain terbaru juga menunjukkan adanya ketimpangan likuiditas yang bisa memengaruhi arah pasar dalam beberapa minggu ke depan.
Salah satu faktor utama yang akan membentuk sentimen pasar kripto di Maret 2026 adalah keputusan regulasi dari pemerintah Amerika Serikat. Saat ini, para legislator di Washington tengah membahas Clarity Act, sebuah rancangan undang-undang yang akan menentukan klasifikasi aset digital sebagai komoditas atau sekuritas.
Kejelasan hukum ini sangat penting karena dapat memengaruhi strategi investasi institusi besar di sektor kripto. Jika aturan ini disahkan, distribusi modal ke berbagai aset digital bisa berubah secara signifikan.
Selain itu, keputusan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) pada 18 Maret 2026 juga menjadi perhatian utama. Setelah periode pelonggaran likuiditas di akhir 2025, pelaku pasar menantikan sinyal apakah The Fed akan memangkas suku bunga atau memilih untuk menahan.
Dalam siklus sebelumnya, kondisi keuangan yang lebih longgar terbukti mampu mendorong harga aset berisiko, termasuk kripto. Oleh karena itu, setiap pernyataan dari pejabat The Fed akan sangat memengaruhi arus modal ke pasar kripto.
Baca juga: Prediksi Harga Ripple (XRP) 2026: 3 Model AI Ungkap Potensi Lonjakan Besar
Maret 2026 juga akan diramaikan oleh dua event besar di industri kripto, yaitu DC Blockchain Summit di Washington dan Digital Asset Summit di New York. Kedua acara ini akan mempertemukan regulator, manajer aset, serta perusahaan kripto terkemuka.
Biasanya, pernyataan publik dari pejabat regulator di forum-forum seperti ini mampu menggerakkan harga aset digital secara signifikan. Selain itu, diskusi yang terjadi di event tersebut sering kali menjadi acuan bagi investor institusi dalam mengambil keputusan.
Di sisi lain, rilis data ekonomi Amerika Serikat seperti inflasi dan laporan ketenagakerjaan juga akan menjadi katalis penting. Data-data ini akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter dan likuiditas.
Jika data ekonomi menunjukkan perlambatan, peluang pelonggaran moneter akan semakin besar dan bisa menjadi angin segar bagi pasar kripto. Namun, jika data justru mengindikasikan ekonomi yang terlalu panas, tekanan pada aset berisiko bisa semakin berat.
Baca juga: American Bitcoin Tambah 11.298 Mesin Baru, Hashrate Melejit di Tengah Pasar Bergejolak
Analisis dari FireHustle dan data on-chain CryptoQuant menunjukkan pola yang sudah sering terjadi di siklus sebelumnya. Modal cenderung masuk ke Bitcoin (BTC) terlebih dahulu sebelum akhirnya mengalir ke altcoin seperti Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Pepe Coin (PEPE). Namun, saat ini, sekitar 38% altcoin masih diperdagangkan di dekat level terendah sepanjang masa. Penurunan ini bahkan lebih dalam dibandingkan periode setelah runtuhnya FTX pada tahun 2022.
Likuiditas yang belum merata membuat banyak token kecil masih mencatatkan permintaan yang lemah. CryptoQuant mencatat bahwa distribusi modal belum meluas ke luar Bitcoin (BTC), sehingga altcoin harus menunggu adanya permintaan yang lebih kuat untuk bisa bangkit. Jika likuiditas membaik, sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) biasanya menjadi yang pertama bergerak naik. Namun, keberlanjutan reli altcoin sangat bergantung pada kembalinya minat investor ke pasar secara keseluruhan.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.