Jakarta, Pintu News – Dalam era kemajuan teknologi kriptografi, ancaman dari komputer kuantum menjadi perhatian utama bagi banyak jaringan blockchain. Namun, Ripple (XRP) justru menunjukkan ketahanan yang luar biasa terhadap risiko quantum, dengan hanya sebagian kecil pasokan yang terpapar.
Data terbaru mengungkapkan bahwa sebagian besar akun XRP tetap aman berkat strategi keamanan yang inovatif. Artikel ini akan membahas bagaimana Ripple (XRP) menghadapi tantangan quantum, langkah pengembang dalam menguji teknologi baru, serta dampak aktivitas whale terhadap pasar.
Analisis terbaru menunjukkan bahwa hanya sekitar 0,03% dari total pasokan Ripple (XRP) yang saat ini terpapar risiko quantum. Hal ini terjadi karena sekitar 300.000 akun XRP, yang menyimpan total 2,4 miliar XRP, belum pernah melakukan transaksi sehingga kredensial publiknya belum terungkap.
Akun-akun ini dianggap sangat tahan terhadap potensi serangan berbasis quantum, berbeda dengan jaringan lain seperti Bitcoin (BTC) yang memiliki lebih banyak aset tidak aktif dan rentan. Dengan demikian, profil eksposur Ripple (XRP) terhadap risiko quantum jauh lebih kecil dibandingkan jaringan blockchain besar lainnya. Strategi rotasi kunci menjadi fokus utama dalam upaya mitigasi risiko jangka panjang.
Pengguna Ripple (XRP) dapat mengganti kunci publik mereka jika diperlukan, sehingga mengurangi kemungkinan eksploitasi oleh teknologi quantum di masa depan. Selain itu, pengembang terus mengeksplorasi sistem kriptografi hybrid yang menggabungkan metode konvensional dan post-quantum selama masa transisi. Langkah-langkah ini memperkuat posisi Ripple (XRP) sebagai salah satu jaringan blockchain paling siap menghadapi era quantum.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Terancam Anjlok 92% Menurut Peter Schiff, Ini Prediksinya!
Pengembangan teknologi anti-quantum di jaringan Ripple (XRP) telah memasuki tahap pengujian melalui AlphaNet, testnet yang dikembangkan oleh XRPL Labs. Pada Desember 2025, Denis Angell dari XRPL Labs mengonfirmasi bahwa AlphaNet telah mengadopsi CRYSTALS-Dilithium, yang kini dikenal sebagai ML-DSA, sebagai skema autentikasi post-quantum.
Skema ini telah mendapatkan persetujuan dari National Institute of Standards and Technology (NIST), menandakan kesiapan Ripple (XRP) dalam menghadapi ancaman masa depan. Pembaruan ini memperkenalkan fitur Quantum Accounts, Quantum Transactions, dan Quantum Consensus yang menggunakan enkripsi tahan quantum dalam komunikasi validasi. Pengembang juga menguji transaksi yang ditandatangani secara quantum serta fitur smart contract berbasis teknologi baru ini.
Namun, penerapan tanda tangan Dilithium membawa tantangan teknis, seperti ukuran tanda tangan yang mencapai 2.420 byte, jauh lebih besar dari tanda tangan tradisional yang hanya 64 byte. Hal ini berdampak pada kecepatan pemrosesan, kebutuhan penyimpanan, dan efisiensi jaringan secara keseluruhan.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Tembus $71.500, Efek Kejutan Trump Hentikan Serangan ke Iran?
Selain inovasi teknis, data pasar menunjukkan adanya lonjakan aktivitas whale di jaringan Ripple (XRP). Berdasarkan data dari CryptoQuant, arus masuk whale XRP mencapai titik tertinggi dalam 10 bulan terakhir, dengan akumulasi lebih dari 11 juta XRP setiap harinya. Peningkatan outflow dari bursa juga mengurangi tekanan jual jangka pendek, memberikan sinyal positif bagi pergerakan harga Ripple (XRP).
Harga Ripple (XRP) sendiri telah mencapai sekitar $1,37, naik 4,27% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar melonjak hingga $84,63 miliar, sementara volume perdagangan meningkat 85,28% menjadi $2,93 miliar.
Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di angka 3,47%, menandakan likuiditas yang semakin tinggi di pasar Ripple (XRP). Aktivitas whale yang meningkat ini turut memperkuat sentimen bullish di kalangan investor.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.