Jakarta, Pintu News – Pendiri Ethereum (ETH), Vitalik Buterin, kembali menjadi sorotan di dunia crypto setelah mengusulkan pembaruan penting untuk menyederhanakan perangkat lunak node Ethereum. Proposal ini bertujuan membuat proses menjalankan node lebih mudah sehingga pengguna tidak lagi bergantung pada layanan pihak ketiga.
Menurut Buterin, kompleksitas teknis saat ini membuat banyak pengguna cryptocurrency enggan menjalankan node mereka sendiri. Oleh karena itu, penyederhanaan sistem dianggap penting untuk memperkuat desentralisasi jaringan blockchain.
Vitalik Buterin mengajukan proposal teknis untuk menggabungkan dua komponen utama node Ethereum, yaitu execution layer dan Beacon Chain yang menangani konsensus serta staking. Saat ini, operator node harus menjalankan dua program berbeda yang memerlukan konfigurasi serta sinkronisasi terpisah. Proses ini dianggap cukup rumit, terutama bagi pengguna crypto yang tidak memiliki latar belakang teknis.
Dengan menggabungkan kedua komponen tersebut ke dalam satu struktur kode terpadu, proses instalasi dan pengelolaan node diharapkan menjadi lebih sederhana. Menurut Buterin, menjalankan node seharusnya tidak menjadi tugas yang hanya bisa dilakukan oleh profesional DevOps. Ia menegaskan bahwa setiap individu seharusnya memiliki kesempatan untuk menjalankan infrastruktur blockchain sendiri. Langkah ini juga bertujuan untuk memperluas partisipasi pengguna dalam jaringan cryptocurrency.
Baca juga: Whale Ethereum Borong Ratusan Juta Dolar, Sinyal Kuat di Balik Harga Lesu!
Salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan node Ethereum adalah kebutuhan perangkat keras yang cukup tinggi. Blockchain smart contract seperti Ethereum menghasilkan data dalam jumlah besar sehingga membutuhkan kapasitas penyimpanan yang terus meningkat. Kondisi ini membuat banyak pengguna memilih menggunakan layanan penyedia infrastruktur blockchain daripada menjalankan node sendiri.

Ketergantungan terhadap penyedia layanan seperti remote procedure call (RPC) juga menimbulkan risiko sentralisasi. Jika hanya sedikit pihak yang mengendalikan akses ke jaringan, potensi sensor atau pembatasan akses bisa terjadi. Bahkan beberapa penyedia layanan diketahui membatasi akses dari wilayah tertentu. Hal ini bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang menjadi dasar ekosistem crypto dan cryptocurrency.
Baca juga: Ethereum Foundation Lepas 5.000 ETH ke BitMine, Ancaman Sentralisasi Mengintai?
Sebelumnya, Buterin juga mengusulkan konsep node semi-stateless yang hanya menyimpan sebagian data blockchain. Model ini memungkinkan node tidak perlu menyimpan seluruh riwayat transaksi Ethereum. Dengan begitu, kebutuhan penyimpanan dan biaya perangkat keras dapat dikurangi secara signifikan.
Pendekatan ini berpotensi membuka peluang bagi lebih banyak pengguna untuk menjalankan node secara mandiri. Selain meningkatkan aksesibilitas, langkah ini juga dapat memperkuat keamanan jaringan blockchain. Ketika lebih banyak pengguna menjalankan node, jaringan Ethereum menjadi lebih terdistribusi dan tahan terhadap risiko sentralisasi. Hal ini juga membantu menjaga transparansi dalam ekosistem crypto.
Usulan Vitalik Buterin untuk menyederhanakan perangkat lunak node Ethereum menunjukkan upaya serius dalam memperkuat desentralisasi jaringan. Dengan mengurangi kompleksitas teknis dan kebutuhan perangkat keras, lebih banyak pengguna dapat menjalankan node sendiri tanpa bergantung pada layanan pihak ketiga. Jika implementasi ini berhasil, jaringan Ethereum berpotensi menjadi lebih inklusif dan aman bagi komunitas cryptocurrency di seluruh dunia.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.