Jakarta, Pintu News – Tahun 2026 menjadi saksi perubahan besar di dunia investasi aset digital, di mana institusi keuangan besar semakin mendominasi pasar crypto. Sekitar 25 manajer aset di Amerika Serikat kini menawarkan produk crypto secara langsung, mulai dari ETF, trust, hingga dana investasi.

Namun, hanya lima perusahaan terbesar yang berhasil mengelola lebih dari $100 miliar dalam bentuk produk aset digital. Fenomena ini menandakan betapa dalamnya modal institusional telah meresap ke dalam ekosistem crypto melalui ETF yang teregulasi.
BlackRock, melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT), menjadi pemimpin mutlak dengan aset kelolaan mencapai $51,9 miliar, atau sekitar 45% dari total aset ETF Bitcoin (BTC) spot.

Keunggulan BlackRock tidak hanya terletak pada besarnya dana yang dikelola, tetapi juga pada jaringan distribusi yang luas dan reputasi globalnya. Selain Bitcoin (BTC), BlackRock juga memperkuat posisinya dengan iShares Ethereum Trust (ETHA), sehingga total eksposur ETF crypto mendekati $60 miliar. Dengan arus masuk dana bersih sebesar $8,4 miliar pada kuartal pertama 2026, BlackRock jauh meninggalkan pesaing lainnya.
Fidelity, melalui Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC), menempati posisi kedua dengan aset kelolaan $12,8 miliar dan kepemilikan sekitar 187.813 Bitcoin (BTC). Selain itu, Fidelity juga menawarkan Ethereum Fund (FETH) dengan nilai lebih dari $1,3 miliar.

Model self-custody melalui Fidelity Digital Assets dan biaya rendah sebesar 0,25% menjadikan Fidelity pilihan utama bagi institusi yang mengutamakan kepatuhan dan keamanan. Sepanjang kuartal pertama 2026, Fidelity berhasil menarik dana masuk sebesar $4,1 miliar, memperkuat posisinya sebagai pesaing utama BlackRock.
Baca juga: IMF Bongkar Fakta: Utang Global Tembus Rekor Perang Dunia II! Apa Dampaknya untuk Crypto?
Grayscale Investments tetap menjadi manajer aset crypto tertua dan paling beragam, dengan pengalaman sejak 2013. Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) mengelola sekitar 154.710 Bitcoin (BTC) senilai $10 miliar, sementara produk Bitcoin Mini Trust (BTC) menambah $3,4 miliar lagi.
Meskipun sempat mengalami arus keluar besar pada 2024, kini outflow GBTC melambat menjadi $1,2 miliar di kuartal pertama 2026. Grayscale juga memiliki pipeline produk terluas dengan 36 aset dalam daftar pantauan untuk peluncuran ETF berikutnya.
Bitwise Asset Management menonjol dengan portofolio lebih dari 40 produk, termasuk ETF, akun terkelola, dana privat, dan strategi hedge. Bitwise menjadi pemimpin dalam ETF Solana (SOL), menguasai 67% dari total AUM Solana ETF dengan nilai $731 juta dari total $1,09 miliar.
Produk unggulannya, BSOL Solana Staking ETF, mencapai $500 juta hanya dalam 18 hari perdagangan, menarik minat institusi yang mencari alternatif di luar Bitcoin (BTC). Diversifikasi produk dan inovasi strategi staking menjadi kunci keberhasilan Bitwise di pasar yang semakin kompetitif.
Baca juga: XRP Unggul Hadapi Ancaman Quantum, Hanya 0,03% Pasokan yang Berisiko?
Galaxy Digital mengadopsi model hybrid sebagai merchant bank dengan total aset kelolaan $12 miliar pada akhir 2025. Selain menawarkan ETF, Galaxy juga aktif di bidang trading, lending, staking, dan venture capital.
Kolaborasi dengan State Street Global Advisors dalam pengelolaan ETF aset digital aktif memperluas jangkauan layanan Galaxy. Dengan arus masuk dana $2 miliar per kuartal, Galaxy Digital menjadi pilihan utama bagi institusi yang membutuhkan akses lebih dari sekadar ETF pasif.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
The trading of crypto assets is carried out by PT Pintu Kemana Saja, a licensed and regulated Digital Financial Asset Trader supervised by the Financial Services Authority (OJK), and a member of PT Central Finansial X (CFX) and PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Crypto asset trading is a high-risk activity. PT Pintu Kemana Saja do not provide any investment and/or crypto asset product recommendations. Users are responsible for thoroughly understanding all aspects related to crypto asset trading (including associated risks) and the use of the application. All decisions related to crypto asset and/or crypto asset futures contract trading are made independently by the user.