Jakarta, Pintu News – Harga emas mengalami tekanan hebat setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) terbaru dirilis lebih tinggi dari perkiraan. Laporan Producer Price Index (PPI) inti yang melampaui ekspektasi membuat pelaku pasar cemas dan memicu aksi jual besar-besaran di pasar logam mulia.
Kenaikan inflasi ini membuat harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat semakin menipis. Akibatnya, nilai tukar dolar AS menguat tajam dan menekan harga emas serta aset berisiko lainnya.
Data terbaru menunjukkan Core PPI AS naik 3,9% secara tahunan pada Februari, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 3,7%. Sementara itu, PPI utama juga meningkat 3,4% year-on-year, melampaui proyeksi analis. Lonjakan inflasi produsen ini menandakan tekanan harga di sektor produksi masih sangat kuat. Para pelaku pasar langsung menyesuaikan ekspektasi kebijakan moneter setelah rilis data tersebut.
Penguatan dolar AS yang terjadi setelah data inflasi ini membuat harga emas tertekan hingga turun hampir 2% dalam beberapa jam perdagangan aktif. Penurunan tajam ini menghapus nilai kapitalisasi pasar emas hingga $680 miliar. Tidak hanya emas, harga perak juga ikut anjlok lebih dari 2,5% dan kehilangan kapitalisasi pasar sekitar $110 miliar. Tekanan serupa juga dirasakan oleh pasar kripto, di mana Bitcoin (BTC) tetap bertahan di atas $70.000 namun melanjutkan tren penurunan akibat sentimen risk-off.
Baca juga: Analis: 6 Rumus Rahasia Hedge Fund di Prediction Market Crypto
Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan kisaran suku bunga saat ini, mengingat risiko inflasi yang masih membayangi perekonomian AS. Para pembuat kebijakan tetap berhati-hati karena tekanan harga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, sangat dinantikan oleh investor untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan selanjutnya. Jika nada hawkish kembali ditegaskan, penguatan dolar AS bisa semakin menekan harga emas dan aset berisiko lainnya.
Selain faktor inflasi, kenaikan harga minyak dunia turut memperburuk ketidakpastian pasar. Biaya produksi dan transportasi yang meningkat akibat lonjakan harga minyak menambah beban inflasi global. Kondisi ini membuat bank sentral di seluruh dunia semakin sulit mengambil keputusan terkait pemangkasan suku bunga. Jika tekanan inflasi terus berlanjut, kemungkinan penundaan pemangkasan suku bunga akan semakin besar.
Baca juga: Harga 1 Pi Network (PI) di Indonesia Hari Ini (20/3/26)
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar. Konflik yang semakin memanas mendorong arus dana ke aset safe haven seperti emas, namun penguatan dolar AS membatasi potensi kenaikan harga logam mulia tersebut. Investor kini dihadapkan pada dilema antara risiko geopolitik dan prospek pengetatan likuiditas global. Volatilitas pasar pun tetap tinggi seiring ketidakpastian arah kebijakan moneter dan perkembangan situasi internasional.

Dari sisi teknikal, harga emas saat ini berkonsolidasi di sekitar rata-rata pergerakan sederhana 50 hari dan bertahan di zona support psikologis $5.000. Level ini menjadi titik krusial yang menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika harga mampu menembus resistance $5.250 secara meyakinkan, peluang rebound akan terbuka lebar. Namun, jika harga emas jatuh di bawah $5.000, tekanan jual diperkirakan akan semakin dalam hingga ke area $4.800.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.