Jakarta, Pintu News – Harga emas masih menjadi salah satu indikator penting bagi investor yang mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar global. Pada 10 Maret 2026, harga emas dari Toko Emas Gadjah kembali diperbarui dengan berbagai kategori kadar yang bisa menjadi acuan bagi kamu yang ingin membeli atau menjual emas. Pergerakan harga emas sering dibandingkan dengan aset digital seperti crypto atau cryptocurrency karena keduanya dianggap sebagai alternatif penyimpan nilai di era modern.
Harga emas biasanya dibedakan berdasarkan kadar atau kemurnian logam mulia tersebut. Semakin tinggi kadar karat (K), maka semakin tinggi pula nilai emas tersebut di pasaran. Pada update terbaru, harga emas Gadjah menunjukkan variasi harga yang cukup signifikan antara kadar rendah hingga tinggi.
Berikut daftar harga emas per gram yang tercatat hari ini:
Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh tingkat kemurnian emas serta jenis logam campuran yang digunakan. Emas putih misalnya menggunakan campuran logam seperti palladium atau nikel sehingga menghasilkan warna berbeda.
Baca Juga: Prediksi Harga EigenLayer (EIGEN): Bisa Tembus Rp125.304 pada 2026?
Kadar emas diukur menggunakan satuan karat yang menunjukkan persentase kandungan emas murni dalam sebuah produk. Emas 24K dianggap sebagai emas murni, sedangkan kadar yang lebih rendah berarti terdapat campuran logam lain. Campuran tersebut biasanya digunakan untuk meningkatkan kekuatan emas agar lebih tahan terhadap goresan.
Sebagai contoh, emas 17K memiliki kandungan emas sekitar 70%, sedangkan emas 9K memiliki kandungan emas sekitar 37,5%. Hal ini membuat harga emas dengan kadar lebih tinggi seperti 16K dan 17K jauh lebih mahal dibandingkan kadar 6K atau 8K.
Dalam beberapa tahun terakhir, investor semakin sering membandingkan emas dengan aset digital seperti crypto. Aset seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sering dianggap sebagai “emas digital” karena memiliki suplai terbatas dan digunakan sebagai penyimpan nilai. Meskipun begitu, volatilitas cryptocurrency jauh lebih tinggi dibandingkan emas.
Sebagai ilustrasi, harga Bitcoin (BTC) dapat bergerak ribuan dolar dalam satu hari. Jika dikonversi dengan kurs Rp16.894 per USD, pergerakan sebesar $1.000 setara sekitar Rp16.894.000. Sementara itu, harga emas biasanya bergerak lebih stabil sehingga banyak investor tradisional masih memilih emas sebagai aset lindung nilai.
Harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan pasar lokal, tetapi juga kondisi ekonomi global. Inflasi, suku bunga, serta ketegangan geopolitik sering menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas. Ketika kondisi ekonomi tidak stabil, investor biasanya beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas.
Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika juga berperan penting. Jika dolar menguat, harga emas di Indonesia biasanya ikut naik karena sebagian besar perdagangan emas dunia menggunakan mata uang USD.
Banyak investor menggunakan strategi pembelian bertahap atau dollar cost averaging saat berinvestasi emas. Strategi ini memungkinkan kamu membeli emas secara berkala tanpa terlalu khawatir terhadap fluktuasi harga harian. Pendekatan yang sama juga sering digunakan dalam investasi crypto atau cryptocurrency.
Namun, keputusan membeli emas tetap harus disesuaikan dengan tujuan keuangan kamu. Jika tujuan utamanya adalah perlindungan nilai jangka panjang, emas masih menjadi salah satu pilihan aset yang relatif stabil dibandingkan aset berisiko tinggi.
Emas putih sering dianggap lebih modern karena warnanya yang menyerupai platinum. Logam ini dibuat dengan mencampurkan emas dengan logam lain seperti palladium atau perak. Meskipun warnanya berbeda, kandungan emasnya tetap sama sesuai kadar karatnya.
Dari sisi harga, emas putih biasanya sedikit lebih mahal karena proses produksinya lebih kompleks. Selain itu, banyak perhiasan modern menggunakan emas putih karena tampilannya yang lebih elegan.
Bagi kamu yang baru mulai berinvestasi emas, penting untuk memahami perbedaan kadar dan harga. Memilih emas dengan kadar lebih tinggi biasanya lebih baik untuk investasi jangka panjang karena nilai intrinsiknya lebih tinggi. Namun, emas kadar rendah sering dipilih untuk kebutuhan perhiasan karena lebih kuat dan tahan lama.
Selain emas, beberapa investor juga mulai diversifikasi ke aset digital seperti crypto. Kombinasi antara emas dan cryptocurrency sering digunakan untuk menyeimbangkan portofolio investasi antara aset stabil dan aset dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melalui aset kripto berbasis emas.
Salah satu yang paling populer adalah Pax Gold (PAXG), stablecoin yang didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Token PAXG tersedia dan diperdagangkan di berbagai bursa kripto. PAXG juga menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin lindung nilai terhadap inflasi atau ketidakpastian ekonomi global, sembari tetap berada dalam ekosistem aset digital.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.