Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) baru saja merangkak naik kembali dan berhasil menembus level $70,000, sehingga sentimen pasar kini terlihat sedikit lebih ringan. Meski begitu, data yang bermunculan di dashboard perdagangan mengindikasikan ada sesuatu yang menarik tengah terbentuk di balik pergerakan permukaan.
Pada grafik harian (10/3), tekanan beli secara perlahan mulai lebih dominan. Volume beli saat ini berada di kisaran 84 juta, cukup jauh di atas volume jual yang sekitar 59 juta. Ketimpangan ini mungkin tidak tampak terlalu mencolok pada pandangan pertama, tetapi di pasar kripto, pola semacam ini kerap menjadi sinyal bahwa pembeli berangsur mengambil kembali kendali setelah periode pelemahan. Saat momentum mulai bergeser seperti ini, pergerakan harga dapat berubah cepat.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin hari ini?

Pada 11 Maret 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $69,728 atau setara dengan Rp1.177.062.235 mengalami koreksi 0,75% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.171.359.225 dan harga tertingginya di Rp1.210.307.558.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp23.615 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 5% menjadi Rp947,59 triliun.
Baca juga: 3 Token Unlocks Minggu Ini, Potensi Guncang Pasar Crypto?
Secara teknikal, pemulihan ini tergolong signifikan. Grafik harga Bitcoin menunjukkan aset tersebut memantul dari level terendah terbaru, lalu mulai stabil di atas ambang psikologis $70,000. Indikator momentum juga belum menunjukkan sinyal “terlalu panas”.
CMF saat ini berada di 0.04, yang menandakan arus modal lebih banyak masuk ke aset daripada keluar. Secara umum, CMF yang positif mengindikasikan fase akumulasi, sehingga mengarah pada dugaan bahwa pelaku pasar sedang membangun posisi secara bertahap, bukan beramai-ramai meninggalkan pasar.
Selanjutnya, RSI tercatat di 51.69. Angka ini berada di zona netral dan masih jauh dari area jenuh beli. Artinya, masih ada ruang bagi pergerakan harga sebelum pasar mulai menampilkan sinyal peringatan.
Bagi pihak yang memantau pasangan BTC/USD, kombinasi tersebut—bersama kenaikan volume beli, arus modal yang tetap positif, serta RSI yang netral—sering kali lebih konsisten dengan potensi kelanjutan tren dibandingkan tanda kelelahan pergerakan.

Selain itu, data pergerakan stablecoin di jaringan TRON menunjukkan kenaikan yang jelas pada transfer USDT di berbagai bursa terpusat, dengan lonjakan cadangan yang paling menonjol terjadi di Binance.
Per 10 Maret, cadangan USDT Binance meningkat hingga sekitar $4.77 miliar. Kenaikan ini menjadi lonjakan besar kedua sejak 8 Februari 2026, ketika cadangan sempat menyentuh kurang lebih $4.9 miliar.
Baca juga: Harga Pi Network Berpotensi Melejit ke $0,50 Minggu Ini, Kok Bisa?
Dalam konteks pasar kripto, cadangan stablecoin kerap dipandang sebagai “amunisi” likuiditas. Ketika pelaku pasar memindahkan stablecoin dalam jumlah besar ke bursa, hal tersebut umumnya mengindikasikan modal sedang dipersiapkan untuk masuk ke pasar.

Pada saat yang sama, indikator lain memberikan nuansa yang menarik. Whale vs Retail Delta di Binance masih berada di zona negatif, yang mengisyaratkan aktivitas ritel belum mampu mengimbangi partisipan berkapital besar. Namun, data juga memperlihatkan semakin seringnya transaksi paus bernilai tinggi, yang mengarah pada dugaan bahwa pemain besar tengah melakukan penempatan posisi secara aktif.
Kombinasi ini menggambarkan paus cenderung mengakumulasi ketika ritel tetap berhati-hati—pola yang secara historis kerap mendahului fase volatilitas yang lebih tinggi. Jika disatukan dengan meningkatnya likuiditas stablecoin serta perbaikan indikator teknikal, kondisi pasar tampak semakin siap untuk pergerakan lanjutan.
Bagi analis yang menyusun model proyeksi harga Bitcoin, rangkumannya relatif jelas: likuiditas sedang terbentuk, pembeli mulai masuk, dan indikator momentum masih berada di wilayah netral. Artinya, langkah berikutnya pada harga Bitcoin berpotensi kembali menunjukkan dorongan momentum.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.