Jakarta, Pintu News – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global. Harga minyak mentah melonjak tajam hingga menembus $120 per barel akibat ancaman serius terhadap jalur vital Selat Hormuz. Merespons situasi genting ini, negara-negara anggota G7 tengah mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak strategis terbesar sepanjang sejarah, mencapai 400 juta barel. Langkah ini diprediksi akan membawa dampak besar terhadap stabilitas harga minyak dunia dan perekonomian global.
Pemerintah negara-negara G7 tengah menggodok rencana pelepasan cadangan minyak strategis secara terkoordinasi hingga 400 juta barel. Inisiatif ini akan menjadi intervensi terbesar yang pernah dilakukan, melampaui langkah-langkah serupa pada masa Perang Teluk pertama dan bencana Fukushima 2011. Koordinasi akan dilakukan melalui International Energy Agency (IEA), dengan Amerika Serikat, Jepang, dan satu negara G7 lainnya telah menyatakan dukungan awal.
Jepang, sebagai pemilik cadangan minyak terbesar ketiga di dunia, masih memantau situasi dengan cermat sebelum mengambil keputusan final. Rencana pelepasan cadangan ini langsung memicu reaksi pasar yang signifikan. Harga minyak yang sempat melonjak ke $120 per barel, tiba-tiba anjlok hingga ke level $100.139, turun hampir 17% dari puncaknya. Pada saat artikel ini ditulis, harga minyak tercatat di $103.682. Langkah G7 ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dihadapi, terutama terkait potensi blokade Selat Hormuz oleh Iran.
Baca Juga: Prediksi Harga EigenLayer (EIGEN): Bisa Tembus Rp125.304 pada 2026?

Selat Hormuz menjadi pusat perhatian dunia karena sekitar 20% pasokan minyak global melewati jalur sempit ini. Ancaman blokade dari Iran telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan berkepanjangan yang dapat mengguncang ekonomi global. Jepang menjadi negara yang paling rentan, karena lebih dari 90% impor minyak mentahnya bergantung pada kelancaran pengiriman melalui Selat Hormuz.
Jika jalur ini terganggu, dampaknya akan sangat terasa pada perekonomian Jepang dan negara-negara importir minyak lainnya. Kenaikan harga minyak di Amerika Serikat selama tiga bulan terakhir mencapai lebih dari $55 per barel, hampir dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Model ekonomi memperkirakan jika harga bertahan di level saat ini, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS bisa terkontraksi 0,5%, setara dengan hilangnya output ekonomi sekitar $160 miliar. Sementara itu, negara-negara produsen seperti Irak dan Kuwait mulai menutup sebagian produksinya, dan Uni Emirat Arab diperkirakan akan mengikuti langkah serupa. Kondisi ini semakin memperparah ketidakpastian pasokan minyak dunia.
Gejolak harga minyak yang ekstrem telah menimbulkan kerugian besar di kalangan pelaku pasar. Firma analitik blockchain Arkham mengidentifikasi sebuah dompet kripto milik trader meme coin yang mengalami kerugian hingga $3,5 juta dari posisi short crude oil senilai $12 juta, setelah harga melonjak lebih dari 50% dalam sepekan.
Di sisi lain, seorang trader lain berhasil meraih keuntungan lebih dari $1 juta dengan membuka posisi short leverage 5x tepat sebelum kabar pelepasan cadangan G7 beredar. Di tengah volatilitas ini, perdebatan mengenai kebijakan moneter Amerika Serikat pun mengemuka. Investor Anthony Pompliano menilai lonjakan harga minyak seharusnya tidak menjadi alasan bagi The Fed untuk menahan pemangkasan suku bunga.
Menurutnya, ekonomi AS saat ini berada dalam lingkungan deflasi struktural, sehingga satu komoditas seperti minyak tidak cukup kuat untuk menahan pelonggaran moneter. Sementara itu, mantan Presiden Donald Trump optimis harga minyak akan turun drastis begitu ancaman nuklir Iran mereda.
Langkah G7 dalam melepas cadangan minyak strategis secara besar-besaran menandai keseriusan dunia menghadapi ancaman krisis energi global. Namun, para analis memperingatkan bahwa solusi ini hanya bersifat sementara, karena cadangan yang dilepas harus diisi kembali di masa depan, yang berpotensi menambah tekanan pada harga minyak. Stabilitas harga minyak dunia kini sangat bergantung pada seberapa cepat jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat kembali normal. Dunia menanti, apakah intervensi ini mampu menstabilkan pasar atau justru menunda krisis yang lebih dalam.
Baca Juga: 3 Sinyal XRP: Futures Meledak 1.000%, Harga Ripple Siap Bergerak Tajam?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Bayangkan kamu bisa memantau dan berpotensi mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga minyak dunia secara langsung melalui aset crypto. Salah satu caranya adalah melalui Chevron (CVXON) dan saham AS lainnya yang dapat kamu akses di platform Pintu, sehingga investor dapat mengikuti dinamika pasar energi global dari ekosistem cryptocurrency.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, kamu bisa melihat pergerakan harga, melakukan transaksi dengan mudah, serta menjelajahi peluang diversifikasi portofolio antara aset komoditas global dan crypto dalam satu aplikasi.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin (BTC) dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.