Jakarta, Pintu News – Volume trading perpetual berbasis komoditas seperti emas, perak, dan minyak melonjak tajam di pasar crypto. Laporan terbaru menunjukkan kontrak perpetual untuk aset tradisional kini mencatat volume hingga $25 miliar per minggu atau sekitar Rp424,9 triliun (kurs 1 USD = Rp16.997). Lonjakan ini menandakan mekanisme derivatif yang sebelumnya populer di Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kini mulai merambah pasar komoditas global.
Pertumbuhan ini terjadi setelah sejumlah exchange crypto meluncurkan kontrak perpetual untuk emas, perak, dan minyak. Produk tersebut memungkinkan trader mengakses aset tradisional dengan mekanisme yang sama seperti trading cryptocurrency. Selain itu, sistem tanpa tanggal kedaluwarsa membuat kontrak perpetual lebih fleksibel dibanding futures tradisional.

Data riset BitMEX menunjukkan volume perpetual berbasis komoditas melonjak drastis sepanjang kuartal pertama 2026. Volume mingguan naik dari $525,8 juta menjadi $30,7 miliar atau sekitar Rp521,8 triliun. Kenaikan ini dipicu peluncuran kontrak emas dan perak di beberapa exchange besar.
Beberapa data penting dari laporan tersebut antara lain:
Lonjakan ini menunjukkan trader crypto mulai memperlakukan emas dan minyak seperti aset digital. Likuiditas yang meningkat juga membuat spread harga semakin kompetitif. Hal tersebut membuka peluang arbitrase dan strategi hedging lintas aset.
Kontrak perpetual awalnya diperkenalkan untuk Bitcoin (BTC) pada 2016. Mekanisme ini menggunakan funding rate untuk menjaga harga tetap dekat dengan pasar spot. Jika harga kontrak terlalu tinggi, posisi long membayar short, dan sebaliknya.
Penerapan model ini pada emas dan minyak menciptakan pasar baru yang bisa diperdagangkan 24 jam. Berbeda dengan pasar komoditas tradisional yang tutup akhir pekan, crypto derivatives tetap aktif. Hal ini memungkinkan price discovery berlangsung terus menerus.
Beberapa exchange bahkan mengembangkan metode berbeda untuk menangani pasar weekend. Ada yang membatasi pergerakan harga, ada juga yang membiarkan order book bergerak bebas. Perbedaan ini menciptakan peluang arbitrase antar platform.
Laporan tersebut juga menunjukkan kontrak saham perpetual ikut meningkat. Volume equity perpetual mencapai $4,9 miliar per minggu atau sekitar Rp83,3 triliun. Produk indeks NASDAQ 100 menjadi kontrak paling aktif diperdagangkan.
Pertumbuhan ini menandakan batas antara pasar crypto dan TradFi semakin tipis. Trader kini dapat memperdagangkan emas, minyak, saham, dan cryptocurrency dalam satu ekosistem. Bahkan forex perpetual juga direncanakan akan diluncurkan dalam waktu dekat.
Jika tren ini berlanjut, crypto derivatives berpotensi menjadi alternatif utama pasar derivatif global. Likuiditas 24/7 dan leverage tinggi menjadi daya tarik utama. Selain itu, akses global tanpa batasan jam perdagangan juga mempercepat adopsi.
Baca Juga: 5 Fase Siklus BTC Menuju $215.000: Target Bitcoin Rp3,65 Miliar?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Bayangkan kamu bisa memantau dan berpotensi mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga minyak dunia secara langsung melalui aset crypto. Salah satu caranya adalah melalui Chevron (CVXON) dan saham AS lainnya yang dapat kamu akses di platform Pintu, sehingga investor dapat mengikuti dinamika pasar energi global dari ekosistem cryptocurrency.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, kamu bisa melihat pergerakan harga, melakukan transaksi dengan mudah, serta menjelajahi peluang diversifikasi portofolio antara aset komoditas global dan crypto dalam satu aplikasi.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.