Keperkasaan Dolar AS: De-Dolarisasi Gagal, Mata Uang Dunia Lain Tersingkir!

Updated
March 5, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran kembali membuktikan bahwa dolar Amerika Serikat (AS) tetap menjadi pilihan utama para investor global. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, indeks DXY melonjak di atas 98 setelah sebelumnya sempat turun ke level 95 hanya sebulan lalu. Lonjakan ini menandakan kepercayaan pasar terhadap dolar AS masih sangat kuat, terutama saat krisis melanda. Fenomena ini sekaligus menyingkirkan wacana de-dolarisasi yang selama ini digadang-gadang sebagai ancaman bagi dominasi dolar.

Dolar AS Jadi Pilihan Utama Saat Krisis, De-Dolarisasi Tertunda

Ketika konflik internasional memanas, para pelaku pasar cenderung mencari aset yang dianggap paling aman, dan dolar AS selalu menjadi tujuan utama. Negara-negara yang sebelumnya gencar mengampanyekan de-dolarisasi justru kini kembali memborong dolar AS untuk memperkuat cadangan devisa mereka. Sebagai contoh, pemerintah Tiongkok mendorong bank dan perusahaan milik negara untuk mengumpulkan dolar AS demi menekan nilai tukar yuan.

Langkah ini membuktikan bahwa upaya de-dolarisasi belum mampu menggoyahkan posisi dolar AS sebagai mata uang global. Tidak hanya negara berkembang, negara-negara maju pun tetap mengandalkan dolar AS sebagai pelindung nilai di tengah gejolak pasar. Mata uang lain seperti euro, pound sterling, yuan, dan yen terbukti tidak mampu menahan tekanan saat volatilitas meningkat.

Dolar AS bahkan dijuluki sebagai “baju kotor paling bersih” karena tetap menjadi pilihan terbaik meski banyak pesaing bermunculan. Selama lebih dari tujuh dekade, dolar AS telah membuktikan ketangguhannya menghadapi berbagai krisis ekonomi dan politik dunia.

Baca Juga: Portofolio Crypto Donald Trump Anjlok 94%: Rugi Rp181,92 Miliar dalam Setahun, Ini 6 Pelajarannya

Alternatif Mata Uang Global Belum Mampu Menyaingi Dolar AS

fokus utama brics dan dolar as
Sumber: Time

Upaya de-dolarisasi yang digagas oleh sejumlah negara belum mampu menghadirkan alternatif yang benar-benar sepadan dengan dolar AS. Tidak ada satu pun mata uang yang bisa menandingi kepercayaan pasar terhadap dolar, bahkan di tengah upaya diversifikasi cadangan devisa. Franc Swiss, yang sempat menguat tajam, akhirnya harus dilemahkan oleh intervensi Swiss National Bank (SNB) demi menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

SNB secara terbuka menyatakan siap melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mencegah apresiasi franc yang terlalu cepat dan berlebihan terhadap dolar AS. Sementara itu, euro hanya mampu menguat tipis sebesar 0,2% terhadap franc Swiss, mencapai level tertinggi harian di 0,9098.

Kondisi ini menunjukkan bahwa euro pun belum mampu menjadi pesaing serius bagi dolar AS di tengah ketidakpastian global. Di sisi lain, mata uang kripto seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), dan Pepe Coin (PEPE) masih dianggap terlalu volatil untuk dijadikan aset lindung nilai utama. Dengan demikian, dominasi dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia masih belum tergoyahkan hingga saat ini.

Kepercayaan Pasar Global Terhadap Dolar AS Tetap Tak Tergoyahkan

Kepercayaan pasar terhadap dolar AS semakin menguat seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Para investor institusi dan negara-negara besar tetap memilih dolar AS sebagai aset safe haven utama, meskipun berbagai upaya de-dolarisasi terus digencarkan. Tidak hanya itu, bank sentral di berbagai negara juga masih mengandalkan dolar AS untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan cadangan devisa mereka.

Hal ini membuktikan bahwa dolar AS masih menjadi tulang punggung sistem keuangan internasional. Di tengah persaingan mata uang global, dolar AS tetap unggul berkat likuiditas tinggi, kepercayaan pasar, dan peran sentral dalam perdagangan internasional. Mata uang lain, termasuk euro, franc Swiss, dan yuan, belum mampu menandingi kekuatan dolar AS dalam menghadapi tekanan pasar. Bahkan, intervensi bank sentral seperti yang dilakukan SNB hanya memperkuat posisi dolar AS sebagai mata uang paling stabil. Dengan demikian, dominasi dolar AS diprediksi akan terus berlanjut dalam waktu yang cukup lama.

Dolar AS Tetap Tak Tergantikan di Tengah Gejolak Dunia

Dominasi dolar AS sebagai mata uang global kembali terbukti di tengah konflik dan ketidakpastian ekonomi dunia. Upaya de-dolarisasi yang digagas sejumlah negara belum mampu menghadirkan alternatif yang sepadan. Kepercayaan pasar terhadap dolar AS tetap tinggi, menjadikannya pilihan utama saat krisis melanda. Selama belum ada pesaing yang benar-benar kuat, dolar AS akan terus menjadi raja di pasar keuangan internasional.

Baca Juga: Lonjakan Penarikan Crypto 700% di Iran: Bitcoin Jadi Jalur Pelarian Finansial Saat Krisis

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topic

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8