Jakarta, Pintu News – STRC, saham preferen milik perusahaan Strategy, kini menjadi sorotan utama di pasar modal. Permintaan terhadap saham yang didukung oleh Bitcoin (BTC) ini melonjak tajam, seiring dengan meningkatnya minat investor institusi dan individu.
Fenomena ini terjadi di tengah spekulasi bahwa perusahaan milik Michael Saylor baru saja membeli lebih dari 1.000 Bitcoin (BTC) dalam sepekan terakhir. Program penjualan saham di pasar (ATM) yang dijalankan Strategy diduga kuat menjadi salah satu pendorong utama lonjakan permintaan STRC.
Michael Saylor, tokoh utama di balik Strategy, mengumumkan melalui platform X bahwa STRC kini menjadi saham preferen paling likuid bulan ini. Rata-rata volume perdagangan harian STRC mencapai $296.000.000, jauh melampaui saham preferen lain seperti BA, KKR, dan FOUR yang masing-masing hanya mencatat volume $35.800.000, $33.500.000, dan $27.600.000.
Bahkan, STRC juga mengungguli saham preferen Strategy lainnya seperti STRK, STRF, dan STRD yang volume hariannya hanya berkisar antara $14.400.000 hingga $18.800.000. Tingginya minat terhadap STRC tidak lepas dari imbal hasil dividen sebesar 11,50% yang ditawarkan.
Hal ini membuat banyak investor institusi tertarik untuk mengalokasikan dana mereka ke STRC, termasuk perusahaan treasury Bitcoin (BTC) lain seperti Strive. Strive bahkan mengalokasikan $50.000.000 atau lebih dari sepertiga kas perusahaan ke STRC, dengan alasan imbal hasil yang kuat dan likuiditas yang dalam. CEO Strive, Matt Cole, menegaskan bahwa langkah ini lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpan kas yang menghasilkan bunga rendah.
Baca juga: Analis Cheeky Crypto: 10.000 Ripple (XRP) Tidak Lagi Cukup untuk Financial Freedom di 2026?
STRC kini menjadi bagian penting dalam strategi akumulasi Bitcoin (BTC) oleh perusahaan Strategy. Dalam sepekan terakhir, Strategy berhasil membeli 17.994 Bitcoin (BTC) senilai $1,28 miliar. Dana pembelian tersebut sebagian besar berasal dari hasil penjualan 3,8 juta lembar saham STRC yang menghasilkan dana segar sebesar $377.100.000.
Dengan strategi ini, Strategy mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu pemegang Bitcoin (BTC) terbesar di dunia. Data dari STRC.live memperkirakan bahwa Strategy bisa saja membeli hingga 11.042,21 Bitcoin (BTC) minggu ini hanya dari hasil penjualan saham STRC. Jika prediksi ini benar, maka akan tercipta rekor baru dalam sejarah pembelian Bitcoin (BTC) oleh perusahaan tersebut.
Sebelumnya, $377.100.000 yang dikumpulkan minggu lalu telah digunakan untuk membeli 5.315 Bitcoin (BTC), menjadi pembelian terbesar tahun ini dari hasil STRC. Sementara itu, data Polymarket menunjukkan peluang 98% bahwa Strategy akan mengumumkan pembelian lebih dari 1.000 Bitcoin (BTC) sebelum 16 Maret.
Baca juga: Harga Perak Murni 99,95% Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Selain Strive, sejumlah investor institusi besar seperti Prevalon Energy, Anchorage Digital, dan OranjeBTC juga telah mengumumkan alokasi dana ke STRC. CEO Strategy, Phong Le, menyoroti performa saham STRC yang dalam 10 hari terakhir diperdagangkan pada nilai par $100 dengan lonjakan volume perdagangan lebih dari 5 kali lipat.
Meski sempat turun tipis di bawah $100 dan kini berada di level $99,75, volume perdagangan harian STRC tetap tinggi di angka $298.000.000, melampaui rata-rata hariannya. Stabilitas harga dan likuiditas yang tinggi menjadi daya tarik utama bagi investor besar untuk masuk ke STRC.
Dengan semakin banyaknya institusi yang mengalokasikan dana ke STRC, ekosistem saham preferen ini semakin kuat dan dipercaya mampu memberikan imbal hasil optimal. Hal ini juga memperkuat posisi Strategy sebagai pionir dalam menggabungkan instrumen pasar modal dengan aset kripto seperti Bitcoin (BTC). Keberhasilan STRC menjadi saham paling likuid membuktikan bahwa inovasi di sektor keuangan digital semakin diminati.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.