Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) memasuki April 2026 dalam situasi yang krusial. Maret ditutup dengan kenaikan tipis sekitar 0,19%, turun jauh dibandingkan performa sebelumnya ketika BTC sempat mencatat kenaikan bulanan lebih dari 5%.
Dengan sinyal yang saling bertolak belakang dari pola historis, arus dana ETF, dan pergerakan whale, April berpotensi menjadi bulan penentu bagi arah Bitcoin sepanjang sisa 2026. Lalu, bagaimana pergerakan harga Bitcoin saat ini?

Pada 31 Maret 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $67,813 atau setara dengan Rp1.155.127.085, mengalami kenaikan 0,86% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.130.318.785 dan harga tertingginya di Rp1.163.767.924.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp23.107 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 45% menjadi Rp685,2 triliun.
Baca juga: Prediksi Harga Solana: Nilai SOL Tertekan, Zona $70 Kini Jadi Area Kunci
Grafik imbal hasil bulanan menunjukkan bahwa harga Bitcoin mengalami tekanan sepanjang 2026. Januari ditutup di level -10,1%, sementara Februari turun 14,8%, padahal secara historis kedua bulan ini biasanya mencatat rata-rata kinerja positif masing-masing sebesar +8,52% dan +12,5%.
Sementara itu, Maret hanya mampu bertahan dengan kenaikan tipis +0,19%, masih jauh di bawah rata-rata historisnya yang mencapai +10,2%.

Secara historis, April merupakan salah satu bulan terkuat bagi Bitcoin, dengan rata-rata imbal hasil sebesar +33,4% dan median +7,57%. Meski demikian, karena Januari dan Februari tahun ini sudah lebih dulu menyimpang dari pola historisnya, mengandalkan faktor musiman saja tetap menjadi pendekatan yang berisiko.
Grafik 3 harian justru memberikan proyeksi harga Bitcoin yang lebih mengkhawatirkan untuk beberapa bulan ke depan. Sejak mencapai puncak di $125,900 pada 4 Oktober 2025, BTC sempat turun hingga $60,000 di titik terendahnya, atau terkoreksi lebih dari 52%. Pergerakan harga sejak titik rendah Januari terlihat membentuk pola bear flag, yaitu pola konsolidasi yang umumnya berakhir dengan kelanjutan penurunan seukuran tiang penurunannya.

Saat ini, harga sedang menguji garis tren bawah dari pola tersebut. Jika penembusan ke bawah terkonfirmasi pada grafik 3 harian, maka proyeksi pergerakan terukurnya mengarah pada penurunan lanjutan yang cukup besar. Gambaran yang lebih luas inilah yang kemungkinan akan menentukan bagaimana April bergerak.
Di permukaan, arus dana ETF Bitcoin sepanjang Maret terlihat cukup menggembirakan. Data bulanan menunjukkan adanya net inflow sebesar $1,13 miliar, sekaligus mengakhiri tren arus keluar yang berlangsung selama empat bulan. Pembalikan ini memberi sinyal bahwa keyakinan investor institusional mulai kembali.
Baca juga: World Foundation Sam Altman Lepas Worldcoin $65 Juta di Tengah Tekanan Harga WLD, Ada Apa?

Namun, rincian data mingguan menunjukkan cerita yang berbeda. Pada pekan 6 Maret, ETF mencatat inflow sebesar $568 juta. Pekan 13 Maret naik tajam menjadi $767 juta. Memasuki 20 Maret, arus masuk melambat ke $95 juta. Lalu pada pekan yang berakhir 27 Maret, angkanya berbalik negatif menjadi -$296 juta.
Artinya, Maret memang dibuka dengan kuat, tetapi ditutup dalam kondisi yang melemah. Momentum yang sebelumnya mendorong inflow ETF pada awal bulan mulai memudar, dan arus keluar pada pekan terakhir bisa menjadi nada awal untuk pergerakan April.

Kekhawatiran ini juga diperkuat oleh Exchange Whale Ratio, metrik dari CryptoQuant yang mengukur rasio antara 10 aliran masuk terbesar ke exchange dibanding total seluruh inflow. Pada 10 Januari, rasio ini berada di 0,34, level terendah sepanjang tahun berjalan. Namun pada 28 Maret, angkanya melonjak ke 0,79, dengan dua lonjakan mencolok yang terjadi pada 14 Maret dan 28 Maret.
Kenaikan whale ratio menunjukkan bahwa whale Bitcoin mengirim porsi koin yang lebih besar ke exchange dibandingkan pelaku pasar lainnya. Tren naik sepanjang 2026 mengindikasikan bahwa holder besar terus melakukan distribusi, dan Maret tidak menjadi pengecualian.

Kombinasi antara inflow ETF yang mulai melemah dan peningkatan aksi jual dari whale menjelang April membuat gambaran permintaan terlihat kurang solid, terutama ketika struktur teknikal juga sudah cenderung bearish.
Level paling krusial untuk April adalah $67,000. Sepanjang 2026, area ini berperan sebagai support yang kuat, karena setiap kali harga turun menembusnya, BTC mampu segera kembali naik ke atas level tersebut. Namun, jika terjadi penutupan bersih pada grafik 3 harian di bawah $67,000, ditambah data ETF dan aktivitas whale yang terus melemah, kondisi ini bisa memicu fase penurunan berikutnya.
Di bawah $67,000, support berikutnya berada di $61,500, yang merupakan level Fibonacci 0,382, lalu disusul area $60,000 yang menjadi batas psikologis sekaligus teknikal. Pergerakan April kemungkinan besar akan ditentukan oleh kemampuan Bitcoin bertahan di zona $60,000 hingga $61,500.
Jika area ini ditembus ke bawah, maka potensi penurunan bisa berlanjut ke $57,000 dan bahkan ke $52,600, yang sejalan dengan retracement Fibonacci 0,618.

Sebaliknya, peluang penguatan akan kembali terbuka jika BTC mampu merebut kembali dan bertahan di atas $75,900, yaitu puncak lokal pada Maret. Pergerakan di atas level ini akan melemahkan struktur bear flag dan mengubah proyeksi harga Bitcoin untuk April dari defensif menjadi lebih konstruktif.
Untuk saat ini, fokus utama April adalah menjaga posisi tetap di atas $60,000. Data ETF, pergerakan whale, dan grafik 3 harian sama-sama menunjukkan bahwa jalur dengan resistensi paling rendah masih cenderung mengarah ke bawah.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.