Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) baru-baru ini menembus level support psikologis utama di $70,000, dan saat ini diperdagangkan di $68,347 (-3,19% dalam 24 jam) pada saat penulisan.
Pergerakan ini terjadi setelah Pentagon melaporkan rencana untuk melancarkan “serangan terakhir” terhadap Iran, serta menjelang kedaluwarsa opsi Bitcoin dan Ethereum (ETH) senilai $16.4 miliar pada hari Jumat.

Pada 27 Maret 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $68,347 atau setara dengan Rp1.163.677.212, mengalami penurunan 3,19% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.158.893.080 dan harga tertingginya di Rp1.202.652.553.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp23.165 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 10% menjadi Rp870,32 triliun.
Baca juga: Prediksi Harga Solana: Support Mingguan SOL Masih Bertahan, Arah Tren Jadi Penentu
Meski begitu, data on-chain menunjukkan akumulasi oleh investor besar masih terus berlangsung. Dompet yang menyimpan antara 10 hingga 10,000 BTC tercatat menambah kepemilikannya sebesar 0.45% atau sekitar 61,568 BTC dalam sebulan terakhir.
Akumulasi yang konsisten umumnya menjadi indikasi bahwa pasar sedang membangun momentum bullish. Namun demikian, harga aset digital ini masih bergerak terbatas dan belum mampu menembus level $75,000 dalam satu bulan terakhir.
Selain ketidakpastian yang dipicu faktor makroekonomi dan geopolitik, fear of missing out (FOMO) dari investor ritel juga turut mendorong tekanan koreksi harga.
Menurut platform intelijen pasar Santiment, akumulasi Bitcoin oleh investor ritel bergerak sejalan dengan aksi beli dari kelompok shark dan whale. Dalam sebulan terakhir, dompet dengan kepemilikan di bawah 0.01 BTC menambah simpanannya sebesar 0.42%.
Secara historis, Bitcoin cenderung beralih dari tren bearish ke bullish ketika pergerakan dua kelompok investor ini mulai berbeda arah, yaitu saat pemegang jangka panjang menunjukkan tekanan beli yang kuat sementara pemegang jangka pendek keluar dari pasar.
Sebelum pola tersebut terbentuk, aset digital ini kemungkinan masih akan bergerak sideways dalam waktu yang lebih panjang. Langkah The Fed, laporan inflasi, dan perkembangan konflik AS-Iran yang masih berlangsung akan tetap menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas harga.
Dalam jangka pendek, para analis memperkirakan adanya potensi kapitulasi pasar yang akan datang, didorong oleh pola historis serta tekanan ekonomi yang meningkat.
Baca juga: Prediksi Harga Shiba Inu: SHIB Uji Garis Tren Turun, Pola Cup Mendekati Breakout!
Seorang analis lainnya menyoroti bahwa penurunan harga di bawah $48,387 (harga realisasi pemegang jangka panjang) serta di bawah level deviasi standar -0.2 ($36,657) secara historis sering menjadi pemicu dimulainya bull run. Pada setiap kejadian tersebut, kenaikan harga bahkan melampaui 300% dalam periode 18 bulan.
Narasi hubungan antara emas dan Bitcoin juga memperkuat pandangan ini, di mana Bitcoin kerap mengalami pemulihan berbentuk V setelah lonjakan dan penurunan harga emas.
Di sisi lain, proyeksi yang kurang optimistis mengindikasikan potensi resesi, dipicu oleh meningkatnya pengangguran, perubahan kondisi ekonomi, serta ketegangan antara kawasan Barat dan Timur Tengah.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.