Jakarta, Pintu News – Selain emas murni, masyarakat Indonesia juga mengenal jenis logam campuran yang disebut emas suasa. Jenis emas ini cukup populer digunakan dalam perhiasan karena memiliki warna khas dan daya tahan yang lebih kuat dibandingkan emas murni. Meski begitu, banyak orang masih bertanya-tanya mengenai kadar emas suasa, ciri-cirinya, hingga apakah logam ini bisa dijual kembali seperti emas pada umumnya.
Di tengah berkembangnya investasi modern seperti crypto dan cryptocurrency, emas masih dianggap sebagai aset tradisional yang relatif stabil. Namun sebelum membeli perhiasan atau logam campuran seperti suasa, penting bagi kamu memahami karakteristiknya terlebih dahulu.
Emas suasa adalah logam campuran yang terdiri dari emas murni dan tembaga. Dalam banyak kasus, komposisinya sekitar 75% emas dan 25% tembaga, sehingga sering disamakan dengan emas 18 karat.
Campuran tembaga ini membuat emas suasa memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan emas murni. Selain warna yang unik, logam ini juga menjadi lebih kuat dan tidak mudah berubah bentuk, sehingga sering digunakan untuk perhiasan sehari-hari seperti cincin, gelang, atau liontin.
Baca Juga: Prediksi Gila! Bitcoin Bisa Tembus Rp2,02 Miliar Maret 2026, ETH ke Rp202 Juta?
Kadar emas suasa biasanya berada di sekitar 75% kandungan emas murni, yang berarti setara dengan emas 18 karat. Sisanya merupakan logam lain, terutama tembaga, yang berfungsi meningkatkan kekuatan material.
Karena bukan emas 24 karat, nilai intrinsik emas suasa tentu lebih rendah dibandingkan emas murni. Namun, campuran logam tersebut justru memberikan keunggulan dari segi ketahanan dan bentuk yang lebih stabil ketika digunakan sebagai perhiasan.

Emas suasa memiliki beberapa karakteristik khas yang dapat membantu kamu membedakannya dari emas murni. Perbedaan ini terutama terlihat dari warna dan sifat fisiknya.
Beberapa ciri umum emas suasa antara lain:
Dengan mengenali karakteristik ini, kamu dapat lebih mudah membedakan emas suasa dari jenis emas lainnya.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah emas suasa bisa berubah warna. Jawabannya adalah bisa, terutama jika perhiasan tidak dirawat dengan baik.
Kandungan tembaga di dalam emas suasa dapat mengalami proses oksidasi ketika terkena udara, keringat, atau bahan kimia tertentu. Akibatnya, warna perhiasan bisa terlihat lebih kusam atau sedikit menghitam seiring waktu.
Namun perubahan warna ini biasanya dapat diperbaiki dengan proses pembersihan atau polishing di toko emas.
Banyak orang mengira emas suasa tidak bisa dijual kembali. Padahal, perhiasan jenis ini tetap dapat dijual, terutama di toko emas yang menerima logam campuran atau perhiasan bekas.
Namun harga jualnya biasanya lebih rendah dibandingkan emas murni karena kandungan emasnya tidak 100%. Nilai yang diterima akan bergantung pada beberapa faktor seperti:
Karena itu, emas suasa lebih sering dipilih sebagai perhiasan daripada sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Emas suasa adalah logam campuran yang terdiri dari sekitar 75% emas dan 25% tembaga, sehingga memiliki warna kuning kemerahan yang khas dan daya tahan lebih tinggi dibanding emas murni. Karakteristik ini membuatnya cocok digunakan sebagai perhiasan sehari-hari.
Meski demikian, emas suasa tidak selalu ideal sebagai investasi karena kadar emasnya lebih rendah. Walaupun begitu, perhiasan suasa tetap bisa dijual kembali di toko emas, meskipun harga yang diterima biasanya lebih rendah dibanding emas murni.
Bagi kamu yang tertarik dengan aset lindung nilai, memahami perbedaan antara emas murni, logam campuran seperti suasa, serta aset modern seperti crypto dan cryptocurrency dapat membantu dalam menentukan strategi diversifikasi investasi yang lebih seimbang.
Baca Juga: 5 Isu Besar Crypto Maret 2026: FOMC, Stablecoin, hingga Unlock Token Bernilai Miliaran
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.