Apakah Bear Market Crypto akan Segera Berakhir? Ini 3 Sinyal Kuat dan 1 Peringatan Penting!

Updated
April 12, 2026
Share

Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) sempat diperdagangkan di level $69.230 per 6 April, naik 3,47% dalam 24 jam, setelah laporan Axios mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah melakukan pembicaraan aktif terkait potensi gencatan senjata selama 45 hari, dengan Pakistan, Mesir, dan Turki berperan sebagai mediator.

Pihak yang pertama kali terkena tekanan adalah para pelaku short, dengan likuidasi mencapai $196 juta dalam 24 jam. Jumlah posisi short yang terlikuidasi juga hampir tiga kali lebih besar dibandingkan posisi long. Kenaikan ini mendorong Bitcoin menuju batas atas kisaran pergerakan $65.000 hingga $73.000, area yang telah membatasi pergerakannya selama lima minggu terakhir.

Level Harga Bitcoin yang Perlu Diperhatikan

Michaël van de Poppe baru saja menegaskan level penting yang saat ini menjadi sorotan pasar. Dalam unggahannya di X, ia menyebut bahwa jika Bitcoin mampu menembus $71.000, maka pasar berpotensi melanjutkan pengujian ke area $80.000.

Baca juga: 3 Jadwal Token Unlock Crypto pada Pekan Kedua April 2026 yang Wajib Dipantau!

Alasan di balik pandangan tersebut adalah volatilitas yang mulai meningkat, sementara ia menilai situasi di Selat Hormuz kemungkinan akan memasuki fase akhir pada pekan ini. Dalam skenario itu, level $71.000 bukan hanya sekadar area resistance, tetapi juga titik pemicu yang dapat membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut. Jika itu terjadi, pergerakan tersebut akan menjadi breakout bersih pertama Bitcoin sejak konflik perang dimulai.

Karena itu, level ini kini menjadi ambang harga yang paling diawasi oleh pelaku pasar.

Titik Dasar Bear Market Bitcoin: Apa yang Sedang Dicermati Trader Saat Ini

Analis on-chain Willy Woo membagikan kerangka analisis yang menjelaskan tiga sinyal utama yang perlu diperhatikan pasar.

Ia menggambarkan perubahan perilaku investor dari sekadar berharap tanpa aksi menjadi aksi beli agresif ketika harga mulai bergerak naik.

Secara lebih rinci, urutannya adalah sebagai berikut: harga terlebih dahulu menembus cost basis investor baru, lalu harapan pasif berubah menjadi pembelian agresif yang nyata, dan lonjakan permintaan tersebut mendorong cost basis on-chain bergeser dari zona merah ke zona hijau. Ketika ketiga sinyal ini muncul secara bersamaan, yang berubah bukan hanya harga, tetapi juga rezim pasar secara keseluruhan.

Pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah seluruh kondisi tersebut sudah terpenuhi saat ini. Salah satu data yang cukup menonjol menunjukkan bahwa long-term holders kini menguasai sekitar 80% dari total suplai Bitcoin yang beredar.

Secara historis, dasar bear market biasanya terbentuk ketika angka tersebut mendekati 85%. Artinya, pasar memang belum sampai ke titik itu, tetapi arahnya mulai terlihat jelas. Pembaruan terbaru hari ini juga memperkuat pandangan tersebut.

Baca juga: Prediksi Harga Pi Network: PI Masih Konsolidasi di Tengah Tekanan Pasar yang Kian Besar

Analis CryptoQuant, Darkfost, mengonfirmasi bahwa suplai milik long-term holders kembali mencatat pertumbuhan positif untuk pertama kalinya sejak November. Rata-rata sekitar 308.000 BTC kini ditambahkan ke dalam suplai long-term holders.

Ia menambahkan bahwa secara historis, perubahan perilaku seperti ini kerap mendahului perkembangan harga Bitcoin yang positif, meski ia tetap mengingatkan bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang benar-benar pasti.

Apakah 2026 Masih Menyimpan Kejutan Besar?

Gencatan senjata hanyalah satu bagian dari gambaran yang lebih luas, yang menurut sejumlah analis masih belum sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar.

Jika konflik Iran benar-benar berakhir, ketua baru The Fed mulai memangkas suku bunga, CLARITY Act disahkan, dan institusi keuangan tradisional mulai mengalirkan modal melalui stablecoin — yang semuanya saat ini sedang berlangsung atau aktif dibahas — maka lanskap pasar pada paruh kedua 2026 bisa terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan apa yang saat ini tercermin dalam harga.

Rasio ETH/BTC juga mulai menunjukkan tanda-tanda persiapan menuju pergerakan terkuatnya dalam siklus kali ini.

Sementara itu, Russell 2000, indeks yang melacak saham-saham kapitalisasi kecil dan kerap menjadi salah satu indikator paling jelas untuk melihat selera risiko pasar secara luas, telah menembus area penting lalu melakukan retest. Pola ini sama seperti yang muncul dalam dua siklus sebelumnya sebelum pasar melanjutkan kenaikan yang lebih berkelanjutan.

Berdasarkan pembacaan ini, April dipandang sebagai bulan terakhir dari fase koreksi harga. Pergerakan yang lebih besar diperkirakan mulai terlihat pada Mei.

Alasan untuk Tetap Waspada

Konfigurasi seperti ini sudah muncul sekitar tiga kali sejak perang dimulai. Setiap kali itu terjadi, sinyal gencatan senjata sempat mendorong Bitcoin naik, tetapi reli tersebut pada akhirnya kembali memudar. Saat ini, indikator teknikal Bitcoin juga menunjukkan kondisi yang terbelah: Moving Averages mengindikasikan Strong Buy, sementara Oscillator justru menampilkan Strong Sell pada saat yang sama.

Artinya, pasar masih belum memiliki arah yang sepenuhnya solid. Apakah level $71.000 akan menjadi penentu akhirnya? Kita nantikan perkembangan berikutnya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Latest News

See All News ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.