Jakarta, Pintu News – Dilansir dari FX Street (12/3), harga Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI) memangkas sebagian dari kenaikan intraday yang kuat menuju kisaran $94.75-$94.80 pada hari Kamis, meskipun penurunan tampaknya terbatas di tengah kekhawatiran tentang gangguan pasokan.
Komoditas ini, bagaimanapun, tetap mempertahankan bias positif untuk hari ketiga berturut-turut dan saat ini diperdagangkan di bawah $93.00, meskipun masih naik lebih dari 6% untuk hari ini.

Berdasarkan laman TradingEconomics, harga energi mengalami kenaikan signifikan pada hari ini, 12 Maret 2026, dengan Crude Oil dan minyak Brent masing-masing mencatatkan kenaikan yang cukup besar.
Untuk Crude Oil, harga saat ini berada di 93.284 USD per barel, dengan kenaikan harian sebesar 6.034 USD, atau 6.92%. Dalam periode mingguan, harga minyak mentah ini telah meningkat sebesar 15.21%.
Sementara itu, Brent juga mengalami lonjakan yang lebih tinggi, diperdagangkan pada 98.648 USD per barel, dengan kenaikan harian sebesar 6.668 USD, yang setara dengan 7.25%. Untuk minggu ini, Brent mencatatkan kenaikan sebesar 15.09%.
Kedua jenis minyak ini menunjukkan tren positif yang mencerminkan pergerakan pasar yang kuat dalam minggu ini.
Seiring dengan berlanjutnya perang antara AS dan Israel melawan Iran tanpa tanda-tanda akan berakhir, laporan tentang dugaan serangan Iran terhadap kapal tanker minyak di Teluk Persia bagian utara, dekat Irak dan Kuwait, semakin memperburuk kekhawatiran tentang gangguan pasokan dari wilayah penghasil minyak utama ini.
Selain itu, Iran telah memperingatkan bahwa tidak ada minyak mentah yang akan melintas melalui Selat Hormuz, titik kritis jalur pelayaran. Hal ini ternyata menjadi faktor utama yang memicu lonjakan baru pada harga minyak mentah.
Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan bahwa 32 negara anggotanya sepakat untuk menyediakan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat mereka ke pasar. Selain itu, pemerintahan Trump berencana untuk melepaskan 172 juta barel dari cadangan minyak darurat AS sebagai bagian dari upaya terkoordinasi untuk meredakan lonjakan harga minyak mentah dan bensin di tengah perang yang terus berlanjut dengan Iran.
Langkah ini dimaksudkan untuk membatasi guncangan pasokan dan menghalangi para pembeli agresif untuk melakukan taruhan besar. Selain itu, kekhawatiran tentang tekanan inflasi yang dipicu oleh perang tetap mendukung kenaikan lebih lanjut pada imbal hasil obligasi Treasury AS dan membantu Dolar AS (USD) untuk mendapatkan momentum positif untuk hari ketiga berturut-turut. Dolar yang lebih kuat semakin membatasi pergerakan komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi USD.
Namun demikian, latar belakang fundamental yang mendukung tersebut tampaknya lebih menguntungkan bagi para trader bullish dan menunjukkan bahwa jalur resistansi terendah untuk harga minyak mentah adalah ke arah atas. Oleh karena itu, setiap penurunan korektif dapat dilihat sebagai peluang untuk membeli dan lebih cenderung untuk tetap terbatas, karena fokus pasar tetap tertuju pada perkembangan geopolitik.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, aset yang sebelumnya lekat dengan pasar komoditas tradisional kini mulai hadir dalam format digital, termasuk aset yang berkaitan dengan sektor energi dan harga minyak.
Salah satu contoh yang relevan dalam konteks ini adalah Chevron (CVXON). Sebagai perusahaan energi global, Chevron memiliki aktivitas bisnis yang mencakup seluruh rantai nilai industri minyak dan gas, mulai dari eksplorasi dan produksi hulu hingga pengilangan, distribusi, pemasaran, transportasi, petrokimia, dan pengembangan energi untuk kebutuhan listrik.
Dalam ekosistem blockchain, eksposur terhadap Chevron kini juga hadir melalui CVXON (Chevron Tokenized Stock), yaitu representasi digital berbentuk token dari saham Chevron Corporation yang diterbitkan oleh Ondo Finance. Melalui aset ini, investor, khususnya di luar Amerika Serikat, dapat memperoleh akses terhadap pergerakan harga saham Chevron.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.