5 Fakta Bitcoin Naik 7%: Saat Emas Turun 2% dan Nasdaq-100 Melemah

Updated
March 13, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) kembali menarik perhatian pasar setelah menunjukkan kinerja yang lebih kuat dibanding emas dan Nasdaq-100 di tengah konflik Timur Tengah. Arthur Hayes menyoroti bahwa sejak konflik dimulai pada 28 Februari, harga BTC justru menguat sekitar 7%, sementara emas turun sekitar 2% dan Nasdaq-100 melemah 0,5%. Pergerakan ini memunculkan kembali perdebatan lama: apakah crypto kini mulai dipandang sebagai aset lindung nilai baru, atau tetap hanya menjadi aset berisiko yang kebetulan sedang unggul.

1. Bitcoin Unggul Saat Emas dan Nasdaq-100 Tersendat

Di tengah ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi, Bitcoin justru mencatat performa yang lebih baik dibanding dua aset besar lain. Menurut sorotan Arthur Hayes, BTC naik sekitar 7% sejak konflik dimulai, sedangkan emas turun 2% dan Nasdaq-100 terkoreksi 0,5%.

Perbandingan ini cukup menarik karena biasanya emas menjadi aset safe haven utama saat risiko global meningkat. Namun kali ini, pasar menunjukkan pola yang berbeda, sehingga Bitcoin mulai dilihat bukan sekadar aset spekulatif, tetapi juga sebagai bagian dari strategi diversifikasi modern.

Baca Juga: 5 Fakta CPI Februari 2026: Bitcoin (BTC) Turun, Emas & Risiko Inflasi Stabil yang Harus Kamu Tahu

2. Harga Bitcoin Bertahan di Atas Rp1,21 Miliar

Dalam laporan tersebut, Bitcoin diperdagangkan di atas US$69.000 dan sempat menyentuh kisaran US$70.000–US$71.471. Dengan kurs 1 USD = Rp16.945, harga ini setara sekitar:

  • US$69.000 = Rp1,17 miliar
  • US$70.000 = Rp1,19 miliar
  • US$71.471 = Rp1,21 miliar

Rentang harga ini menunjukkan bahwa BTC masih mampu bertahan di area tinggi meski tekanan makro belum sepenuhnya reda. Untuk investor cryptocurrency, stabilitas di kisaran tersebut memberi sinyal bahwa minat pasar terhadap aset crypto belum hilang.

3. Konflik Timur Tengah dan Minyak Mahal Jadi Ujian Baru

adopsi crypto timur tengah
Generated by AI

Konflik yang meningkat sejak akhir Februari mendorong serangan terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di kawasan Teluk. Kondisi ini sempat mengangkat harga Brent crude di atas US$100 per barel, atau setara sekitar Rp1,69 juta per barel, sehingga memperbesar risiko inflasi global.

Biasanya, lonjakan harga energi akan mendukung komoditas seperti emas. Namun dalam episode kali ini, aliran dana investor tampak lebih terpecah karena sebagian pasar memilih likuiditas cepat, sementara sebagian lain mencari lindung nilai jangka panjang, termasuk ke aset crypto.

4. Bitcoin Belum Tentu Resmi Jadi Safe Haven

Walau unggul dalam jangka pendek, posisi Bitcoin sebagai safe haven masih belum sepenuhnya pasti. Artikel tersebut menekankan bahwa BTC saat ini lebih tepat dilihat sebagai aset yang bergerak tidak selalu sejalan dengan emas maupun saham teknologi, sehingga karakternya berada di antara aset berisiko dan aset lindung nilai.

Arthur Hayes sendiri juga tidak sepenuhnya agresif. Di satu sisi ia menyoroti outperformance Bitcoin, tetapi di sisi lain ia tetap mengingatkan investor agar tidak terburu-buru mengejar momentum, karena reli jangka pendek belum tentu menjadi awal tren bullish yang benar-benar kuat.

5. ETF dan Likuiditas Jadi Penentu Arah Berikutnya

Salah satu alasan Bitcoin tetap kuat adalah adanya dukungan dari arus masuk ETF spot dan minat ritel yang kembali meningkat. Beberapa pengamat pasar menyebut pergerakan BTC saat ini masih berada dalam fase konsolidasi, artinya pasar belum sepenuhnya memutuskan arah besar berikutnya.

Bagi investor, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya sinyal on-chain atau sentimen crypto semata. Dinamika yield obligasi, arah dolar AS, harga minyak, serta perubahan likuiditas global juga akan sangat menentukan apakah Bitcoin dapat melanjutkan penguatan atau justru kembali berbalik.

Kesimpulan

Kinerja Bitcoin (BTC) yang naik 7% saat emas dan Nasdaq-100 melemah menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami perubahan pola yang menarik. Di tengah konflik, tekanan energi, dan ketidakpastian makro, crypto tampak mulai memperoleh ruang baru dalam portofolio investor global.

Meski demikian, kesimpulan bahwa Bitcoin telah resmi menjadi safe haven masih terlalu dini. Untuk saat ini, BTC lebih tepat dipahami sebagai aset cryptocurrency yang sensitif terhadap likuiditas, tetapi juga semakin mampu berdiri sendiri ketika aset tradisional tidak memberikan perlindungan yang jelas.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Kamu Tahu: Apakah XRP Bisa Capai $4 di 2026?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.

pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8
pintu-icon-banner

Trade on Pintu

Buy & invest in crypto easily

Pintu feature 1
Pintu feature 2
Pintu feature 3
Pintu feature 4
Pintu feature 5
Pintu feature 6
Pintu feature 7
Pintu feature 8